Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Arahan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Kota Makassar Pratama, Ramanda; Aksa, Kamran; Jaya, Baso
Journal of Urban Planning Studies Vol 4 No 3 (2024): Journal of Urban Planning Studies, Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jups.v4i3.524

Abstract

This research aims to determine the water catchment areas in Batua Village, Manggala District, Makassar City and to formulate control over land conversion of water catchment areas in Batua Village, Manggala District, Makassar City. This research is used as consideration and reference material in quantitative analysis. The variables in this research include topography, population, land value, accessibility, facilities and infrastructure, and environmental carrying capacity. The analysis methods used in this research are Correlation Analysis and SWOT Analysis. In terms of the influence of population, land value, accessibility, on land conversion. The strategy used to formulate control over land conversion is utilizing policies to stabilize the growth of facilities and infrastructure in Batua Village, arranging facilities and infrastructure based on the 2015-2034 Makassar City RTRW and structuring residential areas based on the 2015-2034 Makassar City RTRW.
Analisis Mitigasi Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Daud, Andriani Y.; Syafri, Syafri; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran lokasi potensi rawan bencana tanah longsor di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, menganalisis dampak dan resiko dari bencana tanah longsor di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju dan menganalisis strategi mitigasi bencana tanah longsor di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berfokus pada mitigasi bencana tanah longsor di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaksanakan selama kurag lebih 3 (tiga) bulan mulai Oktober hingga Desember 2024. Menggunakan informan utama (peneliti) dan pendukung (masyarakat terdampak) yang dipilih melalui purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer meliputi kondisi fisik dan lingkungan, sedangkan data sekunder berasal dari sumber eksternal seperti BPS dan literatur ilmiah. Teknik analisis mencakup analisis spasial dengan GIS (ArcGIS 9.3) dan wawancara menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.  Berdasarkan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Kalukku memiliki potensi tinggi terhadap longsor karena kondisi geologinya yang didominasi oleh batuan vulkanik yang mudah lapuk. Selain itu, wilayah ini memiliki kemiringan lereng yang curam (>40%) serta curah hujan tinggi yang semakin meningkatkan risiko longsor. Faktor tektonik akibat pertemuan tiga lempeng utama juga berkontribusi terhadap ketidakstabilan tanah. Longsor di Kecamatan Kalukku berdampak besar pada infrastruktur, lingkungan, dan sosial-ekonomi masyarakat. Kerusakan jalan, jembatan, serta rumah penduduk sering terjadi, menyebabkan terganggunya akses transportasi dan aktivitas ekonomi. Dampak lingkungan meliputi degradasi tanah dan sedimentasi sungai yang berisiko memicu banjir. Dari sisi sosial, masyarakat mengalami trauma, kehilangan tempat tinggal, dan mata pencaharian.Strategi mitigasi mencakup pemetaan daerah rawan, reforestasi untuk meningkatkan stabilitas tanah, pembangunan sistem drainase yang baik, serta edukasi masyarakat tentang tanda-tanda longsor. Selain itu, pemasangan sistem peringatan dini dan penerapan kebijakan tata ruang berbasis risiko sangat diperlukan untuk mengurangi dampak bencana. This study aims to 1) analyze the distribution of potential landslide-prone locations in Kalukku District, Mamuju Regency; 2) analyze the impacts and risks of landslides in Kalukku subdistrict, Mamuju district; and 3) Analizyng landslide disaster mitigation strategy in Kalukku subdistrict, Mamuju ditrict. This research is a qualitative descriptive study focusing on landslide disaster mitigation in Kalukku subdistrict, Mamuju district, West Sulawesi, conducted over approximately three (3) months from October to December 2024. The study involved primary informants (researchers) and supporting informants (affected communities) selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Primary data included physical and environmental conditions, while secondary data were obtained from external sources such as the Central Bureau of Statistics and scientific literature. The analytical techniques included spatial analysis using GIS (ArcGIS 9.3) and interviews using Miles and Huberman's interactive model. The findings of this study indicate that Kalukku subdistrict has a high potential for landslides due to its geological conditions, which are predominantly composed of easily weathered volcanic rocks. Additionally, the area features steep slopes (>40%) and high rainfall, further increasing the landslide risk. Tectonic factors resulting from the convergence of three major tectonic plates also contribute to soil instability. Landslides in Kalukku subdistrict significantly impact infrastructure, the environment, and the socio-economic conditions of the community. Frequent damage to roads, bridges, and residential houses disrupts transportation access and economic activities. Environmental impacts include soil degradation and river sedimentation, which may trigger flooding. Socially, the community faces trauma, loss of homes, and livelihoods. Mitigation strategy include mapping hazard-prone areas, reforestation to enhance soil stability, constructing proper drainage systems, and educating the public on landslide warning signs. Additionally, the installation of early warning systems and the implementation of risk-based spatial planning policies are essential to reducing disaster impacts.
Kerawanan Bencana Banjir Di DAS Kecamatan Suli Kabupaten Luwu Syam, Esse; Latief, Rudi; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v7i2.6058

Abstract

Kecamatan Suli merupakan salah satu kawasan yang menjadi langganan banjir di Kabupaten Luwu terutama kawasan yang berada di daerah aliran sungai (DAS). Bencana banjir tersebut menimbulkan banyak kerugian.  Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji serta menganalisis penyebab kerawanan bencana banjir, wilayah kerawanan bencana banjir di Kecamatan Suli Kabupaten Luwu menggunakan parameter-parametersignifikan yang mempengaruhi terjadinya banjir serta merumuskan strategi penanganan kerawanan banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif untuk data yang dihasilkan dari analisis Weighted Overlay serta metode kualitatif dengan analisis teoritical deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 faktor penyebab bencana banjir di Kecamatan Suli Kabupaten Luwu serta memetakan tingkat kerawanan banjir dengan memperhatikan 6 aspek lalu menerapkan metode scoring memberikan bobot parameter yang berpengaruh signifikan terhadap penentuan wilayah sebaran kerawanan bencana banjir di DAS Kecamatan Suli Kabupaten Luwu dengan metode overlay terhadap parameter yang berpengaruh banjir secara signifikan. Selanjutnya hasil pemetaan kerawanan banjir di DAS Kecamatan Suli Kabupaten Luwu diperoleh kesimpulan bahwa tingkat sangat rawan banjir menyebar di bagian hilir DAS Kecamatan Suli sedangkan daerah yang tidak rawan berada dibagian hulu atau yang memiliki topografi yangb berada di dataran tinggi. Suli District is one of the areas that is prone to flooding in Luwu Regency, especially areas located in river basins (DAS). The flood disaster caused many losses. This study aims to examine and analyze the causes of flood disaster vulnerability, flood disaster prone areas in Suli District, Luwu Regency using significant parameters that affect flooding and formulating flood vulnerability management strategies. This study uses a quantitative method approach for data generated from the Weighted Overlay analysis and a qualitative method with descriptive theoretical analysis. The results of the study showed that there were 5 factors causing flood disasters in Suli District, Luwu Regency and mapping the level of flood vulnerability by considering 6 aspects and then applying the scoring method to provide parameter weights that significantly influence the determination of the distribution area of flood disaster vulnerability in the Suli District Watershed, Luwu Regency with the overlay method on parameters that significantly influence flooding. Furthermore, the results of flood vulnerability mapping in the Suli District Watershed, Luwu Regency concluded that the very flood-prone level was spread in the downstream part of the Suli District Watershed, while areas that were not prone were in the upstream part or those with topography that was in the highlands.
Analisa Indeks Kinerja Embung Sekru Di Kabupaten Fak-fak Sudarman, Sudarman; Jaya, Baso; Budi Purnama Putra, Made
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19382

Abstract

Aset dan infrastruktur sangat penting untuk dijaga keamanannya, selain memberikan manfaat besar juga mengandung potensi resiko besar menjadi bencana jika terjadi kegagalan (yang disebabkan oleh faktor eksternal atau faktor internal). Terjadinya kegagalan suatu bangunan, selain disebabkan oleh kejadian alam yang luar biasa, dapat juga disebabkan antara lain oleh kondisi fisik bangunan yang sudah menurun, kerusakan internal, tidak berfungsinya prasarana bangunan, permasalahan sedimentasi dan berbagai faktor dalam pengelolaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa indeks kinerja dari Embung Sekru, ditinjau dari Kondisi Aspek Fisik Bangunan, Aspek Aspek Operasi dan layanan, Aspek Sistem Keamanan dan Lingkungan, dan Aspek Kelembagaan . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan. Adapun informan dalam penelitian ini adalah, Petugas OP, dan Masyarakat setempat. Hasil perhitungan penilaian kinerja, Aspek Fisik Bangunan 81,55 % , Aspek kinerja Operasi dan layanan Embung 30,0 %, Aspek kinerja Sistem keamanan bangunan dan lingkungan 14,80 %, dan Aspek kinerja Kelembagaan Embung. 45,30 %,.
Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal Pada Sekitar Kawasan Pertambangan PT Indonesia Weda Bay Park: Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Lelief Kabupaten Halmahera Tengah Asdan, Asdan; Syafri, Syafri; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v6i1.3859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak aktivitas pertambangan PT IWIP terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat lokal di Kawasan Perkotaan Lelilef, Kec. Weda Tengah, Kab. Halmahera Tengah, serta merumuskan strategi adaptasi di masa depan. Metode kuantitatif dengan analisis korelasi dan Analisis SWOT digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan PT IWIP signifikan memengaruhi perubahan sosial ekonomi Suku Sawai di Kawasan Perkotaan Lelilef, mencakup mata pencaharian, pendapatan, kondisi lingkungan, lapangan kerja, dan aspek sosial ekonomi lainnya. Strategi yang diusulkan melibatkan: memberikan hak prioritas kepada masyarakat lokal dalam rekrutmen tenaga kerja pertambangan; mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian, perkebunan, hortikultura, dan perikanan tangkap dengan teknologi modern; memberikan bantuan pembiayaan modal dan infrastruktur, khususnya jalan menuju lahan potensial di luar konsesi WIUP PT IWIP; serta mendiversifikasi mata pencaharian melalui pola nafkah ganda untuk anggota keluarga usia produktif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjawab tantangan sosial ekonomi di masa mendatang, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. This research aims to analyze the impact of PT IWIP mining activities on the socio-economic changes in the local community of Lelilef Urban Area, Weda Tengah Subdistrict, Central Halmahera Regency, and formulate future adaptation strategies. A quantitative approach with correlation analysis and SWOT analysis was employed. The findings indicate that PT IWIP's mining activities significantly influence the socio-economic changes of the Sawai Tribe in the Lelilef Urban Area, encompassing livelihoods, income, environmental conditions, employment, and other socio-economic aspects. Proposed strategies involve prioritizing local communities in mining workforce recruitment, supporting local economic development based on agriculture, plantations, horticulture, and modernized fishing, providing financial assistance, and infrastructure, particularly roads to potential areas outside PT IWIP's concession. Additionally, encouraging livelihood diversification for productive-age family members is suggested. These measures aim to address future socio-economic challenges, emphasizing community empowerment and human resource development
Efektivitas Pemetaan Terintegrasi Dengan Pemanfaatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Pada Program Strategis Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Kabupaten Bantaeng Ruskin, Andi Musdar; Muhibuddin, Andi; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemetaan terintegrasi dengan pemanfaatan Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  (Citra Satelit Resolusi Tinggi) dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Bantaeng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya cakupan pendaftaran tanah di wilayah tersebut dan perlunya inovasi metode pemetaan yang lebih efisien dan akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed method, dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran lapangan. Sampel yang digunakan dalam studi ini terdiri dari 94 bidang tanah yang mewakili populasi 1.344 bidang. Analisis dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode pemetaan konvensional dengan metode fotogrametri berbasis Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  dari segi waktu pelaksanaan, efisiensi tenaga kerja, biaya operasional, serta jumlah bidang tanah yang berhasil dipetakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Peta Foto UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  secara signifikan meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pemetaan dalam pelaksanaan PTSL. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis terhadap percepatan program PTSL serta menjadi acuan pengembangan kebijakan teknis pemetaan tanah berbasis teknologi modern. Penerapan teknologi geospasial seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone  menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital pertanahan nasional. Kajian ini juga memberi gambaran konkret tentang optimalisasi sumber daya dalam pelaksanaan PTSL di daerah dengan keterbatasan akses dan SDM. This study aims to examine the effectiveness of integrated mapping through the utilization of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Photo Maps (High-Resolution Satellite Imagery) in supporting the implementation of the National Strategic Program for Complete Systematic Land Registration (PTSL) in Bantaeng Regency. The background of this research is based on the still low coverage of land registration in the region and the need for innovative mapping methods that are more efficient and accurate. The research employs a mixed-method approach, with primary data collected through observation, interviews, documentation, and field measurements. The sample used in this study consists of 94 land parcels representing a population of 1,344 parcels. The analysis was conducted to compare the effectiveness of conventional mapping methods with UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone-based photogrammetric mapping in terms of implementation time, labor efficiency, operational costs, and the number of land parcels successfully mapped. The results indicate that the use of UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone Photo Maps significantly enhances the efficiency and quality of mapping results in the implementation of PTSL. This study is expected to provide practical contributions to accelerating the PTSL program and to serve as a reference for the development of technical policies on modern technology-based land mapping. The application of geospatial technology such as UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Drone s represents an important step in supporting the digital transformation of national land administration. This study also provides a concrete overview of resource optimization in the implementation of PTSL in areas with limited access and human resources.
Pengaruh Nilai Tanah Terhadap Rencana Detail Tata Ruang Di Kawasan Emas Garongkong Kabupaten Barru Rahman, Mohammad Reza; Jaya, Baso; Latief, Rudi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi berbagai pihak, seperti investor, pengembang, pemerintah, dan masyarakat lokal. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan yang berkelanjutan dan adil, serta melindungi kepentingan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskriptif dengan pendekatan regresi berganda unuk menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi nilai tanah. Selain itu, analisisi SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan misi, tujuan, dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi terhadap keberlajutan Rencana Detil Tata Ruang antara lain penerapan kajian lingkungan hidup strategis, penegakan AMDAL, pengawasan berkelanjutan dan perlindungan akses lahan masyarakat lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mejadi acuan bagi pemerintah daerah, Masyarakat dan sektor swasta dalam merancang kebijakan dan keberlanjutan Pembangunan dan insfrastruk di Kawasan Emas Garongkong Kabupaten Barru. This research aims to provide useful information for various parties, such as investors, developers, the government, and the local community. This information can be used to support sustainable and equitable area development, as well as to protect community interests. The research methods used are descriptive quantitative and descriptive qualitative with a multiple regression approach to analyze the factors influencing land value. In addition, SWOT analysis is used to formulate development strategies for the mission, goals, and government policies. This study recommends several strategies for the sustainability of the Detailed Spatial Plan, including the implementation of strategic environmental assessments, enforcement of AMDAL (Environmental Impact Analysis), continuous supervision, and protection of local community land access. The results of this research are expected to serve as a reference for local governments, communities, and the private sector in designing policies and sustainability of development and infrastructure in the Garongkong Gold Area, Barru Regency.
Percepatan Pemetaan Bidang Tanah Pada Program PTSL Dengan Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/Pesawat Nirawak Di Kabupaten Jeneponto Salim, M. Fikri Hasymi; Syafri, Syafri; Jaya, Baso
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7660

Abstract

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) membutuhkan metode pemetaan yang efisien dan akurat untuk mempercepat proses legalisasi aset masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/pesawat nirawak dalam pemetaan bidang tanah sebagai alternatif terhadap metode ekstraterestris konvensional. Studi kasus dilakukan di Kabupaten Jeneponto, dengan membandingkan hasil deliniasi UAV terhadap data referensi dari metode ekstraterestris pada empat jenis tutupan lahan: permukiman, sawah, kebun, dan empang. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif terhadap akurasi luas bidang (dengan batas toleransi ±0,5L), efisiensi waktu, biaya, dan personil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UAV mampu mempercepat proses pemetaan hingga 5 kali lebih cepat dibanding metode ekstraterestris, dengan rata-rata waktu 7,7 menit per bidang. Dari segi biaya, UAV memberikan efisiensi sebesar 77,1% pada seluruh jenis lahan. Ketelitian hasil pemetaan UAV juga cukup tinggi, terutama pada lahan sawah (83,33% bidang sesuai toleransi) dan permukiman (80,56%), sedangkan lahan kebun menunjukkan tingkat ketelitian rendah (hanya 9,38% bidang sesuai toleransi) karena batas bidang sulit diidentifikasi dari udara. Kesimpulannya, UAV merupakan teknologi yang efektif untuk percepatan pemetaan dalam program PTSL, terutama pada area terbuka seperti sawah dan empang. Namun, diperlukan mitigasi terhadap kendala seperti cuaca buruk dan keterbatasan SDM melalui pelatihan teknis dan perencanaan operasional yang tepat. The Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) requires efficient and accurate mapping methods to accelerate the process of land legalization for the community. This study aims to analyze the effectiveness of using Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) as an alternative to conventional terrestrial methods for land parcel mapping. A case study was conducted in Jeneponto Regency by comparing UAV-based parcel delineation results with reference data from terrestrial methods across four land use types: residential, rice fields, plantations, and fishponds. The research employed quantitative analysis to assess area accuracy (with a tolerance threshold of ±0.5L), time efficiency, cost, and manpower. Results show that UAVs can accelerate the mapping process up to five times faster than terrestrial methods, with an average of 7.7 minutes per parcel. In terms of cost, UAV implementation yielded a 77.1% efficiency across all land types. The accuracy of UAV mapping was notably high in open areas, particularly rice fields (83.33% parcels within tolerance) and residential areas (80.56%), while plantation areas showed lower accuracy (only 9.38% within tolerance) due to unclear boundaries in aerial imagery. In conclusion, UAVs are an effective technology for accelerating mapping activities in the PTSL program, especially in open and unobstructed terrain. However, challenges such as weather conditions and technical capacity need to be addressed through training and strategic operational planning.