Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Islamika

PERAN SOSIAL HADITH DAN SIGNIFIKASI SEJARAHNYA MENURUT MUHAMMAD ASAD nabil amir, ahmad
JURNAL ISLAMIKA Vol 4 No 2 (2021): jurnal ISLAMIKA
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jsi.v4i2.2846

Abstract

Makalah ini menyorot fikrah hadith Muhammad Asad (1990-1992) dan kontribusinya dalam pemahaman hadith kontemporer. Ia membincangkan kefahaman asas tentang hadith yang dirumuskan dalam karya-karyanya seperti Sahih al-Bukhari The Early Years of Islam; Islam at The Crossroads (bab “Hadith and Sunnah” dan “The Spirit of the Sunnah”); This Law of Ours and Other Essays; The Road to Mecca dan The Message of the Qur’an. Pengaruh hadith ini turut ditinjau daripada artikelnya dalam jurnal Arafat dan makalahnya yang lain terkait tema-tema hadith dan sunnah dan pemahaman serta cabarannya di abad moden, seperti tulisannya “Social and Cultural Realities of the Sunnah”. Reka bentuk kajian adalah bersifat deskriptif, analitis, historis dan komparatif. Kajian cuba mengembangkan ide dan fikrah hadith yang dirumuskan Asad dari perspektifnya yang moden dan membandingkannya dengan pemikiran-pemikiran sejarah yang krusial terkait prinsip hadith yang dibawakan oleh pemikir Islam yang lain. Dapatan kajian menyimpulkan bahawa Muhammad Asad telah memberikan sumbangan yang penting dalam pemikiran hadith di abad moden dengan hasil penulisannya yang prolifik dan substantif, termasuk terjemahan dan syarahannya yang ekstensif terhadap Sahih al-Bukhari yang memuatkan komentar-komentar yang baru dan analisis sejarahnya yang mendalam terhadap kitab ini. Ia merumuskan pertentangan-pertentangan hukum dan istinbat-istinbat fuqaha dan muhaddith dalam tradisi syarah hadith yang kritis. Ia turut merespon pertikaian-pertikaian asas yang dibangkitkan oleh golongan orientalis dan intelektual yang skeptis terhadap riwayat-riwayat sejarah dalam tradisi hadith
Ahmad Dahlan dan Pergerakan Muhammadiyah: Idea-idea Pembaharuan dalam Konteks Kebudayaan dan Sejarah nabil amir, ahmad
JURNAL ISLAMIKA Vol 8 No 01 (2025): JURNAL ISLAMIKA
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jsi.v8i01.8945

Abstract

The paper aims to analyze the influence of Kiyai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) in inaugurating Islamic modernism in Indonesia by investigating his role and involvement in Muhammadiyah. The modern reform movement was inspired by profound moral and religious factors and its puritanical cause leading to the formation of Muhammadiyah in 18 November 1912. The objective of study is to reveal the underlying philosophy and framework that inspired the religious struggle of Muhammadiyah and the pioneering role of Ahmad Dahlan in organizing its modern ideal and social spirit. The study is based on qualitative framework in the form of literature survey that analyze technical and scientific data using empirical, descriptive and historical approaches. The finding shows that Ahmad Dahlan had bring decisive impact on Islamic modernism by bringing into perspective the tawhidic and puritanical aspect of Muhammadiyah that projected its modern and ethical tradition and consciousness. Its rising influence in modern context was driven by an extensive network of Muhammadiyah’s activist and missionaries that help to realize its dakwah aspiration that emphasized on moral and intellectual development and its meaningful and practical impact on society. It highlighted the social aspect that drive the cosmopolitan vision of Muhammadiyah and the strength of its organization, widely held as the largest and most organized and systematic Islamic movement in the world.