Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sarkasme dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye kajian: stilistika kontekstual. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat yang terurai sebagai berikut membaca secara cermat dan berulang, memahami bentuk sarkasme, menelaah isi bacaan, mencatat kutipan, menyeleksi atau mengelompokan kutipan sesuai bentuk sarkasme, menganalisis, mendeskripsikan hasil analisis, dan membuat kesimpulan. Analisis data pada penelitian ini diperoleh dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan yang ditemukan pada gaya bahasa sarkasme melalui kajian stilistika kontekstual yaitu sarkasme sifat, sarkasme tindakan, sarkasme hasil dari tindakan, sarkasme himbauan, dan sarkasme sebutan, masing-masing bentuk sarkasme tersebut mengandung nilai-nilai sosial, antara lain nilai material, nilai vital dan nilai rohani. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penelitian ini sarkasme sifat lebih dominan nilai vital dan nilai rohani, karena berkaitan dengan hasrat atau keinginan mempertahankan kekuasaan, citra diri demi kepentingan pribadi, moralitas, kebijakan, dan karakter manusia. Sarkasme tindakan lebih dominan nilai vital, karena berkaitan dengan keberlangsungan hidup, kekuasaan, dan eksistensi individu dalam sistem sosial. Sarkasme hasil dari tindakan lebih dominan nilai material dan vital, karena hasil tindakan tersebut sering berkaitan dengan kekayaan, status sosial, atau dampak terhadap hidup orang lain. Sarkasme himbauan lebih dominan nilai vital, karena menyangkut usaha mempertahankan martabat, keselamatan, dan eksistensi diri dalam situasi tertentu. Sarkasme sebutan lebih dominan nilai vital dan nilai material, karena sering berhubungan dengan pencitraan, kehormatan, keserakahan, kekayaan, status sosial, keadilan, dan pengaruh kekuasaan.