Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Suhu, Derajat Keasaman (pH), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biologycal Oxygen Demand (BOD) dalam Air Limbah Domestik di Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo Ramadani, Randy; Samsunar, Sigit; Utami, Maisari
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 6, ISSUE 1, 2021
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.888 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol6.iss1.art2

Abstract

Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman, rumah makan (restaurant), perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama yang berpotensi mencemari lingkungan. Hal tersebut disebabkan oleh nilai suhu, derajat keasaman (pH), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biologycal Oxygen Demand (BOD) yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan analisa limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Analisis laboratorium terhadap sampel air limbah domestik dengan kode 063/AL/Lablingk_DLH/2021 meliputi penentuan suhu, pH, kadar COD dan BOD. Analisis suhu dilakukan dengan termometer, analisis pH dilakukan dengan pH meter, analisis COD dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan analisis BOD dilakukan dengan metode titrasi iodometri. Hasil yang didapatkan adalah nilai suhu sebesar 25,95 oC, nilai pH sebesar 7,415, nilai COD sebesar 13,299 mg/L dan nilai BOD sebesar 1,512 mg/L. Hasil analisa suhu, pH, COD dan BOD menunjukkan angka dibawah ambang batas baku mutu limbah domestik.
Analisis Kadar Padatan Tersuspensi Total (TSS) Dan Logam Krom Total (Cr) Pada Limbah Tekstil Di Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo Lestari, Agil; Samsunar, Sigit
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 6, ISSUE 1, 2021
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.836 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol6.iss1.art4

Abstract

 Limbah tekstil merupakan salah satu limbah cair yang sangat sering dijumpai dan berpotensi mencemarilingkungan. Hal ini disebabkan oleh tingginya pencemaran air dan derajat kekotoran air menunjukkanadanya zat padat TSS yang meningkatkan kepekatan limbah dan air limbah tekstil tersebut jugamengandung bahan-bahan pencemar yang sangat kompleks seperti logam Krom (Cr). BerdasarkanPeraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Standar baku mutu bagi airlimbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri tekstil untuk parameter padatan tersuspensi total (TSS)sebesar 50mg/L dan untuk parameter logam Krom Total (Cr) sebesar 1,0 mg/L Untuk mengatasi haltersebut perlu dilakukan analisis kadar TSS dan logam krom total apakah sudah sesuai dengan standarbaku mutu air limbah industri tekstil. Analisis kadar TSS dapat dilakukan dengan metode gravimetridan analisis kadar logam krom total menggunakan instrument AAS. Dari hasil analisis diperoleh bahwakadar TSS dan logam krom total dalam limbah tersebut masih dibawah ambang batas standar bakumutu air limbah yaitu sebesar 20 mg/L untuk kadar TSS dan logam krom total sebesar 0,112 mg/L.
Penentuan Kadar Amonia (NH3), Sulfur Dioksida (SO2) dan Total Suspended Particulate (TSP) Pada Udara Ambien di Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo Putri, Kartika Ananda; Samsunar, Sigit
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 5, ISSUE 2, 2020
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijcer.vol5.iss2.art4

Abstract

Analisis kandungan amonia, sulfida, dan total partikulat terlarut dilakukan di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo dengan mengacu pada SNI 19-7119.1-2005, SNI 7119-7:2017 dan SNI 7119-3:2017. Prinsip pengujian pada amonia dan sulfur dioksida adalah penjerapan gas udara ambien oleh impinger dilanjutkan analisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Sementara prinsip pengujian pada TSP (Total Suspended Particulate) adalah  udara ambien dihisap menggunakan pompa vakum dan dilewatkan pada filter. Jumlah partikel yang terakumulasi dalam filter dianalisis secara gravimetri. Hasil kadar sulfur dioksida sebesar 0,41µg/m3, angka TSP sebesar 123,7611 µg/m3 dan kadar amonia sebesar 0,0014 ppm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar sulfur dioksida dan TSP berada di bawah nilai ambang batas baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang masing-masing sebesar 150 µg/m3 dan 230 µg/m3 dan Kadar amonia juga berada di bawah nilai ambang batas baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996 yaitu dengan nilai kadar sebesar 2,00 ppm.