Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKASISWAMELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA KELAS VIIIA SMP NEGERI 1 LAKUDO Ena, Asrina; Ikman, Ikman; Kodirun, Kodirun
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.938 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v7i1.8243

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus ada dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A dengan jumlah 20 orang. Penelitian ini merupakan Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGTdi kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lakudo. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan dari keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar matematika. Untuk keterlaksanaan pembelajaran, yaitu keterlaksanaan pembelajaran dari guru dan siswa. Keterlaksanaan pembelajaran untuk siklus I guru mencapai 94,74% dan siswa mencapai 67,11%, siklus II mencapai 94,74% oleh guru dan 72,37% oleh siswa. Untuk hasil belajar matematika,dari 20 orang siswa hanya 9 siswa yang mencapai KKM, meningkat pada hasil tes siklus I menjadi 11 orang siswa dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 16 orang siswa. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah hasil belajar matematika siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lakudo pada pokok bahasan Operasi Aljabar dapat ditingkatkan melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF TERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 KENDARI Hamlin, Randita Cahyani; Salam, Mohammad; Kodirun, Kodirun
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.938 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v7i1.8246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 8 Kendari yang diajar dengan model pembelajaran integratif, 2) deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 8 Kendari yang diajar dengan model pembelajran konvensional, dan 3) perbedaan pengaruh model pembelajaran integratif dan model pembelajran konvensional pada kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 8 Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 8 Kendari. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggun akan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran integratif diperoleh nilai terendah 35, nilai tertinggi 90, mean 66,67., median 65,00, modus 65, standar deviasi 13,814., dan varians 190,833.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 3 KULISUSU Agustin, Fella; Kodirun, Kodirun; Suhar, Suhar
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.849 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v5i1.7308

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kulisusu. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik random class. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian instrumen berupa lembar observasi dan tes hasil belajar matematika siswa berbentuk tes uraian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa: (1)Ketercapaian pembelajaran oleh guru selama 5 pertemuan berturut turut adalah 68,42%, 73,68%, 89,47%, 94,74%, dan 100% sedangkan keaktifan siswa selama 5 pertemuan berturut-turut adalah 57,81%, 64,06%, 70,31%, 73,31%, dan 78,13%, (2)Hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kulisusu sebelum diajar dengan model pembelajaran probing prompting materi SPLDV memiliki nilai rata-rata 52,06 sedangkan setelah diajar dengan model pembelajaran probing prompting materi himpunan memiliki nilai rata-rata 74,47 (3)Hasil uji-t diperoleh thitung =19,811 > ttabel =2,1199, Ho ditolak berarti terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran probing prompting terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kulisusu.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Perbedaan Gender Ulfa Sari, Dian; Adam, Pasrun; Kodirun, Kodirun; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.913 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi matematis pada siswa perempuan dan siswa laki-laki dengan gaya belajar auditori kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa perempuan dengan gaya belajar auditori pada konten quantity, siswa belum mampu menggunakan alat matematika; pada bagian space and shape, siswa mampu melalui semua proses dalam literasi matematis; pada bagian change and relationships, siswa belum mampu melalui tahap merumuskan dan merencanakan strategi, memahami bahasa, menggunakan simbol dan melakukan operasi formal, serta belum mampu menggunakan alat matematika;  (2) Siswa laki-laki dengan gaya belajar auditori pada bagian quantity, siswa belum mampu melalui tahap matematisasi, merumuskan dan merencanakan strategi, dan menggunakan alat matematika; pada bagian space and shape dan change and relationships siswa mampu melalui semua proses dalam literasi matematis.Kata kunci: Kemampuan Literasi Matematis, Gaya Belajar Auditori, Gender  Abstract: The purpose of this study was to find out the mathematical literacy abilities of male and female students with auditory learning style eight class Kendari State Middle School 2. The research method used in this study is exploration research with a qualitative approach. The results showed that, 1) Female students with auditory learning style on the content quantity, students have not been able to go through the stages of use mathematical tools; In space and shape, students are able to go through all the processes in mathematical literacy; In change and relationship content students have not been able to go through the stages of , formulate and plane strategies, understand language, use symbols and carry out formal operations and use mathematical tools; (2) Male students with auditory learning style on the content quantity, students have not been able to go through the stage of  mathematics, formulating and planning strategies and being able to use mathematical tools; In space and shape and change and relationships students are able to go through all the processes in mathematical literacy. Keywords: Literacy on Math, Auditory Learning Style, Gender
Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terstruktur Dan Tidak Terstruktur Terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Muli, La; Kodirun, Kodirun; Ruslan, Ruslan
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.409 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8143

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan model pembelajaran berbasis  masalah terstruktur dan tidak terstruktur terhadap kemampuan penalaran matematika siswa SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kendari. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random class. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan penalaran matematik siswa berbentuk tes uraian dan lembar observasi. Data dianalisis  dengan menggunakan  statistik deskriptif  dan statistik inferensial  dengan uji hipotesis  menggunakan Uji F (One  Way  Anova)  dari  data  kemampuan penalaran matematik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan penalaran matematik siswa yang diajar dengan model PBM terstruktur sebesar 71,05, siswa yang diajar dengan model PBM tidak terstruktur sebesar 58,08, dan siswa yang diajar dengan kombinasi  model PBM terstruktur dan PBM tidak terstruktur sebesar 60,16; (2) Ada perbedaan   kemampuan penalaran matematik antara siswa yang diajar dengan menggunakan model PBM terstruktur, PBM tidak terstruktur, dan kombinasi PBM terstruktur dan PBM tidak terstruktur; (3) Kemampuan penalaran matematik siswa yang diajar dengan  menggunakan  model  PBM terstruktur  lebih baik dari siswa  yang yang diajar dengan menggunakan  model PBM tidak terstruktur;  (4) Kemampuan  penalaran matematik  siswa yang diajar dengan menggunakan  model PBM terstruktur  lebih baik dari siswa  yang yang diajar dengan  menggunakan  kombinasi  model PBM terstruktur dan  PBM  tidak  terstruktur;  dan (5) Tidak  terdapat  perbedaan  kemampuan  penalaran matematik antara siswa yang diajar dengan menggunakan model PBM tidak terstruktur dan  siswa  yang  diajar  dengan  menggunakan  kombinasi  model  PBM  terstruktur  dan PBM tidak terstrukturKata kunci: penalaran matematik, pembelajaran terstruktur dan pembelajaran terstruktur tidak terstruktur.    Abstract: This study aims to examine the effectiveness of structured and unstructured problem-based learning models on mathematical reasoning abilities of junior high school students. The population in this study were all IX grade students of SMP Negeri 5 Kendari. Sampling in this study uses a random class technique. Data collection techniques were carried out by giving the students a mathematical reasoning ability test in the form of a description test and observation sheet. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics by testing hypotheses using the F (One Way Anova) test from the data of students' mathematical reasoning abilities. The results showed that: (1) mathematical reasoning abilities of students taught with a structured PBM model amounted to 71.05, students taught with an unstructured PBM model amounted to 58.08, and students taught with a combination of structured PBM models and PBMs were not structured as large as 60,16; (2) There are differences in mathematical reasoning abilities between students taught using a structured PBM model, unstructured PBM, and a combination of structured PBM and unstructured PBM; (3) Mathematical reasoning abilities of students taught using a structured PBM model are better than students who are taught using an unstructured PBM model; (4) Mathematical reasoning abilities of students taught using structured PBM models are better than students who are taught using a combination of structured PBM models and unstructured PBMs; and (5) There is no difference in mathematical reasoning abilities between students taught using unstructured PBM models and students taught using a combination of structured PBM models and unstructured PBM Keywords: mathematical reasoning, structured learning and structured structured learning.
Efektivitas Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar R, Rasmiati; Anggo, Mustamin; Kodirun, Kodirun
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1159.113 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 48 Eemokolo dan SD Negeri 18 Tedubara dengan jumlah siswa 104 orang. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan menggunakan dua teknik, yaitu purposive sampling dan random sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial pada . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas V di SD Negeri 48 Eemokolo dan SD Negeri 18 Tedubara mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan. Proses pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik dan pembelajaran langsung terlaksana dengan baik, siswa terlibat dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Secara signifikan, siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan pembelajara langsung. Jadi, penerapan pendekatan pembelajaran matematka realistik lebih efektif daripada penerapan pembelajaran langsung terhadap hasil belajar matematika.
Analisis Kemampuan Pembuktian Matematis Siswa SMA Terhadap Matriks Ditinjau Dari Pengetahuuan Awal Matematika Hermanto, Hermanto; Kodirun, Kodirun; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.714 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8144

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga siswa SMA Negeri 6 Kendari yang terdiri dari satu siswa dengan pengetahuan awal tinggi, satu siswa dengan pengetahuan awal sedang, dan satu siswa dengan pengetahuan awal rendah. Instrumen dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu instrumen utama yang adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data yang dilakukaan dengan pemberian tes pembuktian matematis dan wawancara. Kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian terhadap materi matriks diidentifikasi melalui kemampuan siswa dalam beragumentasi secara logis dan menggunakan simbol yang benar atau berdasarkan logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi, sedang dan rendah kurang mampu dalam melakukan pembuktian matematis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pengetahuan awal matematika tinggi lebih memiliki kemampuan pembuktian matematis dibandingkan dengan siswa yang memiliki pengetahuan awal sedang dan rendah.Kata Kunci: Kemampuan Pembuktian Matematis, Pengetahuan Awal Matematika.Abstract: This research is an explorative research with qualitative approach. The subjects of this research were three students of SMA Negeri 6 Kendari consisting of one student with high prior knowledge, one student with moderate prior knowledge, and one student with low prior knowledge. There are two kinds of Instruments in this research, the main instrument that is the researcher himself and the auxiliary instrument as a supporter. Data collection techniques conducted with mathematical proving tests and interviews. he students 'ability to prove the matrix subject is identified through the students' ability to logically argue and use the correct or logical symbols. The results showed that students with high, moderate and low prior mathematical knowledge were less able to perform mathematical prove. In addition, the results showed that students with a high prior mathematical knowledge had more mathematical proving capability than students with moderate and low prior knowledge. Key words: Mathematical proving Ability, Prior Knowledge of Mathematics
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Pendekatan RME Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Dan Self Regulated Learning Siswa SMA Sidu, Sabaruddin; Busnawir, Busnawir; Kodirun, Kodirun
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.575 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i2.6859

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran koopeatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan dengan model pembelajaran koopeatif tipe STAD dengan pendekatan tanpa RME; (2)mendeskripsikan Self-regulated learning siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran koopeatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan model pembelajaran koopeatif tipe STAD tanpa pendekatan RME; (3) mendeskripsikan hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematika dan self-regulated learning; dan (4) mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME yang dilakukan guru. Penelitian ini menggunakan desain pretes-postes desaign control. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA Negeri 8 Konawe Selatan yang berjumlah 111 orang. Sampel penelitian terdiri atas 1 kelas yang diajar dengan tipe STAD dengan pendekatan RME dan 1 kelas yang diajar dengan tipe STAD tanpa pendekatan RME. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket self-regulated learning, yang masing-masing reliabilitasnya 0,841 dan 0,950. Pengujian hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata atau statistik uji-t dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa pendekatan RME; (2) terdapat perbedaan peningkatan self-regulated learning siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa pendekatan RME; (3) penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan RME dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik  dan self-regulated learnin siswa.Kata kunci:  Kooperatif STAD, Pendekatan RME, Pemecahan Masalah Matematika Dan Self-Regulated Learning. Abstract: This study aims: (1) to describe an increase in mathematical problem solving abilities of students who are learning using the STAD type coopeative learning model with the RME approach compared to the STAD type coopative learning model with an approach without RME; (2) describe Self-regulated learning students who get learning using the STAD type coopeative learning model with the RME approach compared to the STAD type coopeative learning model without the RME approach; (3) describe the relationship between mathematical problem solving abilities and self-regulated learning; and (4) describe the learning process by using the STAD type cooperative model with the RME approach that the teacher does. This study used a village design control pretest-posttest. The population of the study was all students in class X of SMA Negeri 8 Konawe Selatan, totaling 111 people. The study sample consisted of 1 class taught with the STAD type with the approach of RME and 1 class taught with the STAD type without the RME approach. The research data was obtained through tests of mathematical problem solving abilities and self-regulated learning questionnaires, each of which had reliability of 0.841 and 0.950. Hypothesis testing uses the two average difference test or t-test statistic using the SPSS program. The results showed: (1) there were differences in the improvement of students' mathematical problem solving abilities taught by STAD type cooperative learning with the RME approach compared to STAD type cooperative learning without the RME approach; (2) there are differences in the increase in self-regulated learning of students taught by STAD type cooperative learning with the RME approach compared to STAD type cooperative learning without the RME approach; (3) the application of STAD type cooperative learning with the RME approach can improve mathematical and self-regulated problem solving skills in learning students. Keywords: cooperative STAD, RME approach, mathematical problem solving and self-  regulated learning
Studi Eksploratif Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMPN 1 Kendari dalam Menyelesaikan Masalah Matematik Ditinjau dari Gaya Kognitif Indrawati, Wa Ode; Kodirun, Kodirun; Mukhsar, Mukhsar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.194 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7144

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan profil kemampuan  representasi matematis siswa SMPN 1 Kendari ditinjau dari gaya kognitif impulsif dan untuk mengungkapkan profil kemampuan representasi matematis siswa SMPN 1 Kendari ditinjau dari gaya kognitif reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Siswa yang bergaya kognitif impulsif belum mampu membuat representasi simbolik yakni belum mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis, belum mampu membuat representasi gambar yakni belum mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dan belum mampu membuat representasi verbal yakni belum mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis; (b) Siswa yang bergaya kognitif reflektif mampu membuat representasi verbal yakni mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis, belum mampu membuat representasi gambar yakni belum mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dan tidak mampu membuat reprsentasi simbolik yakni tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis.Kata kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Gaya Kognitif Abstract: Objective of the study was to disclose students’ mathematical representation ability profile viewed from impulsive cognitive style and to disclose students’ mathematical representation ability profile in terms of reflective cognitive style. The results showed that: (a) Students with impulsive cognitive style are unable to create symbolic representations, such as making mathematical expression models, are unable of making image representations, such as drawing pictures or graphics to solve problems, and are unable of making verbal representation such as using written words or texts; (b) Students with cognitive reflective style are able to make verbal representations such as using written words or texts, are able of making image representations, such as making pictures or graphics, and are unable to make symbolic representations, such as solving problem by making a mathematical expression model. Keywords: Mathematical Representation Ability, Cognitive Style
Penerapan Pendekatan Problem Solving Ditinjau Dari Self-Regulated Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Landita, Asriana; Kodirun, Kodirun; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.805 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6787

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan problem solving dan pendekatan saintifik ditinjau dari Self-Regulated learning. Pengambilan dua sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random class.Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan komunikasi matematis siswa berbentuk tes uraian, angket self-regulated learning dan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji hipotesis menggunakan Uji ANAVA dengan RAK dan Uji t Beda Dua Rataan dari data N-Gain kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Secara signifikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan problem solving lebih tinggi daripada pendekatan saintifik; (2) Secara signifikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan problem solving lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan pendekatan saintifik ditinjau dari Self-Regulated Learning.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W adam, Pasrun Agustin, Fella Ainun Zariah Aisah . Anisa Anisa Anwar Bey Anwar Bey Aprilia . Arisona Aryanti, Mery Asrina Ena Ays Karlina Ayu Putri Fajar Bahriyanti Bahriyanti Busnawir Busnawir Busnawir Darmawangsa Darmawangsa Darmawangsa Darmawangsa Dewi Sanrasri Fortuna Rasak Dorce Banne Pabunga, Dorce Banne Elvita Beliana Viktor Ena, Asrina Fahyuddin Febriyanti Tahir Frisman Saleh Gusti Ngurah Adhi Wibawa Hafiludin Samparadja Hafiludin Samparadja Hamlin, Randita Cahyani Hardianti Hardianti Hasmal Hasmal Hasnawati Hasnawati Hendra Nelva Saputra Hermanto Hermanto Hermin Hermin Hidayat Ahmad Ikhwatun Muzayarah Ode Ikman Ikman Ikman, Ikman Ikman, Ikman Ili, La Indrawati, Wa Ode Jafar Jazuli, La Ode Ahmad Kadir Kadir La Arapu La Arapu La Arapu La Arapu La Arapu La Arapu La Masi La Masi La Masi La Ndia La Ndia Lambertus Lambertus Lambertus Lambertus, Lambertus Landita, Asriana Latief Sahidin Limpu, Agus Makklau, Makklau Makkulau Makkulau Mery Aryanti Misu, La Mohamad Salam Muhammad Sudia Muhammad Sudia Mukhsar . Muli, La Mustamin Anggo Muthahharah Idris Nana Sumarna Nana Sumarna Nela Arya Putri Nini Ratna Sari Novita Kumala Sari R, Rasmiati Rahmad Prajono Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Ramlin Ramlin Randita Cahyani Hamlin Rifal, Muhammad Risman Alifin Saleh Saleh Salim Salim Salim Salim, Salim Samparadja, Hafiludin Saputri, Wa Ode Yuliana Sidu, Sabaruddin Sitti Ramalan Solly Aryza Suhar Suhar Suhar, Suhar Suhar, Suhar Syaiful Akbar Ulfa Sari, Dian Wa ode Fauziah Wa Ode Fikrahayu Darmin Wa Ode Haliana Windi Aprilia Yuningsih, Sima Yusdiana Yusdiana Zahra, Fiqra Purnama Zamsir Zamsir Zamsir Zamsir Zamsir Zamsir