Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Monitoring Ruang Penyimpanan Koleksi Karya Seni Rupa Berbasis Internet of Things (IoT) Sebagai Upaya Konservasi Budaya di Bidang Seni Murtiyoso, Onang; Amanullah, Juni; Setiawan, Nuris Dwi; Belinda, Citra
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 9 No. 2 : Tahun 2024
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada koleksi karya seni rupa di ruang penyimpanan. Manajemen risiko memiliki peran penting dalam mengidentifikasi, mencegah, dan menangani potensi kerusakan pada koleksi. Penting bagi pengelola karya seni rupa untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif, karena mereka bertanggung jawab atas pemeliharaan, penyajian, dan perlindungan koleksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelestarian koleksi seni rupa dapat dijaga dengan baik melalui penetapan prioritas dalam penanganan kerusakan. Proses manajemen risiko ini melibatkan langkah-langkah seperti pemilihan konteks, identifikasi, analisis, eval__uasi, dan penanganan risiko yang disesuaikan dengan faktor-faktor penyebab kerusakan. Dari hasil observasi awal, ditemukan berbagai agen penyebab kerusakan, seperti tekanan fisik, kelembapan, suhu, polutan, air, dan disosiasi. Kelembapan dan suhu ruangan merupakan faktor utama yang dapat merusak karya seni rupa bersejarah. Dengan kemajuan teknologi Internet of Things (IoT), berbagai sensor yang terhubung ke internet dapat digunakan untuk memantau kondisi ruangan secara real-time dari mana saja dan kapan saja. Salah satu aplikasinya adalah pemantauan suhu dan kelembapan ruangan, sehingga suhu ruang penyimpanan karya seni bersejarah dapat dipantau dan dampak kerusakan dapat diminimalisir.
Monitoring Ruang Penyimpanan Koleksi Karya Seni Rupa Berbasis Internet of Things (IoT) Sebagai Upaya Konservasi Budaya di Bidang Seni Murtiyoso, Onang; Amanullah, Juni; Setiawan, Nuris Dwi; Belinda, Citra
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 9 No. 2 : Tahun 2024
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada koleksi karya seni rupa di ruang penyimpanan. Manajemen risiko memiliki peran penting dalam mengidentifikasi, mencegah, dan menangani potensi kerusakan pada koleksi. Penting bagi pengelola karya seni rupa untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif, karena mereka bertanggung jawab atas pemeliharaan, penyajian, dan perlindungan koleksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelestarian koleksi seni rupa dapat dijaga dengan baik melalui penetapan prioritas dalam penanganan kerusakan. Proses manajemen risiko ini melibatkan langkah-langkah seperti pemilihan konteks, identifikasi, analisis, eval__uasi, dan penanganan risiko yang disesuaikan dengan faktor-faktor penyebab kerusakan. Dari hasil observasi awal, ditemukan berbagai agen penyebab kerusakan, seperti tekanan fisik, kelembapan, suhu, polutan, air, dan disosiasi. Kelembapan dan suhu ruangan merupakan faktor utama yang dapat merusak karya seni rupa bersejarah. Dengan kemajuan teknologi Internet of Things (IoT), berbagai sensor yang terhubung ke internet dapat digunakan untuk memantau kondisi ruangan secara real-time dari mana saja dan kapan saja. Salah satu aplikasinya adalah pemantauan suhu dan kelembapan ruangan, sehingga suhu ruang penyimpanan karya seni bersejarah dapat dipantau dan dampak kerusakan dapat diminimalisir.
Makna Filosofis Sajen Pesta Laut Sukabumi: Analisis Semiotika dan Panca Curiga Mujtaba, Zulfan Ali; Amanullah, Juni
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Besaung: Desember 2025-Maret 2026
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v11i1.6931

Abstract

This study examines the philosophical meaning of the sajen (offering) tradition at the Pesta Laut in Sukabumi Regency, which is often marginalized in modern discourse due to readings limited to assumptions of irrationality. Academically, the urgency of this research stems from the limitations of previous studies that generally focus on the sociological or ecological functions of coastal rituals but have not specifically integrated the analysis of sign structures with local epistemology. This study aims to fill this methodological gap by comprehensively deconstructing the symbolic meaning of sajen. Through a qualitative design based on literature study, this research integrates two analytical frameworks: Roland Barthes' semiotics to dissect the visual sign order, and the Panca Curiga methodology as a specific analytical tool for Sundanese wisdom. The sign-reading process is operationalized through the Pancaniti dialectical stages. The analysis results indicate that the elements of sajen do not stand randomly but form a structured sign system containing knowledge about cosmology, social ethics, and traditional ecology. Specifically, the Panca Curiga analysis reveals the connection between the sajen concept and the teachings of Sastra Jendra, the essence of which is the governance of harmony between humans and the universe. In conclusion, the sajen tradition in Pesta Laut can be understood as a custom-based environmental conservation mechanism and a rational local knowledge system. This study contributes methodologically by offering the operationalization of integrating modern semiotics and Panca Curiga as an interpretation model for Nusantara cultural text