Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Waktu Tunggu Penyediaan Dokumen Rekam Medis Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Kbumen II Maharani, Annisa Siwi; Hidayah, Firda Fitri; Yulianti, Rizkia Murni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.151 KB)

Abstract

Salah satu indikator pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Pasien akan merasa puas jika pelayanan yang diterima sesuai dengan harapan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah waktu tunggu. Faktor penyebab lama waktu tunggu dokumen rekam medis adalah kurangnya sumber daya manusia dan ketepatan petugas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu penyediaan dokumen rekam medis dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kebumen II. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan di Puskesmas II Kebumen pada bulan Mei dan Juni 2021 didapatkan 62 responden yang terdiri dari 2 orang petugas rekam medis dan 60 pasien. Tunjukkan bahwa waktu tunggu pengambilan rekam medis rata-rata 25.27 menit dengan sebagian besar waktu cepat (<30 menit) sebesar 68,33%. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kebumen II didukung dengan 5 aspek kualitas pelayanan yaitu realibility, tangible, responsiveness, assurance, empati. Sehingga pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Analisis Waktu Tunggu Penyediaan Dokumen Rekam Medis Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Kbumen II Maharani, Annisa Siwi; Hidayah, Firda Fitri; Yulianti, Rizkia Murni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1923

Abstract

Salah satu indikator pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Pasien akan merasa puas jika pelayanan yang diterima sesuai dengan harapan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah waktu tunggu. Faktor penyebab lama waktu tunggu dokumen rekam medis adalah kurangnya sumber daya manusia dan ketepatan petugas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu penyediaan dokumen rekam medis dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kebumen II. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan di Puskesmas II Kebumen pada bulan Mei dan Juni 2021 didapatkan 62 responden yang terdiri dari 2 orang petugas rekam medis dan 60 pasien. Tunjukkan bahwa waktu tunggu pengambilan rekam medis rata-rata 25.27 menit dengan sebagian besar waktu cepat (<30 menit) sebesar 68,33%. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kebumen II didukung dengan 5 aspek kualitas pelayanan yaitu realibility, tangible, responsiveness, assurance, empati. Sehingga pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSA PADA KASUS PERSALINAN DENGAN SECTIO CAESAREA DI PKU MUHAMMADIYAH KUTOWINANGUN Hidayah, Firda Fitri; Yunengsih, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketepatan pengkodean diagnosa dan tindakan pada kasus persalinan dengan sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun. Rekam medis merupakan komponen krusial dalam manajemen data klinis dan pelayanan kesehatan, serta penting dalam aspek administratif seperti penagihan biaya. Pengkodean yang tepat, sesuai dengan standar seperti ICD-10, sangat diperlukan untuk menghasilkan data yang berkualitas dan menghindari kerugian finansial bagi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan mengambil sampel sebanyak 56 berkas rekam medis menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa check-list digunakan untuk menilai ketepatan kode diagnosa dan tindakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung persentase ketepatan dan ketidaktepatan pengkodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 berkas rekam medis yang dianalisis, tingkat ketepatan pengkodean diagnosa adalah 55,35%, dengan 32,14% kasus menggunakan kode diagnosa yang tidak tepat, dan 12,5% tidak dapat dinilai kode diagnosanya. Sedangkan untuk pengkodean tindakan, tingkat ketepatan mencapai 71,42%, dengan 28,57% kasus menggunakan kode tindakan yang tidak tepat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat tingkat ketepatan yang cukup baik dalam pengkodean tindakan, terdapat tantangan dalam pengkodean diagnosa yang memerlukan perbaikan. Ketidaktepatan dalam pengkodean diagnosa dapat berdampak pada manajemen data klinis dan aspek finansial rumah sakit. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan pelatihan SDM dalam penggunaan panduan klasifikasi terbaru serta meningkatkan kejelasan dan kelengkapan rekam medis guna memastikan ketepatan pengkodean.