Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala dan solusi dalam pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar pada kecamatan Abeli kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model kesenjangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling yaitu subjek dipilih dengan pertimbangan status akreditasi sekolah sehingga subjek yang dipilih adalah SDN 33 Kendari (akreditasi A), SDN 58 Kendari (akreditasi B) dan SDN 23 Kendari (akreditasi C). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif presentase. Hasil penelitian diperoleh data: (1) SDN 33 Kendari, SDN 58 Kendari dan SDN 23 Kendari belum mencapai SPM karena untuk mencapai SPM, sekolah harus memperoleh tingkat pencapaian 100%. Pelaksanaan SPM oleh SDN 33 Kendari sebesar 83,68% dengan kategori baik, pelaksanaan SPM di SDN 58 Kendari sebesar 82,75% dengan kategori baik. Begitupula pelaksanaan SPM di SDN 23 Kendari sebesar 83,46% dengan kategori baik, (2) kendala yang dihadapi adalah terbatasnya alat peraga matematika sehingga mempengaruhi kualiatas pembelajaran matematika di kelas, penerapan kurikulum 2013 khususnya penerapan RPP belum maksimal (RPP masih sebatas kewajiban pemenuhan syarat administratif), rendahnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian mata pelajaran matematika (masih cenderung ke penilaian kognitif), kurangnya keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan RKT maupun peningkatan kualitas pendidikan, (3) solusi yang dapat dilakukan untuk pemenuhan standar pelayanan minimal yang dihadapi adalah membuat skala prioritas pengadaan alat peraga matematika secara bertahap maupun program peningkatan kreatifitas guru dalam membuat alat peraga sederhana, pelatihan/workshop penerapan pembelajaran dalam kurikulum 2013 dan penyusunan instrumen penilaian mata pelajaran matematika, serta peran aktif komite sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan.