Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modernisasi dan Pergeseran Praktik Kearifan Lokal pada Pertanian Jagung di Provinsi Gorontalo Hunowu, Momy; Tamu, Yowan; Obie, Muhammad; Badu Pakuna, Hatim
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 9 No. 2 (2021): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/9202134841

Abstract

Modernisasi teknologi pertanian telah mendominasi aktivitas pertanian di Gorontalo. Tulisan ini mendeskripsikan perubahan praktik pertanian jagung dari berbasis kearifan lokal dan solidaritas sosial menjadi berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menjadikan 25 petani sebagai partisipan untuk didalami pengetahuannya dan diamati aktivitas pertaniannya. Penelitian ini menemukan bahwa praktik pertanian berbasis kearifan lokal sudah tidak ditemukan lagi. Kearifan lokal ini terdiri dari tradisi mopo’a huta dan panggoba sebagai sistem pertanian yang berbasis solidaritas sosial dan ramah lingkungan. Tradisi ini berganti dengan sistem pertanian modern yang dianggap lebih efektif dengan hasil produksi yang melimpah. Modernisasi di dalam sistem pertanian selain memberikan efek yang baik juga telah mengakibatkan banyak perubahan, baik secara ekonomi, sosial budaya dan ekologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagai akibat dari modernisasi pertanian jagung: 1) telah terjadi pergeseran tenaga kerja dan modal, 2) terjadi pergeseran kearifan lokal, dan 3) terjadi degradasi lingkungan dan ketimpangan sosial.
Ritual, Personhood, and Ecological Ethics: Negotiating Indigenous Ontology and Islam in Molamahu Badu Pakuna, Hatim; Rostitawati, Tita; Hunowu, Momy; Fadhilah, Amir; Daulay, Pardamean
Religió Jurnal Studi Agama-agama Vol. 15 No. 2 (2025): September
Publisher : Department of Religious Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/religio.v15i2.3721

Abstract

This article examines Mopo’a Huta, an indigenous ritual practiced by the Molamahu community in Gorontalo, Indonesia, as a site where ecological ethics are enacted through lived religious practice. Existing studies have often framed such rituals either as remnants of pre-Islamic spirituality or as implicit forms of eco-theology. Moving beyond these approaches, this study employs a qualitative descriptive method informed by the concepts of relational personhood and lived religion. Based on participant observation and in-depth interviews, the study shows that Mopo’a Huta is grounded in a relational ontology in which humans, non-human beings (lati-latiyalo), and the natural environment are understood as moral participants in a shared socio-ecological world. Ecological norms emerge not from formal theological reflection but from ritualized relationships and communal practice. Islamic elements incorporated into the ritual reflect ongoing negotiation of religious legitimacy rather than a linear transformation of belief. This study argues that Mopo’a Huta functions as a form of lived religion in which indigenous ontologies and Islamic normativity coexist and are continually renegotiated. By foregrounding ritual practice as the locus of ecological ethics, this study contributes to broader discussions on religion and ecology and indigenous Muslim environmental ethics.