Riske Wijayanti, Anggia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN RUBBER BALL GRIP THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG MAWAR RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Nona, Ariesta Novianti; Riske Wijayanti, Anggia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25102

Abstract

Stroke merupakan salah satu jenis penyakit penyebab kecacatan dan kematian yang diakibatkan oleh tersumbatnya pembuluh darah serta akumulasi dari faktor resiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Salah satu masalah yang timbul adalah melemahnya kekuatan otot pada ekstermitas dan menghambat aktivitas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan penulis di ruang Mawar RSUD dr. R.C Hillers Maumere didapatkan dapatkan data stroke non hemoragik selama 3 bulan terakhir sebanyak 20 kasus. Stroke termasuk dalam kategori penyakit yang cukup tinggi setelah CKD dan Anemia Gravis. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemberian rubber ball grip therapy dengan tujuan untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan dengan latihan motorik. Latihan yang dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang-ulang dapat menimbulkan hipertrofi otot yang mengembalikan fungsi motorik pasien pasca stroke. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan study kasus. Tujuan penerapan ini adalah untuk mengetahui efektifitas rubber ball grip therapy pada pasien stroke. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan setelah diberi rubber ball grip therapy, terjadi peningkatan skala kekuatan otot dari skala 1 menjadi skala 3. Kesimpulan rubber ball grip therapy efektif meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke bila dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang-ulang. Diharapkan rubber ball grip therapy dapat dijadikan intervensi mandiri keperawatan dalam mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot pasien stroke.
STUDI KASUS : INTERVENSI TASK ORIENTED APPROACH (TOA) DALAM MENILAI TINGKAT KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK (SNH) DI RUANGAN FLAMBOYAN RSUD DR T.C. HILLERS MAUMERE Maya, Maria Helena Elvini Nona; Riske Wijayanti, Anggia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25310

Abstract

Stroke non hemoragik  (SNH) yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. SNH ini dapat mengakibatkan seorang pasien dapat lumpuh pada seluruh tubuh maupun sebagian, yang mengakibatkan aktivitas pasien terbatas. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan kemampuan beraktifitas salah satunya adalah Task Oriented Approach (TOA). Penelitian ini bertujuan agar mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada klien stroke non hemoragik dengan menggunakan intervensi Task Oriented Approach terhadap kemampuan aktivitas pasien di Ruang Flamboyan RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, sampel 1 klien dengan diagnose stroke non hemoragik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi identifikasi data dari hasil pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Terapi Task Oriented Approach dilakukan selama  3 hari. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan format pengkajian Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, observasi dan studi literatur. Hasil studi kasus di dapat diagnose keperawatan 1 sampel yaitu resiko perfusi cerebral dan gangguan mobilitas fisik. Penerapan terapi Task Oriented Approach menunjukan perbaikan pada hari ketiga pada klien. Skala aktivitas 2 dan kekuatan otot meningkat dari 2 menjadi 4 pada ekstremitas kiri. Didapatkan kesimpulan bahwa hasil penerapan Task Oriented Approach, skala aktivitas 2 dan klien sudah ada kemajuan terlihat pada kekuatan otot (dari 2 menjadi 4) yang mengalami peningkatan pada hari ketiga.