Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI UBI KAYU PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA TANAHMAS ANALYSIS OF EFFICIENCY AND ADDED VALUE OF CABIUM AGROINDUSTRY IN HOUSEHOLD INDUSTRY IN TANAHMAS VILLAGE Damayanti, Ursula; Aktiva, Eka Nopi; Fitriyana, Gsti
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i1.6313

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the costs, revenues, profits, profitability, efficiency and added value of cassava chips agroindustry in Tanahmas Village, Talang Kelapa District, Banyuasin Regency. The data processing method used in this study is the Hayami method to analyze the added value and profit, while the R/C is used to determine the efficiency of the cassava chips agroindustry. The results obtained that the total cost incurred in the cassava chips agroindustry was Rp. 9,192,847,- per month. The income obtained from the cassava chips agroindustry per month is Rp. 21,000,000, - with the profit earned per month of Rp. 11,807.15, -. The cassava chips agro-industry business in Tanahmas Village, Talang Kelapa District, can be said to be efficient where the R/C value is 2.28 with an added value of Rp. 9,622 per kg. Keywords:  agroindustry, profitability, efficiency, added value ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan, profitabilitas, efisiensi dan nilai tambah usaha agroindustri keripik  singkong di Desa Tanahmas Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini merupakan penelitian kasus dimana objek kasus adalah agroindustri rumah tangga di Desa Tanahmas Kecamatan Talang kelapa.  Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Hayami  untuk menganalisis nilai tambah  dan keuntungan, sedangkan untuk melihat efisien tidaknya usaha agroindustri keripik singkong menggunakan R/C. Hasil penelitian diperoleh total biaya yang dikeluarkan dalam usaha agroindustri keripik singkong sebesar Rp 9.192.847,- per bulan, Penerimaan yang diperoleh dari usaha agroindustri keripik singkong per bulan sebesar Rp 21.000.000,- dan keuntungan yang di peroleh per bulan Rp 11.807.15,-. Usaha agroindustri keripik singkong di Desa Tanahmas Kecamatan Talang Kelapa dapat dikatakan sudah efisien dimana nilai R/C sebesar 2,28 dengan nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 9.622 per kg. Kata Kunci:    agroindustri, profitabilitas, efisiensi, nilai tambah
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN NILAI TAMBAH KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) MENJADI TEMPE (Studi Kasus di UMKM Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju) Aktiva, Eka Nopi; Damayanti, Ursula
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2415

Abstract

Tempe adalah jenis makanan ciri khas Indonesia yang diketahui banyak orang di dunia. Umumnya tempe digunakan sebagai lauk dan makanan tambahan. Tempe berpotensi meningkatkan kesehatan dan harganya relatif murah sehingga menjdai alternatif makanan bergizi dan terjangkau masyarakat. Industri tempe merupakan industri kecil yang menyerap sejumlah besar tenaga  kerja,  baik  terkait  langsung dalam proses produksi maupun terkait dengan perdagangan bahannya. Prospek industri tempe sangat baik, pertumbuhan  permintaan  tempe  setelah tahun 1998 mencapai 4% per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya keuntungan dan kelayakan usaha industri rumah tangga tempe serta nilai tambah kedelai menjadi tempe di Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan kajian mendalam (Indepth study). Penelitian dilakukan di Kelurahan Plaju Kecamatan Plaju Kota Palembang Sumatera Selatan. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja. Penelitian dilaksanakan pada Januari sampai Februari 2022. Hasil perhitungan menunjukkan usaha pembuatan tempe kedelai memberikan  keuntungan Rp5.396.793 per satu bulan proses produksi (30) kali. Sedangkan keuntungan yang diperoleh setiap kilogram bahan baku kedelai sebesar Rp 3.598, Tingkat keuntungan 54,5%. Nilai tambah yang diperoleh dari kedelai menjadi tempe adalah sebesar sebesar Rp 6.598 per kilogram bahan baku kedelai.  Usaha pembuatan tempe kedelai ini dapat dikatakan layak untuk diusahakan karena hasil dari R/C adalah 1,29 yang berarti setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp 1,29.