Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Riview: Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam (Deep Breathing) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Terhadap Pasien Hipertensi Mardiansyah, Mona Juli; Haerani, Mia; Anggraeni, Nafa; Qurrotua’ini, Hasna Aqiila; Arini Ayu, Shinta
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v5i2.2327

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah di atas normal, dengan tekanan sistolik 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Yang juga dikenal dengan sebutan penyakit pembunuh diam-diam, yang mengakibatkan 7,5 juta kematian di dunia. Teknik relaksasi pernafasan dalam dapat digunakan untuk menurunkan hipertensi. Penelitian ini berupaya untuk memastikan apakah relaksasi pernafasan dalam dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: literatur review berdasarkan temuan penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2022 digunakan dalam penelitian ini. Dengan database yang digunakan Google Cendekia dengan kata kunci "Pernapasan Dalam dan Hipertensi", sebuah strategi untuk mencari literatur diterapkan. Parameter pencarian meliputi judul artikel yang membahas hubungan hipertensi, ketersediaan teks lengkap, sampel, dan tahun publikasi dalam lima tahun terakhir. Hasil: Dari 10 artikel menggambarkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan teknik tersebut. Kesimpulan: dalam tindakan relaksasi pernafasan dalam sebaiknya dilakukan secara kontinu dan sesuai standar yang berlaku. Faktor yang mempengaruhi ketidakefetifan relaksasi nafas dalam diantaranya pola hidup yang tidak sehat, mengonsumsi makanan berlemak, mengonsumsi garam berlebihan, usia, hormon estrogen, dan jenis kelamin.
The Relationship between Self-Care Needs and Hypertension Control as a Means of Preventing Medical Emergencies in Patients with Chronic Kidney Disease Rahmawati, Aneu; Arini Ayu, Shinta; Obar
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 6 No 1: April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v6i1.686

Abstract

Background: Chronic kidney disease is often accompanied by hypertension and carries a risk of medical emergencies. Blood pressure control can be achieved through self-care practices, particularly dietary salt reduction. Objective: This study aims to determine the relationship between self-care requisites and blood pressure control in patients with chronic kidney disease. Methods: This cross-sectional study involved 109 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using the Dietary Salt Reduction Self-Care Behavior (DSR-SCB) questionnaire and blood pressure measurements, then analyzed using the Chi-square test. Results: Most respondents had adequate self-care (45.0%), while 52.3% had uncontrolled blood pressure. The Chi-square test showed a significant association between self-care level and blood pressure control (p < 0.001), with better self-care correlating with improved blood pressure control. Conclusion: There is a significant association between self-care practices and blood pressure control among patients with chronic kidney disease. Enhanced patient education on self-care, particularly salt restriction, is essential to prevent complications.