Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assessment Awal Struktur Bangunan Pertokoan di Kota Banda Aceh Akibat Tsunami 2004 Siddiq, Ilham; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.27142

Abstract

Korosi atau yang lebih umum disebut pengkaratan merupakan suatu proses degradasi material logam yang diakibatkan oleh reaksi elektrokimia dengan senyawa lain dan lingkungannya. Korosi baja tulangan menyebabkan pengembangan volume baja tulangan sehingga selimut beton yaitu bagian beton yang melindungi baja tulangan dapat mengalami keretakan atau terkelupas. Hal ini sangat membahayakan bagi pengguna suatu struktur tersebut karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan dan hancurnya suatu struktur beton bertulang. Bencana tsunami 2004 di Provinsi Aceh telah mengakibatkan banyak kerugian material dan non-material salah-satunya kerusakan bangunan pertokoan di Kota Banda Aceh. Dampak yang masih berlangsung hingga saat ini berupa kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan yang terkena air tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan pertokoan yang terkena dampak tsunami 2004 di Kota Banda Aceh. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan inspeksi awal terhadap beberapa bangunan pertokoan, selanjutnya ditentukan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2 km dari bibir pantai, dan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2,5 km dari bibir pantai untuk dilakukan assessment terhadap kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan tersebut dengan metode visual assessment menggunakan Formulir Pemeriksaan Kerusakan Bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan pertokoan dengan kategori rusak sedang dan 1 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km, sedangkan 1 bangunan dengan kategori rusak sedang dan 2 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2.5 km dari bibir pantai. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai mempunyai tingkat kerusakan yang lebih tinggi.
Design of a Teaching Module for Drawing Electrical Installations in the Technical Drawing Course at SMKN 2 Meulaboh Siddiq, Ilham; Baihaqi
Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/fryx5w91

Abstract

The Technical Drawing course is part of the curriculum at SMK Negeri 2 Meulaboh, West Aceh, particularly for students specializing in Electrical Power Installation Engineering. Electrical installation diagrams play a crucial role in designing installation processes, as projects can only be implemented through drawings equipped with specific electrical symbols. Given that the Technical Drawing course at SMK Negeri 2 Meulaboh predominantly uses lecture-based methods, the researcher aims to develop a module to facilitate the learning process. The chosen methodology is Research and Development (R&D), which involves a systematic process for developing or optimizing a product. The research instruments include a validation sheet to test the feasibility of the designed module and a questionnaire to gather responses regarding its use. The validation results from media experts, subject matter experts, and language experts achieved percentages of 86%, 87%, and 90%, respectively, indicating that the designed module for drawing electrical installations is highly feasible for implementation in the Technical Drawing course. Meanwhile, the questionnaire results show an average percentage of 87% across all indicators, proving that the module is "Highly Feasible" for use in the Technical Drawing course.