This Author published in this journals
All Journal Metahumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEREMPUAN DAN BUDAYA DALAM NARASI SERIAL QUEEN CHARLOTTE: ANALISIS STRUKTUR NARATIF GÉRARD GENETTE Dianti, Etsha; Hamida, Nur; Nisa, Ichda Nabilatin
Metahumaniora Vol 15 No 2 (2025): METAHUMANIORA, AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v15i2.59456

Abstract

Serial Queen Charlotte: A Bridgerton Story yang menyajikan struktur budaya dan perempuan di lingkungan Kerajaan Inggris menjadi salah satu tayangan yang banyak menarik minat penonton di Netflix. Serial ini terdiri dari 3 season yang menggunakan teknik alur mundur dalam menyajikan sebuah cerita. Isu yang diangkat dalam serial sangat dekat dengan kehidupan nyata perempuan di lingkungan kerajaan Inggris berlatar abad ke 17 dan 18. Tujuan penelitian untuk memaparkan perempuan dan budaya dalam prekuel Queen Charlotte: A Bridgerton Story berdasarkan lintasan cerita, posisi narator sekaligus ideologi dalam serial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang berfokus pada fungsi dan struktur narasi dalam objek penelitian. Sumber data yang digunakan adalah Serial Queen Charlotte: A Bridgerton Story. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat dua aspek naratif penting yaitu order dan voice yang menjembatani temuan tentang perempuan dan budaya dalam serial. Urgensi order dan voice untuk memahami proses narasi dalam mengonstruksi makna sekaligus mempengaruhi persepsi pembaca dalam menangkap informasi dalam film. Order dalam serial ini terdiri dari analepsis yang merupakan ‘jawaban’ sekaligus ‘alasan’ dibalik tindakan Queen Charlotte yang memberlakukan tradisi perjodohan bagi para gadis di masa ketika ia bertakhta. Voice dalam serial ini berkonsep simultaneous yang menceritakan peristiwa sejalan dengan waktu penceritaan. Namun, narator yang bersuara tidak berada dalam cerita (heterodiegetic). Pada tingkatan naratif, narator dikategorikan sebagai extradiegetic-heterodiegetic karena menjadi narator serba tahu namun kebaradaannya tidak ada dalam cerita. Narasi dalam serial yang beralur flashback ini mengungkapkan situasi ras kulit hitam dan putih pada abad 17-18 yang memberikan sajian yang pragmatis terhadap bentuk resistensi di masa kini.