Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The relationship between work stress and quality life among Indonesian health workers during the COVID-19 pandemic Paschalia, Yustina P. M.; Doondori, Anatolia K.; Kurnia, Theresia Avila; Seto Se, Bonaventura R.
Public Health of Indonesia Vol. 8 No. 3 (2022): July - September
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v8i3.633

Abstract

Background: During the COVID-19 pandemic, health workers are directly involved in many healthcare activities. If the pandemic lasts for a long time, the situation of ambiguity and full of threats will be unimaginable. It will potentially worsen individual emotions, increase work stress, and affect the quality of life of health workers. Objective: To identify relationships between work stress levels and quality of life for health workers during the COVID-19 pandemic. Methods: A cross-sectional design was used in this study, involving 90 health workers in a public health center in Ende Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia, selected using total sampling. WHOQOL – BREF questionnaire and Stress Scale were used to collect data. Descriptive statistics and Chi-square were used for data analysis. Result: Most respondents did not experience work stress (77.8%) and had a good quality of life (93.3%). There was a significant relationship between work stress and the quality of life of health workers during the COVID-19 pandemic (p <0.001). Conclusion:  Work stress is a significant factor influencing the quality of life. Therefore, interventions to reduce the stress level of the health workers are necessary.
KESIAPAN KELUARGA MENGHADAPI BENCANA ABRASI PANTAI DI DESA RAPORENDU KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE Doondori, Anatolia Karmelita; Paschalia, Yustina P. M.; Tokan, Pius Kopong; Sekunda, Maria Salestina
Kelimutu Nursing Journal Vol 2 No 1 (2023): Volume 2 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v2i1.1230

Abstract

Desa Numba merupakan salah satu wilayah di kabupaten Ende Propinsi NTT dan menjadi salah satu wilayah yang berpotensi terjadi bencana karena topografi wilayah daerah pesisir pantai dan terdapat pemukiman warga di sekitar area pantai. Bencana yang sering terjadi di wilayah Numba antara lain abrasi pantai, gempa bumi, longsoran dan sekarang pandemi COVID-19. Walapun telah dibangun tembok penahan ombak namun masih dapat menyebabkan pengikisan pantai sehingga berisiko terjadinya abrasi. Kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana merupakan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan di dalam keluarga untuk mempersiapkan diri dan keluarga dalam menghadapi bencana ketika sebelum terjadinya suatu bencana agar dapat mengurangi korban risiko bencana. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang kesiapannya dalam menghadapi bencana di desa Numba. Proses pengabdian masyarakat ini terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi kesiapan keluarga dan partisipatif keluarga dalam menghadapi bencana. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi dengan menggunakan kuisioner pertanyaan dengan nilai rata-rata 35 menjadi 75 dan kesiapan keluarga dari 30% meningkat menjadi 60%. Keluarga sangat antusias dalam mengikuuti program edukasi kesiapan menghadapi bencana abrasi pantai. Pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi kesiapan menghadapi bencana menjadi bagian dari pra-bencana dalam pengurangan risiko bencana. Tindak lanjut dari pengabdianmasyarakat ini yaitu membuat sistem peringatan dini dan alur evakuasi bencana abrasi pantai
ASUHAN KEPERAWATAN ULKUS DIABETES MELITUS : LAPORAN KASUS Nipa, Yohanes; rifatunnisa; Paschalia, Yustina P. M.
Kelimutu Nursing Journal Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v2i2.1420

Abstract

Background Diabetes is a metabolic disease that has specific signs in the form of hyperglycemia. The main complications of DM in Indonesia are neuropathy (13%-78%), microvascular complications (16%-53%) and diabetic foot ulcer complications (7.3%-24%). Peripheral neuropathy causes loss of sensation in the distal areas of the feet, resulting in a high risk of foot ulcers and even amputation. Cases of Diabetes Mellitus (DM) Ulcers really need attention to prevent further complications in the form of amputation. Data related to the prevalence of diabetes mellitus ulcers in Ende Hospital (2023) explains that there are variations in data on diabetic ulcers. The prevalence of diabetic ulcers in Ende Hospital in 2020 was 50 people, in 2021 it was 45 people and in 2022 it was 21 people. The purpose of this research is to be able to carry out nursing care for clients with a medical diagnosis of diabetes mellitus ulcers. The research method used is a case study. The case study taken from Ende Regional Hospital was 1 client with nursing care for a client with a medical diagnosis of diabetes mellitus ulcer. Results: client found problems with tissue integrity disorders, potential for infection collaboration, acute pain, nutritional deficits and knowledge deficits about diabetes mellitus ulcers and their management. The interventions used are based on SIKI: wound care, pain management, nutritional management, health education. The conclusion is that the problems of impaired tissue integrity, potential collaboration of infection, acute pain and nutritional deficits have not been resolved. Total DFUAS scoring was 64 with 90% necrotic and 10% slough. Suggestions: Clients and families are expected to be able to care for diabetic wounds themselves at home after being taught how to care for wounds so that the wounds remain dry and clean and infection does not occur. Clients are expected to carry out routine health control and be disciplined in implementing a diabetes mellitus diet.
PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS Artama, Syaputra; Tokan, Pius Kopong; Paschalia, Yustina P. M.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42423

Abstract

Saat ini diperkirakan sepertiga populasi dunia terinfeksi dan 2,5 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit tuberkulosis paru (TB Paru). Resiko penularan TB Paru pada keluarga sangatlah beresiko, terutama pada balita dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah. Mengatisipasi tingginya angka kejadian TB Paru dan penularan penyakit di masyarakat maupun di keluarga maka perlu dilakukan pendampingan dan peningkatan peran keluarga dalam mencegah dan menangani penularan TB Paru. Pencegahan TB Paru dibutuhkan peran serta dari semua elemen yang ada termasuk masyarakat maupun keluarga penderita penyakit TB Paru. Kegiatan ini berfokus di salah satu desa di Kabupaten Ende yaitu Desa Gheo Ghoma. Pendekatan metode kegiatan yang digunakan adalah pendampingan (health coaching). Program pendampingan keluarga dilaksanakan dari 27 Maret hingga 31 Agustus 2024 secara langsung melalui kunjungan rumah dengan pemberian edukasi upaya pencegahan penularan penyakit dan pendampingan penderita dan dukungan keluarga dalam kepatuhan pengobatan keluarga yang menderita penyakit TB Paru. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 10 peserta dengan memperoleh hasil peningkatan pengetahuan yang lebih baik dari sebelumnya tentang upaya pencegahan penyakit tuberkulosis dari rata-rata pengetahuan dengan nilai 63 menjadi 85 setelah mengikuti kegiatan tersebut. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menekan angka penularan TB Paru di keluarga dan masyarakat serta dpat merumuskan strategi kerja sama antara berbagai pihak sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu antara Pemerintah Desa, Dinas Kesehatan serta pihak puskesmas melalui petugas dan kader kesehatan sehingga ada keberlanjutan yang baik akan upaya pemantauan dan penanganan penyakit TB Paru di Kabupaten Ende
Peran Perawat dalam Penanggulangan Bencana Doondori, Anatolia K.; Paschalia, Yustina P. M.
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No 1 (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6i1.533

Abstract

Abstract: Introduction: The implementation of disaster preparedness does not only involve the government, but also involves the community and health workers. Nurses have a very big role in preparing for and dealing with the community in the face of a disaster. This study aims to determine the role of nurses in flood disaster management in Kota Baru, Rukun Lima and Nanga panda sub-districts. Methods: This study used a descriptive method, with a total sample of 42 nurses who were selected purposively. The instrument used was a nurse role questionnaire consisting of 8 statements of pre-disaster, 9 statements of disaster during the disaster and 6 statements of post-disaster. Results: From the data analysis, it was found that the role of nurses in disaster management was still in the poor category, namely the pre-disaster 88%, 76% intra- disaster and 81% post-disaster. Conclusion: Nurses who are prepared for disasters can be assisted in physical, mental, and emotional care efforts. As an initial step towards disaster preparedness, the government needs to develop an adequate education, training and financing system so that existing nursing personnel do not become redundant but are maximally useful. Abstrak: Pendahuluan: Penerapan kesiapsiagaan bencana tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan petugas kesehatan. Perawat memiliki peran yang sangat besar dalam mempersiapkan maupun menangani masyarakat saat menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Perawat Dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Wilayah Kecamatan Kota Baru, Rukun Lima dan Nanga panda. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang perawat yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner peran perawat yang terdiri dari pra bancana 8 pernyataan, saat bencana 9 pernyataan dan pasca bencana 6 pernyataan. Hasil: Dari analisis data didapatkan hasil bahwa Peran Perawat dalam penanggulangan bencana masih berada pada kategori kurang yaaitu tahap pra bencana 88%, intra bencana 76% dan post bencana 81%. Kesimpulan: Perawat yang dipersiapkan untuk menghadapi bencana bisa diperbantukan dalam upaya perawatan fisik, mental, dan emosional. Sebagai langkah awal kesiapsiagaan bencana, pemerintah perlu mengembangkan sistem pendidikan, pelatihan, dan pembiayaan yang memadai sehingga tenaga keperawatan yang ada tidak menjadi mubazir tetapi berguna secara maksimal.