Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TERJADINYA OSTEOPOROSIS DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DINAS SOSIAL BINJAI PROVINSI SUMATERA UTARA Pakpahan, Hetti Marlina; Siregar, Ana Afriani
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 1 (2024): FEBUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i1.4212

Abstract

Osteoporosis merupakan suatu penyakit terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Pada lansia terjadi penurunan kualitas jaringan tulang hal ini dapat menimbulkan kerapuhan tulang dan menyebabkan fraktur. Kejadian osteoporosis dapat meningkatkan morbiditas pada lansia, hilangnya produktivitas, kematian dini dan peningkatan biaya kesehatan . Penyebab osteoporosis dapat disebabkan beberapa Faktor resiko dan sering tidak disadari oleh lansia, misalnya kebiasaan merokok dan minum dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menggambarkan faktoor-faktor resiko yang memmengaruhi osteoporosis pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dinas Sosial Binjai Provinsi Sumatera Utara. Jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia sebanyak 180 orang dan Sampel penelitian adalah seluruh lansia yang terdiagnosa osteoporosis yang terdapat dicatatan kesehatan lansia yaitu sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor osteoporosis pada lansia adalah : mayoritas usia lansia berkisar 74 – 85 tahun, jenis kelamin : perempuan, riwayat keluarga : tidak ada, ada kebiasaan merokok , kebiasaan minum alkohol : tidak ada, tidak ada riwayat fraktur, aktivitas fisik tidak rutin dan ada riwayat penyakit DM dan faktor menaupose pada lansia wanita mayoritas usia 49-50 tahun. Diharapkan lansia tetap melakukan kegiatan aktivitas fisik terutama melakukan olah raga seperti jalan dan senam osteoporosis secara teratur untuk mempertahankan kepadatan tulang lansia. Kepada UPT lansia agar memfasilitasi dan memotivasi lansia untuk tetap melakukan aktivitas selama 30 menit tiga kali seminggu dan sesuai dengan kemampuannya.
Effectiveness of the transcultural nursing model on nutritional care and patient satisfaction in a multicultural hospital in Maluku, Indonesia Latumenasse, Rony A.; Pakpahan, Hetti Marlina; Ponidjan, Tati Setyawati; Litaqia, Wulida
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i1.3064

Abstract

Multicultural hospitals face challenges in providing nutritional care that accommodates patients’ cultural beliefs and dietary practices. This study aimed to evaluate the effectiveness of the transcultural nursing model in improving nutritional care and patient satisfaction in a multicultural hospital setting in Japan. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was conducted at a Type B Regional General Hospital in Ambon, Maluku Province, Indonesia, from January to April 2025. A total of 120 adult inpatients were randomly assigned to an intervention group receiving culturally tailored nutritional nursing care based on Leininger’s Transcultural Nursing Model and a control group receiving standard nursing care. Data were collected using the Nutritional Care Satisfaction Scale (NCSS) and the Patient Satisfaction with Nursing Care Quality Questionnaire (PSNCQQ) and analyzed using parametric statistical tests with a significance level of p < 0.05. The intervention group demonstrated significantly greater improvements in nutritional care satisfaction and overall nursing care satisfaction than the control group (p < 0.01; Cohen’s d > 1.7). In conclusion, these findings indicate that the transcultural nursing model effectively enhances culturally sensitive nutritional care and patient satisfaction in multicultural hospital settings.