Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI BODY LOTION EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) PADA Staphylococcus aureus Raharjeng, Sih Wahyuni; Purwati, Elly
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7468

Abstract

Kulit yang mengalami kerusakan dapat mengganggu kesehatan dan penampilan manusia sehingga perlu perawatan yang tepat. Kulit buah rambutan mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid dan alkaloid sebagai antibakteri. Senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang kurang baik bagi kulit yaitu dengan cara merusak dinding dan membran plasma pada bakteri, salah satunya dengan membuat formulasi sediaan lotion. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dari body lotion dari ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dengan konsentrasi 5% (F1) dan 10% (F2) dan mengetahui apakah ada perbedaan sedian lotion dibandingkan dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Metode penelitian ini adalah Ekperimental-difusi cakram, dengan menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif, aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa mutu fisik lotion memenuhi standar SNI dan adanya aktivitas antibakteri dengan hasil probabilitas sebesar 0,000 menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus terdapat perbedaan yang signifikan antara body lotion ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dengan konsentrasi 5% dan 10% dibandingkan dengan kloramfenikol dan aquades.
Formulasi dan Evaluasi Serum Anti Jerawat Berbasis Minyak Atsiri (Curcuma zedoaria) Anggarini, Dearista; Raharjeng, Sih Wahyuni; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah; Pangestuti, Zuanta
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.94 KB)

Abstract

Wajah adalah bagian terpenting bagi seseorang baik wanita maupun pria. Setiap orang tentunya mendambakan wajah putih, bersih, dan bebas dari masalah wajah salah satunya jerawat yang disebabkan oleh bakteri S. epidermidis. Minyak atsiri temu putih (Curcuma zedoaria) diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode pengambilan minyak atsiri yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode destilasi uap. Penelitian ini bertujuan untuk menformulasikan minyak atsiri rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) dalam sediaan serum wajah sebagai anti jerawat dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sediaan serum yang dilakukan meliputi uji homogenitas, organoleptik, pH, dan daya sebar. Hasil evaluasi dari ketiga formulasi menunjukkan ketiga formulasi tercampur secara homogen dan bebas dari partikel yang masih menggumpal, tidak adanya perubahan bentuk, warna, dan bau setelah penyimpanan selama 1 minggu secara organoleptik, rentang pH yang didapat 4,9 – 7, dan memiliki daya sebar yang tinggi melebihi dari rentang kategori yang baik yaitu 5-7 cm.
Formulasi dan Stabilitas Mutu Fisik Serum Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Anti Jerawat Rosmayanti, Dyah Ayu; Raharjeng, Sih Wahyuni; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.193 KB)

Abstract

Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering muncul dikalangan remaja Indonesia. Salah satu penyebab jerawat adalah adanya timbunan kelenjar minyak pada kulit yang terlalu aktif yang tersumbat oleh kotoran dan terjadi infeksi karena adanya bakteri Staphylococcus aureus. Minyak kulit batang kayu manis diketahui mengandung senyawa antibakteri sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai antijerawat. Minyak atsiri kayu manis diperoleh dengan destilasi uap. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan serum antijerawat minyak atsiri kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang dibuat dengan konsentrasi minyak atsiri 4%, 5%, 6%. Evaluasi sediaan serum antijerawat meliputi uji homogenitas, organoleptis, pH. Hasil uji dari ketiga formulasi sediaan serum antijerawat menunjukkan bahwa ketiga formula homogen, tidak terjadi perubahan organoleptik, rentang pH serum antijerawat 4,6 – 5,6 yang memenuhi syarat pH wajah menurut SNI yaitu 4,5 – 6,5.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT KONTRASEPSI FARMAKOLOGIS DAN NON FARMAKOLOGIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI MASYARAKAT DI DESA PEJANGKUNGAN - PRAMBON KABUPATEN SIDOARJO Andito, Didik; Ratih Suci, Panji; Raharjeng, Sih Wahyuni; Pangestuti, Zuanta; Umaroh, Muflikhatul
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi, serta prosesnya. Salah satu komponen penting dalam mewujudkan kesehatan reproduksi adalah pengendalian kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi. Kontrasepsi tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga kesehatan ibu, anak, dan keluarga secara keseluruhan. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di Desa Pejangkungan - Prambon pada tanggal 29 September 2025 yang dihadiri 28 ibu-ibu PKK yang berusia 35-50 tahun yang bertujuan untuk mengenalkan jenis kontrasepsi dan penggunaannya dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi. Ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan ini ditunjukkan dengan tingkat partisipasi yang tinggi dengan mengajukan beberapa pertanyaan serta kemampuan memahami dan mengerti manfaat penggunaan obat kontrasepsi bagi kesehatan reproduksi mereka.  Berdasarkan hasil observasi dari 28 peserta hampir 70% peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan partisipasi mereka dalam mengajukan beberapa pertanyaan yang dihadapi peserta dan keluarganya selama ini tentang kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan penggunaan obat kontrasepsi dan hampir semua pertanyaan yang diajukan sudah terjawab semua sehingga peserta merasa puas dengan jawaban yang diberikan. Dari hasil pemberian edukasi dan tanya jawab tersebut narasumber melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta tentang edukasi yang diberikan dengan memberikan beberapa pertanyaan sederhana, hasilnya peserta mampu menjawab dengan benar beberapa pertanyaan yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat berkontribusi terhadap kesehatan reproduksi ibu-ibu dalam kaitannya untuk memilih obat kontrasepsi yang tepat bagi mereka.