Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketepatan pengkodean diagnosa dan tindakan pada kasus persalinan dengan sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun. Rekam medis merupakan komponen krusial dalam manajemen data klinis dan pelayanan kesehatan, serta penting dalam aspek administratif seperti penagihan biaya. Pengkodean yang tepat, sesuai dengan standar seperti ICD-10, sangat diperlukan untuk menghasilkan data yang berkualitas dan menghindari kerugian finansial bagi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan mengambil sampel sebanyak 56 berkas rekam medis menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa check-list digunakan untuk menilai ketepatan kode diagnosa dan tindakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung persentase ketepatan dan ketidaktepatan pengkodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 berkas rekam medis yang dianalisis, tingkat ketepatan pengkodean diagnosa adalah 55,35%, dengan 32,14% kasus menggunakan kode diagnosa yang tidak tepat, dan 12,5% tidak dapat dinilai kode diagnosanya. Sedangkan untuk pengkodean tindakan, tingkat ketepatan mencapai 71,42%, dengan 28,57% kasus menggunakan kode tindakan yang tidak tepat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat tingkat ketepatan yang cukup baik dalam pengkodean tindakan, terdapat tantangan dalam pengkodean diagnosa yang memerlukan perbaikan. Ketidaktepatan dalam pengkodean diagnosa dapat berdampak pada manajemen data klinis dan aspek finansial rumah sakit. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan pelatihan SDM dalam penggunaan panduan klasifikasi terbaru serta meningkatkan kejelasan dan kelengkapan rekam medis guna memastikan ketepatan pengkodean.