Ida Rosyidah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANEJEMEN PENINGKATAN MUTU MADRASAH Khilda Indriati Karimah; Ida Rosyidah
Jurnal Isema : Islamic Educational Management Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Islamic Educational Managament
Publisher : Laboratorium Jurusan S1 Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/isema.v1i2.4988

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang bahwa pendidikan mempunyai tugas membentuk sumberdaya manusia yang bermutu. Agar madrasah dapat memiliki sikap dinamis, kreatif, dan inovatif dalam melaksanakan peningkatan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar alamiah, kondisi objektif, manajemen peningkatan mutu madrasah meliputi kebijakan, perencanaan pelaksanaaan, pengawasan, dan hasil manajemen peningkatan mutu madrasah di MA Baabussalaam Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metodelogi pendekatan kualitatif metode deskriptif teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan menyalin. Sedangkan dalam menganalisis data digunakan analisis dengan penafsiran deskripsi semata. Menurut PP No.19 tahun 2005 disebutkan bahwa peningkatan mutu pendidikan memerlukan standar mutu, dilakukan dalm satu prosedur tata kerja yang jelas, strategi, kerjasama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dan dilakukan secara terus menerus berkelanjutan. Metodelogi yang digunakan adalah metode deskriptif teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan menyalin. Sedangkan dalam menganalisis data digunakan analisis dengan penafsiran deskripsi semata. Hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa, pelaksanaan dilakukan melalui program kerja yang mana meliputi manajemen kesiswaan, kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, keuangan dan pembiayaan, hingga budaya dan lingkungan. Pengawasan dilakukan dengan penyusunan program pengawasan di madrasah didsarkan pada Standar Nasional Pendidikan yang lalu disosialisasikan keseluruh pendidik dan tenaga kependidikan, kemudian masing-masing akan mempunyai tanggung jawab dalam setiap bidangnya. Hasil dilakukan evaluasi terhadap suatu program madrasah yang mana dengan diadakan rapat yang terprogram, yaitu rapat awal tahun, rapat pertengahan, rapat akhir.
Peningkatan kemampuan berpikir statistis mahasiswa melalui challenge-based learning dengan strategi konflik kognitif Wati Susilawati; Ridha Abdullah; Ida Rosyidah
Jurnal Analisa Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v5i1.4808

Abstract

Tujuan penelitian mengkaji secara komprehensif perbedaan peningkatan kemampuan berpikir statistis mahasiswa calon guru melalui pembelajaran Challenge-Based Learning dengan Strategi Konflik Kognitif. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group, melibatkan sampel dua kelas mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam di Sumedang. Instrumen yang digunakan tes berpikir statistis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir statistis antara mahasiswa yang pembelajaran challenge-based learning dengan strategi konflik kognitif memperoleh peningkatan lebih tinggi dari mahasiswa yang pembelajarannya ekspositori, baik secara keseluruhan mahasiswa maupun berdasarkan pengetahuan awal statistis. Terdapat interaksi antara jenis (pembelajaran challenge-based learning dengan strategi konflik kognitif dan ekspositori) dan kategori pengetahuan awal statistis (pandai, cukup, lemah) terhadap peningkatan kemampuan berpikir statistis mahasiswa. Pembelajaran berbasis tantangan dengan strategi konflik kognitif dapat memfasilitasi proses konflik, proses penemuan, proses interaksi sosial, dan proses reflektif mahasiswa sehingga kemampuan berpikir statistis mahasiswa lebih baik dari pada pembelajaran ekspositori.