Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Status Ekonomi Dengan Minat Ibu Terhadap Kontrasepsi Tubektomi Di Bpm Ny. Istianah Ernawati Desa Ketapang Tanggulangin Sidoarjo: The Relationship Between Economic Status and Mother's Interest in Tubectomy Contraception at Bpm Ny. Istianah Ernawati Ketapang Village Tanggulangin Sidoarjo Umaroh, Muflikhatul; Frisky, Elga Mia
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 4 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/mid.v4i1.1843

Abstract

According the first research in BPM by Mrs. Istianah Ernawati, Amd Keb Ketapang village Tanggulangin-Sidoarjo through the deployment of quotioner, obtained result from 10 respondents there are 2 (20%) respondents with high economic status, 1 (10%) respondent was very interested to use family planning tubektomi, 1 (10%) respondent was interested to use family planning tubektomi. Respondents with average economic status, 2 (20%) respondents, 1 (10%) who was very interested, 1 (10%) who was interested to use family planning Tubektomi. Respondents with under economic status, 6 (60%) respondents, 1 (10%) respondent was interested to use family planning tubektomi, 5 (50%) respondents wasn’t interested to use family planning tubektomi. From research result there are still mary mothers with low economic status who were not interested to tubektomi contraception, it happened because economic status. Analitical research design by cross sectional. Population and sample in research is all mothers who have more than 2 children and mothers age which are more than 35 years old who came to BPM Mrs. Istianah Ernawati, Amd.Keb Ketapang village Tanggulangin-Sidoarjo with the total is 32 respondents. Instrument research used check-list. Data analyzing proccess used Korelasi Spearman Test. The result of Korelasi Spearman Test be obtained rs calculating 0,516 > rs table 0,362 that H0 is refused and H1 is accepted, so there is positive contact between economic status with mothers interest to tubektomi contraception in BPM Mrs. Istianah Ernawati, Amd.Keb Ketapang village Tanggulangin-Sidoarjo in 2015. So more and high economic status mothers and high interested mothers tubektomi contraception.
Hubungan pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan motivasi dalam memberikan pendidikan seks dini pada remaja awal di desa banyu urip kecamatan kedamean kabupaten Gresik Umaroh, Muflikhatul
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Talenta Psikologi Vol. IV no 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan adalah hasil `hasil´, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadapnya adanya tujuan. dari hasil studi awal yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner di desa Banyu urip tanggal 22 maret 2014 pada 10 orang tua yang menjadi responden, didapatkan 5 (50%) orang tua yang pengetahuannya kurang dan memiliki motivasi yang rendah 5 orang dalam memberikan pendidikan seks dini pada remaja. Penelitian dilakukan di desa banyu urip kecamatan kedamean kabupaten gresik. desain penelitian menggunakan metode analitik cross sectional dengan jumlah populasi 835 orang tua dan sampel 174 orang tua. metode pengambilan sampel dengan menggunakan cluster random sampling, alat ukur yang digunakan adalah kuisioner, setelah itu dilakukan pengolahan data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, kemudian dianalisis dengan uji spearmen menggunakan SPSS. pada analisis hampir setengah dari responden (pengetahuan kurang dan motivasi rendah). hasil penelitian diketahui bahwa yaitu sig 0,030<α=0,05, artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan motivasi dalam memberikan pendidikan sejak dini pada remaja awal di desa banyu urip kecamatan kedamean kabupaten gresik 2014. berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mempengaruhi motivasi. untuk itu sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan informasi yang benar terhadap responden sehingga orang tua dapat mengerti tentang pendidikan seks.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT KONTRASEPSI FARMAKOLOGIS DAN NON FARMAKOLOGIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI MASYARAKAT DI DESA PEJANGKUNGAN - PRAMBON KABUPATEN SIDOARJO Andito, Didik; Ratih Suci, Panji; Raharjeng, Sih Wahyuni; Pangestuti, Zuanta; Umaroh, Muflikhatul
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi, serta prosesnya. Salah satu komponen penting dalam mewujudkan kesehatan reproduksi adalah pengendalian kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi. Kontrasepsi tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga kesehatan ibu, anak, dan keluarga secara keseluruhan. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di Desa Pejangkungan - Prambon pada tanggal 29 September 2025 yang dihadiri 28 ibu-ibu PKK yang berusia 35-50 tahun yang bertujuan untuk mengenalkan jenis kontrasepsi dan penggunaannya dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi. Ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan ini ditunjukkan dengan tingkat partisipasi yang tinggi dengan mengajukan beberapa pertanyaan serta kemampuan memahami dan mengerti manfaat penggunaan obat kontrasepsi bagi kesehatan reproduksi mereka.  Berdasarkan hasil observasi dari 28 peserta hampir 70% peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan partisipasi mereka dalam mengajukan beberapa pertanyaan yang dihadapi peserta dan keluarganya selama ini tentang kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan penggunaan obat kontrasepsi dan hampir semua pertanyaan yang diajukan sudah terjawab semua sehingga peserta merasa puas dengan jawaban yang diberikan. Dari hasil pemberian edukasi dan tanya jawab tersebut narasumber melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta tentang edukasi yang diberikan dengan memberikan beberapa pertanyaan sederhana, hasilnya peserta mampu menjawab dengan benar beberapa pertanyaan yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat berkontribusi terhadap kesehatan reproduksi ibu-ibu dalam kaitannya untuk memilih obat kontrasepsi yang tepat bagi mereka.