Sulistiyaningsih, Endang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM PENGUATAN KARAKTER GOTONG ROYONG DI SMP NEGERI 29 SEMARANG Sulistiyaningsih, Endang; Muhdi, Muhdi; Kusumaningsih, Widya
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i3.25434

Abstract

Fokus penelitian ini adalah (1) Peran kepala sekolah dalam perencanaan penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang. (2) Peran kepala sekolah dalam pengorganisasian penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang. (3) Peran kepala sekolah dalam pelaksanaan penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang. (4) Peran kepala sekolah dalam evaluasi penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bermaksud untuk menggali Peran Kepala Sekolah Sebagai Manager dalam Penguatan Karakter Gotong Royong di SMP Negeri 29 Semarang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kepala sekolah melakukan perencanaan program penguatan karakter melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan pembiasaan. (2) kepala sekolah melakukan pengorganisasian yaitu menentukan penanggung jawab dari masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan, menyediakan peralatan yang diperlukan dan memberikan motivasi, pengarahan dan bimbingan pada tiap-tiap individu yang diberi wewenang baik dalam manajerial maupun teknisnya.; (3) kepala sekolah mempimpin pelaksanaan program penguatan karakter gotong royong, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembelajaran berdiferensiasi, pengembangan kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung penguatan karakter gotong royong, dan mengadakan kegiatan pembiasaan yang mendukung penguatan karakter gotong royong; (4) Evaluasi dilaksanakan oleh kepala sekolah secara berkala dan menggunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki dan mengembangkan program penguatan karakter gotong royong.
Kualitas Hidup Pasien Post Stroke di Rumah Sakit Rujukan Nasional Nurhasnah, Nurhasnah; Sulistiyaningsih, Endang; Syaf, Rachmat Fauzie
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.61376

Abstract

Stroke adalah salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang akan berdampak terhadap ekonomi dan kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas hidup pasien post stroke dan membandingkan nilai kualitas hidupnya dengan kualitas hidup populasi masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Data kualitas hidup masyarakat Indonesia diperoleh dari artikel yang telah dipublikasi sebelumnya. Data kualitas hidup pasien post stroke diperoleh dari hasil pengisian kuesioner di salah satu rumah sakit khusus di Sumatra Barat dan data lainnya diperoleh dari rekam medis pasien. Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner EQ-5D-5L dan EQ-VAS versi bahasa Indonesia. Sebanyak 109 pasien post stroke terlibat dalam penelitian. Nilai rata-rata utilitas pasien post stroke dengan menggunakan EQ-5D-5L adalah 0,47±0,16dan rata-rata skor EQ-VAS adalah 76,88±10,81. Nilai rata-rata kualitas hidup pasien post stroke dibawah nilai rata-rata kualitas hidup masyarakat Indonesia yaitu 0,91±0,11 (EQ-5D-5L) dan 79,39±14,01 (EQ-VAS). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup pasien post stroke dengan masyarakat umum Indonesia (nilai p< 0,001) dengan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L dan kualitas hidup masyarakat Indonesia lebih baik dibandingkan pasien post stroke.