Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penyelesaian Konflik Pertanahan Tanah di Indonesia Septiyanto, Muhamad Naufal; Mardiyanti, Siti; Wulandari, Mona
Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan Vol 5, No 2 (2023): JURNAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/khk.v5i2.7959

Abstract

Perkembangan sengketa dan konflik pertanahan, baik secara kualitas maupun kuantitas selalu mengalami kenaikan, penyebabnya antara lain adalah luas tanah yang tetap, sementara jumlah penduduk yang memerlukan tanah untuk memenuhi kebutuhannya selalu bertambah dan adanya akumulasi konflik kepentingan antara pemilik tanah (perorangan, masyarakat adat, badan hukum swasta, pemerintah) dengan perseorangan atau badan hukum swsata lainnya. Masalah pertanahan muncul ketika kewenangan (Hak Menguasai Negara) diperhadapkan dengan Hak Asasi Warga Negara, khusunya hak milik individu dan hak komunal (tanah ulayat). Sengketa dan konflik pertanahan sekarang ini lebih banyak konflik dan sengketa vertical yaitu konflik dan sengketa antara masyarakat dengan pemerintah atau pihak yang berwenang. Secara sepintas, yang terlihat memang konflik horizontal antara masyarakat dengan pengusaha/investor dan atau badan usaha milik Negara (BUMN). Namun dibalik itu, sebenarnya rakyat sedang berhadapan dengan Negara yang ‘melindungi’ para pengusaha dan badan usaha milik Negara. Benturan ini tidak perlu terjadi jika politik pertanahan dan politik hukum pertanahan mampu menjaga keseimbangan antara Hak Menguasai Negara dengan Hak Asasi Manusia karena kedua-duanya diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera Linn.) Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Farhah, Amelia; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.9732

Abstract

Cutibacterium acnes is the main bacteria that causes acne. Acne is a skin infection that is common and often complained about. Acne is an obstructive skin disease and chronic inflammation of the pilosebaceous glands, which is characterized by the appearance of comedones, papules, pustules and nodules. Treatment of acne can be done with the help of antibiotics. However, continuous use of antibiotics can cause resistance. This study aims to test the antibacterial activity by using natural ingredients, namely ethanol extract of coconut husk (Cocos nucifera L.) against Cutibacterium acnes. The study was carried out by extracting coconut husk simplicia using maceration method using 96% ethanol solvent. From the extraction results obtained, the antibacterial activity was then tested using the well diffusion method. The results obtained were that the ethanol extract of coconut husk contained tannins, flanonoids, saponins and terpenoids. The results of the antibacterial activity test showed that 7.5% coconut husk ethanol extract produced an inhibitory zone diameter of 7.05 mm, 10% extract produced an inhibitory zone diameter of 13.05 mm, and 12.5% extract produced an inhibitory zone diameter of 14 . 15 mm with strong antibacterial properties.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) Terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Penyebab Jerawat Putri, Denis Syah; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2024.v2i2.9738

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang menjadi banyak perhatian dari berbagai kalangan. Jerawat adalah penyakit inflamasi kronis folikel pilosebasea yang ditandai dengan terbentuknya papul, pustul ataupun nodul. Jerawat dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah infeksi bakteri. Cutibacterium acnes merupakan bakteri gram positif yang memiliki peran utama dalam patogenesis jerawat. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan berbagai cara baik dengan sediaan topikal maupun oral. Akan tetapi pengobatan tersebut memiliki efek samping berbahaya seperti terjadinya resistensi bakteri. Oleh karena itu, bahan alam menjadi alternatif dalam pengobatan jerawat. Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan bahan alam yang secara tradisional digunakan untuk berbagai pengobatan, salah satunya adalah  sebagai antijerawat. Tanaman meniran mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang dapat bertindak sebagai agen antibakteri pada bakteri penyebab jerawat. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun meniran terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Daun meniran diekstraksi menggunakan metode maserasi dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun meniran memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak
Formulasi, Uji Stabilitas, Dan Sifat Fisik Emulsi Minyak Jarak (Ricinus Communis. L) Dengan Variasi Emulgator Endrasti, Gresia Adriel; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12590

Abstract

Emulsi merupakan suatu sistem heterogen yang secara termodinamika tidak stabil, terdiri dari paling sedikit dua fase cairan yang tidak bercampur. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi, melakukan uji stabilitas, dan mengevaluasi sifat fisik emulsi minyak jarak (Ricinus communis. L) dengan variasi emulgator. Tiga jenis emulgator yang digunakan adalah Na-CMC, kombinasi Tween 80 dan Span 80, serta PGA (gom arab), dengan variasi konsentrasi. Evaluasi dilakukan terhadap organoleptik, homogenitas, pH, tipe emulsi, dan dilakukan uji stabilitas fisik. Uji stabilitas fisik dilakukan selama 4 minggu, dengan pengamatan sediaan dilakukan setiap minggu, dari minggu pertama hingga minggu keempat pada suhu kamar (25-35°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan emulgator sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan kualitas fisik emulsi yang dihasilkan. Uji stabilitas diperlukan untuk menilai ketahanan produk emulsi selama periode penyimpanan. Hasil penelitian stabilitas sediaan dari ketiga emulgator yang paling terbaik adalah PGA (Gom Arab) dengan konsentrasi 30%. 
Optimizing Ultrasonic Extraction of Enhalus acoroides to Enhance Physicochemical Traits and Antioxidant Activity Mardiyanti, Siti; Anwar, Effionora; Desmiaty, Yesi; Sadiah, Siti
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v10i3.419

Abstract

Enhalus acoroides is a seagrass species known for its antioxidant potential due to its flavonoid content, including quercetin. This study aimed to optimize the extraction time using the ultrasound-assisted extraction (UAE) method based on physicochemical parameters and antioxidant activity. The simplicia was extracted for 20, 30, and 40 minutes, each in triplicate, using 96% ethanol acidified with 1% HCl. The results demonstrated that extraction time significantly influenced the physicochemical properties, including yield (highest at 30 minutes: 40.2%), total phenolic content (1.153 mg GAE/g), total flavonoid content (0.318 mg QE/g), quercetin content (0.316 mg/g), and antioxidant activity (IC₅₀ = 58.44 ppm), whereas no significant effect was observed on total ash content. Qualitative phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. Based on these findings, a 30-minute extraction time is recommended as the optimal condition for obtaining E. acoroides extract with the highest antioxidant activity.
Formulasi dan Uji Stabilitas Krim Tabir Surya Mengandung Titanium Dioksida (TiO2) dengan Variasi Emulgator: Formulation and Stability Test Sunscreen Cream Containing Titanium Dioxide (TiO2) With Emulgator Variations Yulianti, Rizky Dwi; Mardiyanti, Siti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i2.138

Abstract

The use of sunscreen creams can protect the function of human skin structures from the negative effects of UV rays. This study aims to formulate sunscreen cream preparations with variations of polysorbate and sorbitan emulgators to determine the physical characteristics of cream preparations and determine the stability of sunscreen cream preparations containing titanium dioxide (TiO2) to SPF (Sun Protection Factor) values. This research uses laboratory experimental methods. The active ingredient used is TiO2, which is a physical blocker by reflecting UV radiation. Polysorbate and sorbitan are the emulgator combinations used in this study. Sunscreen cream preparations were formulated into four formulas by combining and varying the concentration of polysorbate and sorbitan emulgators. FI contained polysorbate 60 (3%) and sorbitan 60 (2%), FII polysorbate 80 (2.5%) and sorbitan 80 (2.5%), FIII polysorbate 60 (2.75%) and sorbitan 80 (2.25%), and FIV polysorbate 80 (3.25%) and sorbitan 60 (1.75%). Furthermore, the preparations were evaluated and tested for stability (cycling test,) as well as effectiveness determination tests (SPF, and %TE). The results showed that different combinations and variations in the concentration of polysorbate and sorbitan emulgators in the four formulas had an influence on the physical characteristics and stability of the preparation. And the results of the determination of the effectiveness of sunscreen cream have an influence of UV exposure on the in vitro effectiveness of sunscreen cream (SPF, and %TE).