Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap Pencegahan Hipotermi pada Bayi Baru Lahir: Effects of Kangaroo Mother Care (KMC) on Prevention of Hypothermia in Newborns Parti; Malik, Sumiati; Nurhayati
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v2i2.56

Abstract

Most causes of infant death are problems that occur in newborn/neonatal (0-28 days old), Low Birth Weight Babies (LBW) is one of the factors which has a contribution to infant mortality, especially in the neonatal period. Infant Mortality Rate (IMR) is a benchmark in determining the degree of public health, both at the National and Provincial levels. This study aimed to determine the effect of the Kangaroo Mother Care Method (KMC) on the prevention of hypothermia in low birth weight infants at Morowali District Hospital in 2019. The type of research used was a quasi-experiment. The population is all low birth weight babies born from May to July 2019. The sample in this study was all newborns with low birth weight born from May to July 2019, totaling 30 babies. There is a difference (influence) on the baby's body temperature before and after KMC with a p-value=0,000. The kangaroo mother care can continue to be affiliated considering its benefits for both infants and mothers, as well as increasing the ability of health workers in conducting KMC so that they can provide in-house training for mothers to be carried out at home.
FAKTOR DOMINAN PENCETUS SERANGAN ASMA PADA PASIEN ASMA DI RSUD I LAGALIGO WOTU Silvah; Syarmila; Parti
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v14i1.144

Abstract

Asma adalah penyakit paru berupa proses keradangan di saluran napas yang mengakibatkan hiperrespon saluran napas terhadap berbagai macam rangsangan yang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas yang menyeluruh sehingga dapat timbul sesak napas yang reversible baik secara spontan maupun dengan terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dan desain cross sectional, Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari yang memenuhi kriteria sampel penelitian sebanyak 50 orang, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, jenis data yang digunakan data primer dan sekunder. Analisis univariat dengan distribusi karakteristik responden, dengan model presentase pada variable dan analisis bivariat menggunakan uji adalah uji alternatif dari Chi-Square yaitu Uji Fisher Exact Test dilanjutkan dengan melakukan uji multivariate menggunakan uji regresi logistic. Faktor pencetus serangan asma antara lain faktor alergi dengan p-value = 0,001, infeksi pernapasan dengan p-value = 0,001, perubahan cuaca dengan p-value = 0,001, lingkungan dengan p-value = 0,001, psikologi dengan p-value = 0,002,). Faktor dominan pencetus kejadian asma adalah faktor alergi dengan odd Ration 8,796 dan nilai sig. (p-value) sebesar 0,997 (>0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pencetus serangan asma antara lain factor alergi, infeksi pernapasan, perubahan cuaca, lingkungan, psikologi dengan serangan asma pada pasien asma dan faktor dominan pencetus kejadian asma adalah faktor alergi.
Teh Herbal Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa Mill) Terhadap Penurunan Kolesterol Pasien Hiperkolesterolemia di Puskesmas Nuha : Bawang Dayak Herbal Tea (Eleutherine Bulbosa Mill) to Reducing Cholesterol in Hypercholesterolemia Patients at Nuha Health Center Saktiawati; Parti
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.006 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2058

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan penyakit gangguan metabolisme kolesterol yang disebabkan oleh kadar kolesterol dalam darah yang melebihi batas normal. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memicu terjadinya stroke dan serangan jantung. Penanganan dan pengobatan diperlukan untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah sebagai upaya mencegah terjadinya dampak lebih lanjut dari hiperkolesterolemia. Salah satunya dengan pengobatan alternatif menggunakan tanaman herbal teh bawang dayak. tujuan penelitian, untuk mengetahui pengaruh pemberian teh herbal bawang dayak (Eleutherine bulbosa Mill) terhadap penurunan kolesterol pasien hiperkolesterolemia di Puskesmas Nuha, Kabupaten Luwu Timur. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancagan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Nuha Kabupaten Luwu Timur. Analisis data hasil penelitian dengan analisis univariat, bivariate dengan menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian teh bawang dayak (Eleutherine bulbosa Mill) terhadap penurunan kolesterol pasien hiperkolesterolemia dengan nilai pvalue = 0,00 < 0.05. Disarankan kepada masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal sebagai pengobatan alternative untuk mengurangi efek samping penggunanaan obat medis.
Factors Influencing Personal Protective Equipment Use Among Vanguard Officers During the COVID-19 Pandemic Widarti, Tri; Rudianti, Yulistiana; Niken, Elizabeth; Rahayu, Ibut Puji; Parti, Parti
Health Gate Vol 1, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70111/hg1202

Abstract

Cessation of drug use and the process of recovering from drug addiction is complicated and requires a long time, so it is not uncommon for a drug user who has undergone rehabilitation to experience a relapse or relapse. One of the efforts that can be made to foster resilience in drug users is providing Supportive Group Therapy. This study aimed to determine the effect of supportive group therapy on the resilience of drug users after rehabilitation. The research design used was one group pretest and posttest. The population in this study were all post-rehabilitation drug users at Pondok Loka Jaya Taha Mulia Bhakti Foundation, Blitar Regency, totaling ten people, and the entire population was used as the sample. The independent variable in this study is supportive group therapy, and the dependent variable is resilience. This research was conducted on June 10-22, 2019, at Pondok Loka Jaya Yayasan Tahta Mulia Bhakti Nusantara in Blitar Regency. Based on the Wilcoxon signed rank test, the value of p = 0.005 with α = 0.05 means that there is an effect of supportive group therapy on the resilience of drug users after rehabilitation.