Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : RUBINSTEIN

ANALISIS PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE DALAM PERENCANAAN DESA DI DESA GEMPOL SARI KECAMATAN SEPATAN TIMUR KABUPATEN TANGERANG Falevi, Reza; Wawanudin
RUBINSTEIN Vol. 3 No. 1 (2024): RUBINSTEIN (juRnal mUltidisiplin BIsNis Sains TEknologI & humaNiora)
Publisher : LP3kM Buddhi Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/rubin.v3i1.2694

Abstract

Tata kelola pemerintahan yang baik merupakan cerminan pembangunan desa yang baik pula. Penelitian ini memberikan gambaran pelaksanaan good governance dalam Perencanaan di Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang, dengan menganalisis pelaksanaan prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam Perencanaan Desa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan good governance dalam Perencanaan Desa Gempol Sari dan mengetahui hambatan dalam pelaksanaan good governance dalam perencanaan desa.  Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan good governance telah berjalan dengan baik sesuai dengan indikator dari penelitian namun masih belum optimal. Hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan perencanaan Desa Gempol Sari yakni masih banyaknya aspirasi masyarakat yang tidak ditampung oleh pihak pemerintahan desa yang menimbulkan kesalahan persepsi masyarakat. Selain itu, masih terbatasnya jumlah dan kompetensi SDM operator desa dalam memfasilitasi penyusunan perencanaan desa. Kendatipun pelaksanaan perencanaan desa telah berjalan namun kualitas pelaksanaannya relatif masih kurang optimal, ditandai dengan adanya kelompok masyarakat yang tidak diikutsertakan dalam pelaksanaan perencanaan desa. Adanya pemahaman di masyarakat bahwa dokumen perencanaan tidak dianggap penting, namun yang dipentingkan adalah program kerja yang diusulkan oleh masyarakat dapat direalisasikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DESA WISATA GUNUNG DAGO DI DESA DAGO KECAMATAN PARUNG PANJANG KABUPATEN BOGOR Kurniadin, Muhamad Firdaus; Wawanudin
RUBINSTEIN Vol. 2 No. 2 (2024): RUBINSTEIN (juRnal mUltidisiplin BIsNis Sains TEknologI & humaNiora)
Publisher : LP3kM Buddhi Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/rubin.v2i2.2706

Abstract

Desa Dago, terletak di Kabupaten Bogor, adalah desa wisata yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang memukau dan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja wisata alam di Desa Dago, mengidentifikasi bentuk pemberdayaan masyarakat oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan mengevaluasi upaya pemerintah desa dalam mengembangkan Wisata Gunung Dago. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk mendalam pemahaman tentang dinamika lokal. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan kunci termasuk aparatur kecamatan, pengurus LMDH, pejabat pemerintah desa, dan masyarakat lokal di kawasan wisata Gunung Dago. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMDH telah memainkan peran kritis dalam tiga tahapan pemberdayaan masyarakat: penyadaran, pendayaan, dan peningkatan kapasitas. Proses penyadaran berfokus pada meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi ekonomi dan sosial dari pengembangan pariwisata. Pendayaan melibatkan memberi masyarakat kemampuan untuk mengambil keputusan dan partisipasi aktif dalam pengelolaan wisata. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan dan penyediaan sumber daya yang memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kesimpulannya, Wisata Gunung Dago telah membawa dampak positif yang luas, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Inisiatif oleh LMDH dan pemerintah desa telah mengubah Desa Dago menjadi model untuk pengembangan wisata pedesaan yang berkelanjutan di Indonesia. Namun, tantangan tetap ada, termasuk memastikan bahwa pertumbuhan wisata berkelanjutan dan inklusif, serta mengelola sumber daya alam dengan cara yang tidak merugikan lingkungan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji pengaruh jangka panjang dari kegiatan ini dan mengidentifikasi strategi terbaik untuk mitigasi dampak negatif.