Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemilikan Hak Atas Tanah Pertanian Absentee Dalam Perspektif Maqashid Syariah Rustiana, Eka; Hidayat, Kholid
JATISWARA Vol. 37 No. 2 (2022): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v37i2.395

Abstract

Artikel ini membahas permasalahan kepemilikan hak atas tanah pertanian yang bersifat absentee dalam perspektif maqashid syariah, dengan tujuan untuk mengetahui problematika dan kepemilikan hak mengenai tanah pertanian yang bersifat absentee. Kepemilikan tanah absentee yang telah dilarang di indonesia dalam praktikya masih terus teradi. Ketentuan khusus yang mengatur tentang seluk beluk pertanahan dan juga larangan terhadap kepemilikan tanah absentee termuat dalam dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), menggunakan analisis deskriptif sehingga dapat diperoleh hasil yang kemudian digunakan sebagai masukan dalam eksplanasi hukum terkait dengan larangan kepemilikan tanah absentee dan langkah pertimbangan hukum sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyatakan, masih banyak praktik kepemilikan tanah pertanian absentee. Proses perpindahan harta melalui pewarisan yang diterima oleh ahli waris menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi adanya pemilikan tanah absentee. Sesuai dengan tujuan syara’ terhadap penghormatan tiap individu, ada lima hal inti yang diberikan Islam sebagai bentuk perlindungan berupa perlindungan terhadap agama, perlindungan jiwa, perlindungan akal, perlindungan kehormatan dan perlindungan terhadap harta benda. Perlindungan hak terhadap harta benda yang dimiliki akibat pewarisan, dan mengupayakannya secara aktif sesuai dengan aturan perundang-undangan adalah bentuk kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku supaya tercapai kemaslahatan.
IMPLEMENTATION OF PRODUCTIVE WAQF IN JOGOKARIYAN MOSQUE PERSPECTIVE OF LAW NO. 41 OF 2004 Hidayat, Kholid; Rustiana, Eka
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i3.20355

Abstract

Wakaf, seperti halnya zakat, infak, dan sedekah, menekankan tugas dan tanggung jawab bersama serta mendorong jaminan sosial dari kemajuan ekonomi. Paradigma wakaf produktif menggunakan harta benda wakaf dan manajemen produksi untuk membentuk kelompok wirausaha. UU No. 41 Tahun 2004 mendorong pembaharuan dan perluasan penatausahaan barang wakaf untuk memaksimalkan potensi wakaf Indonesia. Penatausahaan wakaf produktif Masjid Jogokariyan Yogyakarta berdampak padakehidupan sosial ekonomi Kampung Jogokariyan. Peneliti lapangan mewawancarai pengurus Masjid Jogokariyan, Jln Jogokaryan No. 36, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bank syariah seperti Bank Mandiri Syariah mengelola wakaf yang bermanfaat. Pembaharuan umat (umum) juga dilakukan. Pembelajaran pengelolaan masjid dengan strategi rekrutmen berbasis media sosial modern yang mencerminkan nazhir wakaf profesional. Hal ini karena pengelola masjid menerbitkan laporan keuangan dan aspirasi serta berkonsultasi dengan pengurus masjid dan masyarakat desa Jogokariyan Yogakarta. UU 41 Tahun 2004 mengatur tentang wakaf di Masjid Jogokariyan.