Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kapasitas Usaha Petani Tanaman Hias Ramah Lingkungan di Kawasan Desa Wisata Taman Sari Kabupaten Bogor Maharani, MDD; Setyawati, Ekaterina; Santoso, Paulus Basuki Kuwat
Journal of Community Services: Sustainability and Empowerment Vol. 2 No. 01 (2022): March 2022
Publisher : Center for Research and Community Service of Sampoerna University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35806/jcsse.v2i1.262

Abstract

Selain memiliki daya tarik tertentu, tanaman hias memiliki nilai ekonomis yang dapat dijadikan sebagai komoditas perdagangan dan bisnis. Petani melakukan budidaya tanaman hias belum semuanya menggunakan teknik budidaya yang berkelanjutan. Seperti penanganganan hama pengganggu tanaman hias, petani belum semuanya menerapkan teknik penenggulangan hama pengganggu tanaman yang berkelanjutan. Pengabdian masayarakat ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada petani dalam menangani organisme pengganggu tanaman secara berkelanjutan. Tim pengabdi memberikan alternatif penanganan hama dengan memanfaatkan suatu alat yang dapat menangkap hama jantan pengganggiu tanaman. Alat penangkap dilengkapi dengan atraktan yang memanfaatkan minyak pala yang aromanya seperti cairan yang dikeluarkan hama betina saat birahi. Alat bekerja dengan baik terlebih pada sore hari banyak hama jantan berkumpul dan tertangkap oleh atraktan. Konsep alat penanggap ini adalah menghambat perkawinan dan menurunkan populasi dan tidak turun secara drastis. Pengetahuan ini diberikan kepada petani dan memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani tanaman hias dalam mengendalikan hama secara ramah lingkungan.
STRATEGI DIREKTIF KEBERLANJUTAN ETIKA DAN KOMUNIKASI EFEKTIF INDUSTRI PARIWISATA MENGHADAPI ISO 45001 Maharani, MDD; Poernomo, Marlinda Irwanti
Jurnal Industri Parawisata Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Industri Pariwisata JULY 2021
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v4i1.416

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (i) menganalisis komponen penting dan diperlukan dalam keberlanjutan etika dan komunikasi yang efektif di industri pariwisata dalam menghadapi ISO 45001; (ii) merumuskan dan merekomendasikan strategi arahan keberlanjutan etika dan komunikasi yang efektif dalam industri pariwisata menghadapi implementasi ISO 45001. Metode yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS), leverage analisis, Monte Carlo analisis, dan SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) analisis. Atribut-atribut yang disertakan dalam analisis MDS adalah: (i) studi literatur; (ii) pendapat ahli dari unsur bidang ISO 45001, industri pariwisata, akademisi dan pemerintah; serta data primer di lapangan. Nilai indeks keberlanjutan etika dan komunikasi industri pariwisata sebesar 74,55 persen (cukup berkelanjutan). Ada dua atribut leverage dengan nilai Root Mean Square (RMS): (i) mengevaluasi dan memodifikasi sistem pengiriman layanan adalah 4,51; dan (ii) peran kelembagaan sertifikasi internasional ISO 45001 adalah 3,13. Hasil atribut leverage melalui konsultasi ahli disertakan sebagai faktor internal dan eksternal dalam SWOT analisis. Selanjutnya output analisis SWOT akan menghasilkan strategi direktif. Strategi yang dihasilkan adalah kolaborasi kekuatan dan peluang, yaitu Meningkatkan evaluasi dan modifikasi sistem melalui komunikasi yang efektif dengan lembaga sertifikasi internasional ISO 45001.
EDUKASI PEMANFAATAN ENERGI SURYA KAWASAN AGRO EKOWISATA ORGANIK, MULYAHARJA BOGOR Maharani, MDD; Irwanti, Marlinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v6i1.1635

Abstract

Ketersediaan dan kebutuhan energi memiliki peran yang sangat penting bagi Pengelola Agro Ekowisata Organik (AEWO) di Mulyaharja, Bogor karena merupakan salah satu sumber konflik kepentingan di bidang pertanian dan pariwisata. Salah satu komponen daya tarik wisata adalah aktivitas pertanian ramah lingkungan yang harus dikomunikasikan, karena berkontribusi pada wisata. Permasalahan yang dihadapi mitra pengelola AEWO adalah Kebutuhan Daya Listrik (KDL) yang harus berbagi antara aktivitas pariwisata dan pertanian. Kondisi KDL untuk aktivitas pertanian sering dikalahkan ketika KDL yang menunjang wisata (lampu-lampu penerangan di warung-warung untuk menyediakan makanan dan minuman bagi para wisatawan) dinilai lebih prioritas. Keberlanjutan AEWO tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pertanian itu sendiri. Edukasi pemanfaatan energi surya bertujuan untuk mengurangi konflik KDL bersama dengan kebijakan operasional per jam yang optimal untuk penggunaan listrik secara adil, terbuka, dan transparan. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah: (1) Diskusi tim pengabdi dengan pihak mitra (pengelola AEWO dan petani organik); (2) Observasi lokasi; (3) Diskusi pelaksanaan; (4) Sosialisasi dan pendampingan keterampilan penciptaan prototip dengan pemanfaatan energi surya, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan mampu meningkatkan pemahaman penggunaan energi surya bagi pengelola wisata dan petani. Keberhasilan program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan AEWO yang dapat direplikasi ke desa wisata lainnya.