Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (ORYZA SATIVA, L) TERHADAP STATUS CAPAIAN DESA DI KABUPATEN KONAWE Junus, Mursal
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v4i2.347

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui pendapatan Petani Padi Sawah yang diusahakan oleh petani saat ini (2) Mengetahui Status Capaian Desa Di Kabupaten Konawe dan faktor-faktor kendala, peluang dalam meningkatkan status capaian desa di kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wonggeduku, Kecamatan Abuki dan Kecamatan Tonggauna Kabupaten Konawe.Penentuan lokasi ditentukan secara sample area yakni pada daerah sentra produksi padi sawah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani padi sawah yang ada di Kecamatan Wonggeduku, Abuki, dan Tongauna diambil sebanyak 90 petani padi sawah di tiga kecamatan. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sensus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) rata-rata pendapatan sebesar Rp. 17.650.274/musim tanam dimana hal ini merupakan asset produktif bagi Kabupaten. Rata-rata jumlah tanggungan keluarga di ketiga kecamatan tersebut adalah 4 orang, yang jika dibagi sesuai pendapatan permusim tanam dalam 3 bulan maka tiap keluarga sudah berada di atas garis kemiskinan Provinsi maupun Nasional dengan pendapatan perorang sebesar Rp. 1.470.856/bln. (2) Kecamatan Wonggeduku, Abuki dan Tonggauna masuk dalam kategori kecamatan berkembang, dengan permasalahan pelayanan dasar yang masih minim seperti ketersediaan pasar dan bank yang merupakan objek vital dalam proses produksi dan peningkatan pendapatan petani padi sawah di ketiga kecamatan yang ada, responden yang ada di ketiga kecamatan rata-rata memiliki luasan lahan sawah sedang (< 2 ha) dan berada pada usia produktif. Desa yang berada pada kategori desa tertinggal di kecamatan Wonggeduku adalah desa Dawi-dawi, desa Lamokuni dan desa Langgonawe. Sedangkan desa tertinggal di kecamatan Abuki adalah desa Aleuti, desa Atodopi, desa Garuda. Serta kecamatan Tonggauna desa tertinggal adalah desa Andalambe dan desa Barowila.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Olo-Oloho Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe Saranani, Milawati; Ulyasniati, Ulyasniati; Junus, Mursal
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.203

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di  Desa Olo-Oloho Kecamatan Uepai Kabupaten konawe. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu dengan cara sengaja dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut merupakan daerah potensial dalam produksi usahatani padi sawah, analisis yang digunakan dalam ini menggunakan metode teknik deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan analisis SWOT. Rata-rata pendapatan yang diperoleh responden di Desa Olo-Oloho Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe adalah Rp. 32.450.163,-musim tanam, yang dihasikan dari pengurangan antara penerimaan yaitu Rp. 36.421.053,-dan biaya total yaitu 3.970.890,-. Hasil matrik IFAS dan EFAS posisi petanian Padi Sawah sistem kemitraan di Desa Olo-Oloho berada pada sel I yaitu tumbuh dan bina, artinya diperlukan usaha-usaha yang intensif untuk meningkatkan posisi persaingan melalui produk yang ada. Adapun strategi pengembangan usahatani Padi Sawah yang bisa digunakan adalah Strategi SO yaitu; 1). Perlu Penambahan modal melalui lembaga keuangan dengan bunga rendah, 2). Melaksanakan pendidikan informal bagi petani, dan 3). Kemudahan akses sarana dan prasarana usahatani.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Olo-Oloho Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe Saranani, Milawati; Ulyasniati, Ulyasniati; Junus, Mursal
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.203

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di  Desa Olo-Oloho Kecamatan Uepai Kabupaten konawe. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu dengan cara sengaja dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut merupakan daerah potensial dalam produksi usahatani padi sawah, analisis yang digunakan dalam ini menggunakan metode teknik deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan analisis SWOT. Rata-rata pendapatan yang diperoleh responden di Desa Olo-Oloho Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe adalah Rp. 32.450.163,-musim tanam, yang dihasikan dari pengurangan antara penerimaan yaitu Rp. 36.421.053,-dan biaya total yaitu 3.970.890,-. Hasil matrik IFAS dan EFAS posisi petanian Padi Sawah sistem kemitraan di Desa Olo-Oloho berada pada sel I yaitu tumbuh dan bina, artinya diperlukan usaha-usaha yang intensif untuk meningkatkan posisi persaingan melalui produk yang ada. Adapun strategi pengembangan usahatani Padi Sawah yang bisa digunakan adalah Strategi SO yaitu; 1). Perlu Penambahan modal melalui lembaga keuangan dengan bunga rendah, 2). Melaksanakan pendidikan informal bagi petani, dan 3). Kemudahan akses sarana dan prasarana usahatani.
BERBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BENTUK PRODUK JAMBU METE (Anacardium occindetale. L) YANG DIJUAL PETANI DI KECAMATAN GU KABUPATEN BUTON Junus, Mursal
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk bentuk kacang mete, variabel penggunaan bahan baku dan biaya produksi secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kacang mete yang dihsilkan . Hal ini ditunjukan dengan hasil uji statistic dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan t-hit sebesar 2,064. Selanjutnya untuk faktor sosial identitas petani responden seperti umur, pengalaman, pendidikan dan jumlah anggota keluarga menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap produksi kacang mete yang dijual. Sedangkan untuk bentuk produk biji gelondong variabel luas lahan, tenaga kerja secara parsial berpengaruh terhadap produksi biji gelondong yang dihasilkan, dengan uji statistic signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan t-hit sebesar 2,306. Selanjutrnya untuk factor Biaya produksi Harga jual. Umur, Pengalaman, Pendidikan menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap produksi biji gelondong yang dihasilkan. Untuk pemasaran kacang mete lebih banyak di jual kepada pedagang pengumpul antar Kabupaten, sedangkan biji mete gelondongan lebih banyak dipasarkan ke Kota Bau-bau.
Analisis Pendapatan Dan Kontribusi Usaha Perempuan Pedagang Sayur Keliling Di Desa Sendang Mulya Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe saranani*, milawati; Junus, Mursal
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26906

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan perempuan pedagang sayur keliling. dan untuk mengetahui besarnya kontribusi pendapatan perempuan pedagang sayur keliling terhadap pendapatan keluarga Di Kelurahan Sendang Mulya Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. Responden dalam penelitian yaitu perempuan pedagang sayur keliling di Kelurahan Sendang Mulya Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe. Jadi sampel peneliti ini adalah sebanyak 7 orang Perempuan Pedagang sayuran keliling. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kontribusi usaha. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan perempuan pedagang sayur keliling Di Kelurahan Sendang Mulya Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe yaitu rata-rata sebesar Rp. 3.772.381,- per bulan. Kontribusi pendapatan perempuan pedagang sayur keliling terhadap pendapatan keluarga Di Kelurahan Sendang Mulya Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe adalah sebesar 71,55%.
Kajian Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Hortikultura Buahan Sistem Dusung di Kota Ambon Provinsi Maluku 2022 Junus, Mursal; Sumiratin, Endang
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i2.353

Abstract

Horticultural production in the context of sustainable agriculture if it is managed optimally with local characteristics, from an income standpoint, it will have an effect on reducing poverty and providing employment, especially in rural areas as the basis for the highest poverty dominance. The purpose of this study was to analyze the potential income of fruit horticulture and the factors that influence the income of fruit horticulture farmers in the Dusung system in Ambon City. The research was conducted in 2014 at horticulture production centers in Hutumuri Village in South Leitimur District, Soya Village in Sirimau District and Hative Besar Village in Teluk Ambon District with a total sample of 88 farmers. The analysis used was multiple linear regression analysis and t test (α 0.05 %) for the significance of each variable. The results showed that the variables of land area, number of mangosteen trees, number of clove trees, number of durian trees partially had a significant effect on income received with a positive coefficient direction. While the age variable has a significant effect on income received with a negative coefficient direction. The largest fruit horticulture income is commodity types of mangosteen, salak, duku, nutmeg, durian and cloves. Of the total existing commodities, soya hamlet has the largest income level of 107,732 (Rp million/year), then Hutumry and Hative Besar hamlets respectively 74,795 (Rp million/year) and 70,147 (Rp million/year) with an average income of the three hamlets amounted to 84,229 (Rp million/year).