Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Deep Learning Sebagai Inovasi Pembelajaran PPKn Menurut Visi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Megasari, Intan Indah; Nurhidayah, Disya Dwi
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i1.6829

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk membahas pembelajaran PPKn menurut visi Ki Hajar Dewantara berkaitan dengan implementasi Deep Learning. Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh Pendidikan nasional yang menekankan akan pentingnya Pendidikan pada karakter dan nilai-nilai budaya local. Pembelajaran PPKn menunjukkan bahwa kearifan local dapat meningkatkan skor dan karakter jati diri bangsa, oleh sebab itu, “Deep Learning” yang mengintegrasikan teknologi didalamnya juga dapat meningkatkan efektifitas dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Library Research (studi keputakaan) dan mengunjungi website yang menyajikan informasi berkaitan dengan Deep Learning. Mengaitkan dengan visi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan kurikulum pembelajaran Deep Learning dalam PPKn dapat menjadi Solusi untuk meningkatkan kualitas Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. 
ntegrasi Literasi Digital dalam PKn: Menanamkan Nilai-Nilai Etika Digital Peserta Didik Megasari, Intan Indah
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 13, No 1 (2025): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v13i1.713

Abstract

His study aims to analyze the integration of digital literacy in Civic Education (Civics Education)learning in order to instill digital ethical values in students. In the rapidly growing digital era, students arefaced with complex ethical challenges in the use of technology. This research uses a qualitative method witha descriptive-qualitative study approach with a literature study approach, data sources are obtained fromthe results of analysis and conclusions obtained from journals. The results showed that the integration ofdigital literacy in Civics is effective in improving students' understanding of digital ethics. Through the useof relevant digital media, students learn about responsibility, privacy, security, and the social impact of theirdigital activities. In addition, Civics learning integrated with digital literacy helps students develop criticalthinking skills and the ability to make ethical decisions in a digital context. The implication of this study isthe importance of systematically integrating digital literacy in the Civics curriculum to equip students withthe digital ethics competencies needed in everyday life.Keywords: Digital Literacy, Civic Education, Digital Ethics, Students, Curriculum Integration
Tantangan dan Kesiapan Indonesia Menghadapi Ancaman Siber Megasari, Intan Indah; Humaira Azzahra, Yasmin
Civic Education Perspective Journal Vol 5 No 2 (2025): Civic Education Perspective Journal
Publisher : Citizenship Education, Faculty of Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/cepj.v5i2.41578

Abstract

This research aims to raise awareness and take concrete steps so that Indonesia can improve its readiness to deal with cyber threats and protect national security in the digital era. The research method used is a literature study reviewing various sources, such as scientific articles, research reports, government policies, mass media news, and other publications relevant to the research topic. The data collected was analyzed qualitatively to identify key themes related to Indonesia's challenges and readiness in facing cyber threats. The results showed that Indonesia faces various significant challenges in dealing with cyber threats, including gaps in the capacity of competent and trained experts, lack of awareness of cyber attacks, weak coordination between government agencies and the private sector in handling cyber threats that still need to be improved, limited budget allocated for cyber security is still limited, and regulations that are not yet strong related to cyber security in technological developments
TRANSFORMASI ISTILAH KEPEMIMPINAN: DARI TUMENGGUNG KE PEMANGKU ADAT PADA SUKU ANAK DALAM DI DUSUN SEKALADI DESA PELEMPANG, JAMBI Simaremare, Tohap Pandapotan; Sihotang, Rina Oktaviana; Indriyati, Anisa; Sumardi, Lalu; Purba, Andiopenta; Megasari, Intan Indah; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Kolo, Adriana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6443

Abstract

Suku Anak Dalam merupakan komunitas masyarakat adat yang berasal dari Provinsi Jambi, yang bermukim di kawasan hutan dan tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, dan lainnya. Salah satu kelompok Suku Anak Dalam berada di Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini didasarkan pada pernyataan Datok Rahman, selaku Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, yang menyatakan bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, istilah “Tumenggung” diganti menjadi “Pemangku Adat.” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan para Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan para Pemangku Adat dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, serta mengkaji apakah terdapat perubahan dalam tugas dan wewenang mereka setelah istilah kepemimpinan tertinggi berubah dari Tumenggung menjadi Pemangku Adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berubah hanya istilahnya, sedangkan tugas dan wewenang Pemangku Adat tetap sama seperti Tumenggung pada masa sebelumnya. Dengan kata lain, Pemangku Adat tetap memegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Pemilihan Pemangku Adat didasarkan pada garis keturunan, kemauan, serta kemampuan calon penerus, dan juga persetujuan dari masyarakat. Peran dan tanggung jawab Pemangku Adat dapat berbeda-beda di setiap komunitas dan kebudayaan.Kata kunci: Tumenggung, Pemangku Adat, Suku Anak Dalam