Pujiono, Andrias
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Pandangan Teologis Dalam Materi Ekologi Sekolah Menengah Atas Pujiono, Andrias
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.161

Abstract

One of the reasons for the destruction of the environment is related to the views held by humans. Right understanding also determines right behavior. In the Christian faith theocentric view is a biblical view that the church must teach the younger generation. In the school context, the ecological material taught to students should have a theocentric view. To find out what theological views are contained in the ecological content, the author conducts an analysis using the literature study method on textbooks for teachers and high school students of Class X. From the results of the analysis, the authors find that the theological views in the textbooks have a theocentric view, or centered on God. The material, if believed and lived, will be able to encourage students to love the environment.AbstrakSalah satu sebab rusaknya lingkungan hidup berhubungan dengan pandangan yang dipegang oleh manusia. Pemahaman yang benar turut menentukan perilaku yang benar pula. Dalam iman Kristen pandangan teosentris adalah pandangan alkitabiah yang harus diajarkan gereja kepada generasi muda. Di dalam konteks sekolah, materi ekologi yang diajarkan kepada peserta didik seharusnya berpandangan teosentris. Untuk mengetahui pandangan teologis apa yang terdapat dalam muatan ekologi itu, penulis melakukan analisis dengan metode studi kepustakaan terhadap buku teks guru dan siswa SMA Kelas X. Dari hasil analisis tersebut penulis mendapati bahwa pandangan teologis dalam buku teks tersebut berpandangan teosentris, atau berpusat pada Allah. Materi tersebut, jika diyakini dan dihidupi, akan mampu mendorong peserta didik mencintai lingkungan hidup.
Menggagas Peranan Bimbingan Pranikah dalam upaya Mitigasi Konflik Mertua dan Menantu Wardhani, Dessy Ari; Pujiono, Andrias
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 2 (2023): Januari 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i2.16

Abstract

Abstract: Conflict is often the cause of broken relationships in the household, including those related to parent in law and daughter in law or son in law. Conflicts between parent in law and daughter in law or son in law often occur in families where in-laws and sons-in-law live in the same house. Conflict arises because of differences due to differences in race, economy, social status, character, desires, and so on. This conflict will continue to arise if no efforts are made to mitigate or prevent the conflict. Therefore, the church must also care, and have a strategic role in mitigating the conflict by holding premarital guidance that specifically addresses the relationship between parent in law and daughter in law or son in law. The purpose of this research is how to initiate the role of premarital guidance in mitigating conflict between parent in law and daughter in law or son in law. This research method uses qualitative research with descriptive methods and literature review. Premarital guidance is a service carried out by the church in preparing prospective married couples who will enter marriage. Premarital counseling has an important role in mitigating in-law-daughter-in-law conflicts, because it serves as a vehicle for preparing prospective husband and wife by training them to become a family, and also as a means for learning conflict management. By learning conflict management, when a married couple will be able to wisely resolve conflicts. In addition, every married couple is also capable of having an attitude of peace with God, peace with oneself, peace with others and peace with the environment. Abstrak: Konflik sering menjadi penyebab retaknya hubungan dalam rumah tangga, termasuk yang berhubungan dengan relasi mertua dan menantu. Konflik antara mertua dan menantu banyak terjadi pada keluarga di mana mertua dan menantu tinggal dalam satu rumah. Konflik muncul karena adanya perbedaan karena perbedaan RAS, ekonomi, status sosial, karakter, keinginan, dan lain sebagainya. Konflik ini akan terus muncul bila tidak dilakukan usaha mitigasi atau pencegahan terhadap konflik tersebut. Oleh karena itu gereja juga harus peduli, dan memiliki peran cukup strategi dalam upaya mitigasi konflik tersebut dengan mengadakan bimbingan pranikah yang khusus membahas relasi mertua dengan menantu. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana menggagas peranan bimbingan pranikah dalam memitigasi konflik antara mertua dan menantu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan kajian literatur. Bimbingan pranikah adalah sebuah layanan yang dilakukan oleh gereja dalam mempersiapkan calon pasangan suami istri yang akan memasuki pernikahan. Bimbingan pranikah memiliki peranan yang cukup penting dalam memitigasi konflik mertua dengan menantu, karena menjadi wadah dalam mempersiapkan calon pasangan suami istri dengan melatih diri mereka menjadi sebuah keluarga, dan juga sebagai sarana untuk belajar manajemen konflik. Dengan belajar manajemen konflik maka saat pasangan suami istri akan mampu dengan bijaksana menyelesaikan konflik. Selain itu, setiap pasangan suami istri juga mampu untuk mempunyai sikap berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan orang lain dan berdamai dengan lingkungan.
Literasi Agama Melalui Media Sosial dan Dampaknya Pada Anak Muda Kristen Kristanto, Damacus Wisnu; Pujiono, Andrias
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.28

Abstract

Abstract: The influence of social media is enormous in the lives of modern humans, including young Christians. Social media can be both a medium and a source of learning, so it needs to be used optimally in the context of religious literacy. With content specifically designed to increase understanding and behavior that are in line with Christian faith, social media will be able to become a medium and learning resource that contributes to increasing Christian youth's religious literacy. The method in this scientific article is a quantitative method with literature studies. Here the author seeks, records, analyzes and concludes various relevant sources. Young Christians who have good vertical and horizontal relationships can increase understanding and encourage behavior through social media that features content related to religious literacy. Abstrak: Pengaruh media sosial sangat bersar terhadap kehidupan manusia modern termasuk anak muda Kristen. Media sosial dapat menjadi media dan sekaligus sumber belajar, sehinga perlu dimanfaatkan secara optimal dalam konteks literasi agama. Dengan konten yang dirancang khusus dalam peningkatan pemahaman dan perilaku yang sesuai iman Kristen, media sosial akan mampu menjadi media dan sumber belajar yang berkontribusi dalam peningkatan literasi agama anak muda Kristen. Metode dalam artikel ilmiah ini adalah metode kuantitatif dengan studi kepustakaan. Di sini penulis mencari, mencatat, menganalisis dan menyimpulkan berbagai sumber yang relevan. Hasilnya, bahwa media sosial dengan konten yang terkait literasi agama dapat meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku anak muda Kristen yang memiliki relasi vertikal dan horizontal yang baik
Memaksimalkan Pemanfaatan Tiktok Sebagai Media Pembelajaran dalam Membangun Kreativitas Siswa Pujiono, Andrias; Kanafi, Kanafi; Arifianto, Yonatan Alex
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 1: Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i1.129

Abstract

social media can be used as a learning medium. Tiktok is a social media that is specifically researched in building the creativity of students. In this article the method used is descriptive-analytical. Which analyzes various credible sources. Tiktok as a social networking application that is widely used by young people has creativity in it. This can be seen in the abundant variety of creative results that can be witnessed by its users, which ultimately encourages them to be creative. This spirit to be creative is supported by the ease of using features in the Tiktok application to produce content. In the end, students can easily produce a variety of content. From this study, it was concluded that Tiktok is a social media that is able to encourage the creativity of students. AbstrakMedia sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tiktok sebagai media sosial yang diteliti secara khusus dalam hubungannya membangun daya kreativitas peserta didik. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Yang menganalisis berbagai sumber kredibel. Tiktok sebagai aplikasi jejaring sosial yang banyak digunakan kaum  muda ini telah membawa nilai kreativitas di dalamnya. Hal ini tampak pada ragam hasil kreativitas melimpah yang dapat disaksikan oleh penggunanya, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk berkreasi. Spirit untuk berkreasi ini ditopang oleh kemudahan dalam menggunakan fitur di aplikasi Tiktok untuk menghasilkan sebuah konten. Yang pada akhirnya, dengan mudah para peserta didik dapat menghasilkan beragam konten. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Tiktok adalah media sosial yang mampu mendorong daya kreativitas peserta didik. 
Media Sosial sebagai Sumber Belajar bagi Generasi Z Pujiono, Andrias; Kanafi, Kanafi; Farida, Maraiati
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.80

Abstract

The main reason for this research is the attachment of Generation Z's life to social media. The author is interested in proving that social media is sufficient and interesting to be a source of learning for Generation Z. This research uses a literature study. With the established research stages, the authors can present a research result that can be accounted for. The result of this study is that social media can be used as a learning resource for Generation Z. However, teachers can be selective and provide appropriate references to students, which accounts and what types of social media contain educational content and those relevant to the theme—being studied. AbstrakLekatnya kehidupan Generasi Z dengan media sosial menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Penulis tertarik untuk membuktikan bahwa media sosial mencukupi dan menarik untuk dijadikan sumber belajar bagi generasi Z. penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Dengan tahapan-tahapan penelitian yang ditetapkan, penulis yakin dapat menyajikan suatu hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini adalah media sosial dapat dijadikan sumber belajar bagi generasi Z. Namun demikian, para guru dapat berupaya selektif dan mampu memberikan rujukan yang tepat kepada peserta didik, akun mana saja dan apa jenis media sosial yang memuat konten edukasi, serta yang relevan dengan tema yang sedang dipelajari.  
Konsep Merdeka Belajar menurut Ki Hajar Dewantara pada Kurikulum Merdeka dan Implementasinya dalam Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Setiawan, Samuel Agus; Pujiono, Andrias
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.198 KB) | DOI: 10.63576/ekklesia.v1i1.4

Abstract

Abstract: Changes in the increasingly advanced times affect all aspects of life including the world of Education. Education is an effort of every human being to foster social awareness. Through education, it is hoped that every human being will know a better quality of human civilization. Considering the characteristics of students in this era, the independence-based education model is a breakthrough regarding the concept of education adopted by an Indonesian educational figure, Ki Hajar Dewantara. Christian Religious Education as one of the compulsory subjects at every level of Education has a very important role in forming Godly and civilized human beings. The purpose of this paper is to examine the concept of Freedom of Learning according to Ki Hajar Dewantara in the Freedom of Learning curriculum and its implementation in Christian Religious Education in Schools. The research method used in writing this scientific journal is the Library Research method. The results of this research reveal that the essence of the independent learning curriculum inspired by Ki Hajar Dewantara can be understood through the two principles in the Among System. Based on the studies that have been carried out, it is identified that the concept of Freedom to Learn is very close to the pattern of Christian Religious education, so that in its application as long as it is applied with the correct principles it will produce students who are intelligent and have the character of Christ.Abstrak: Perubahan zaman yang semakin maju memengaruhi segala aspek dalam kehidupan termasuk dunia Pendidikan. Pendidikan adalah upaya manusia untuk menumbuhkan kesadaran melalui belajar. Melalui jalan pendidikan diharapkan setiap manusia memiliki ilmu pengetahuan menuju peradaban manusia berkualitas dan lebih baik. Menimbang dari karakteristik peserta didik pada zaman ini model pendidikan yang berbasis kemerdekaan adalah sebuah terobosan baru tentang konsep pendidikan yang diadopsi dari seorang tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Pendidikan Agama Kristen sebagai salah satu matapelajaran yang wajib ada pada setiap jenjang Pendidikan memiliki peranan yang sangat berpengaruh dalam membentuk manusia yang berkeTuhanan dan beradab sebagai manusia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji konsep Kemerdekaan Belajar menurut Ki Hajar Dewantara dalam kurikulum Merdeka Belajar serta mengimplementasikannya dalam Pendidikan Agama Kristen di Sekolah-sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan jurnal ilmiah ini adalah metode Library Research (studi kepustakaan) Hasil penelitian ini mengungkap esensi kurikulum merdeka belajar yang terinspirasi dari Ki Hajar Dewantara ini dapat dipahami melalui dua prinsip yang disebut dengan istilah Sistem Among. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan diidentifikasi bahwa konsep Merdeka Belajar sangat dekat dengan pola pendidikan Agama Kristen, sehingga dalampenerapannya selama diterapkan dengan prinsip yang benar akan menghasilkan siswa yang cerdas dan berkarakter Kristus.