Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sekolah Ramah Anak Berintegritas Pesantren Muhammad Abdul Latif; Muh. Hasyim Rosyidi; Rosyidatul Khoiriah
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 16 No. 2 (2021): Oktober : Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) L
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.802 KB) | DOI: 10.55352/uq.v16i2.142

Abstract

The holding of a child-friendly school with Islamic boarding school integrity because of the support from the community, government and foundations to uphold the rights and obligations of children in learning, and a pesantren program to provide provisions for students to socialize. This study uses a qualitative research type of data collection methods used in the form of observation, interviews, documentation. The results of the study indicate that the implementation of the Child Friendly School Program with Islamic Boarding Schools includes: school principals have provided special training to educators so that they can understand what must be done in implementing child-friendly schools with pesantren integrity, including planning, implementation and monitoring. (1) The planning of the Child-Friendly Schools with Islamic Boarding Schools program begins with a meeting between the Principal and the committee and staff related to the Child-Friendly School Program, the meeting discusses planning and evaluating the program. (2) The implementation of the policy for the Child-Friendly Schools with Integrity for Islamic Boarding Schools must meet several components, such as the completeness of infrastructure, children's participation, parental participation, and community participation. Therefore, the implementation of the Child Friendly School program policy really involves all school residents, and the completeness of adequate infrastructure, an appropriate curriculum and trained education personnel for children's rights. (3) It aims to obtain the results of the implementation of the Child Friendly School program and as a determinant of planning and subsequent programs. Supporting factors in the implementation of the Islamic Boarding School Integrity Child Friendly School program, namely in addition to adequate facilities, it also received strong support from the Government, donors and foundations. The inhibiting factor for the running of Child Friendly Schools is that there are still thoughts from students who feel insecure and also comfortable in learning.
PENTINGNYA KEPALA SEKOLAH YANG PROFESIONAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN Muh. Hasyim Rosyidi
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 13 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.211 KB) | DOI: 10.55352/uq.v13i1.407

Abstract

Profesionalisme adalah cara untuk menyukseskan suatu pekerjaan dengan komitmen yang kuat dan selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan. Tuntutan kepala sekolah pada masa sekarang ini harus menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Disamping itu, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, yang diterapkan dalam masa sekarang ini sehingga kepala sekolah harus siap jika dihadapkan pada tantangan untuk melaksanakan pengembangan pendidikan secara terarah, berencana, dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas sekolah. Dalam dunia pendidikan, kepala sekolah sebagai pemimpin yang bertanggung jawab kelancaran proses belajar mengajar disuatu sekolah. Disisi lain ia sebagai manajer yang mengatur seluruh kegiatan sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, tanggung jawab terhadap kegiatan yang ada disekolah tersebut.
KEPEMIMPINAN PROFETIK UMAR BIN KHATTAB DAN UMAR BIN ABDUL AZIZ Muh. Hasyim Rosyidi
Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan Vol. 10 No. 2 (2017): Ummul Qura : Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.549 KB) | DOI: 10.55352/uq.v10i2.435

Abstract

Kepemimpinan pendidikan Islam yang selama ini mendapat stigma negatif terutama pada aspek kepemimpinan lembaga pendidikannya yang terkesan “ademokratis dan diktator” seperti pendidikan di pesantren like or dislike perlu melakukan perubahan dan pembenahan terhadap organisasi maupun terhadap manajerialnya. Para pemimpin muslim kekinian lebih suka merujuk soal konsep dan kepemimpinan filusuf barat, bahkan banyak yang dipraktikannya. Oleh karena itu, kepemimpinan pendidikan Islam harus bangkit dengan memperbaiki sistem kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Ilahiyāh dan tuntunan Rasulullāh SAW, Kemudian meneladani jejak-jejak kepemimpinan beliau yang telah berhasil memimpin dan mendidik para shahabat dan umat Islam. Salah satunya adalah kepemimpinan profetik yang mampu memunculkan harapan para pengikutnya pada cita-cita dan nilai-nilai Islam yang tinggi, seperti kepemimpinan Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz. Kunci kehebatan perkembangan peradaban dunia Islam di masa Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz menjadi kunci public figure yang sangat berkaitan erat dengan keberhasilan umat Islam secara konsisten, dinamis dan kreatif.