Wardani, Almaida Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebahagiaan Anak Broken Home Wardani, Almaida Kusuma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.346 KB)

Abstract

Latar belakang yang mendorong adanya penelitian ini yaitu kondisi anak broken home yang kurang pengawasan dan kasih sayang dari orang tua sehingga merasa kurang terpenuhi perasaan bahagia. Akibat dari adanya perceraian orang tua tidak bisa lagi tinggal satu atap dengan anaknya, hal tersebut memengaruhi komunikasi yang terjalin serta pola asuh orang tua terhadap anak. Kondisi tersebut memengaruhi kejiwaan atau psikis anak itu sendiri. Permasalahan yang terjadi pada penelitian ini yaitu 1) Apa makna kebahagiaan bagi anak broken home?, 2) Apa faktor yang memengaruhi kebahagiaan bagi anak broken home?, 3) Siapa saja pihak yang telah memberikan dukungan baik dukungan fisik maupun psikis bagi kebahagiaan anak broken home?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa makna kebahagiaan bagi anak broken home, menganalisa dan mengetahui apa faktor yang memengaruhi kebahagiaan bagi anak bagi anak broken home, mengetahui siapa saja pihak yang telah memberikan dukungan baik dukungan fisik maupun psikis bagi kebahagiaan anak broken home. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Setting penelitian dilaksanakan di Desa Lebak, kecamatan Bringin. Subjek yang diambil berjumlah 3 orang, serta 9 orang informan tambahan yaitu salah satu dari kedua orang tua, teman, dan tetangga. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebahagiaan pada anak broken home yaitu terealisasinya ekspektasi atau harapan dalam lingkup keluarga. Adapun faktor yang memengaruhi kebahagiaan bagi anak broken home meliputi terciptanya hubungan yang positif dengan orang lain, keterlibatan penuh dalam karir dan aktivitas, penemuan makna hidup, optimis dalam menggapai masa depan, serta resiliensi atau kemampuan anak dalam bangkit atas kegagalan yang pernah dicapai. Sosok yang memberikan dukungan penuh terhadap subjek yaitu Ibu, teman dan juga kekasih. Adapun saran yang diberikan oleh peneliti yaitu supaya orang tua tetap memberikan kasih sayang utuh kepada anak, Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang demokratis, Anak tidak menjadikan status broken home untuk melakukan hal menyimpang, serta lingkungan sekitar tidak mendiskriminasi dan tetap menerima anak broken home di lingkungannya.
Kebahagiaan Anak Broken Home Wardani, Almaida Kusuma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2038

Abstract

Latar belakang yang mendorong adanya penelitian ini yaitu kondisi anak broken home yang kurang pengawasan dan kasih sayang dari orang tua sehingga merasa kurang terpenuhi perasaan bahagia. Akibat dari adanya perceraian orang tua tidak bisa lagi tinggal satu atap dengan anaknya, hal tersebut memengaruhi komunikasi yang terjalin serta pola asuh orang tua terhadap anak. Kondisi tersebut memengaruhi kejiwaan atau psikis anak itu sendiri. Permasalahan yang terjadi pada penelitian ini yaitu 1) Apa makna kebahagiaan bagi anak broken home?, 2) Apa faktor yang memengaruhi kebahagiaan bagi anak broken home?, 3) Siapa saja pihak yang telah memberikan dukungan baik dukungan fisik maupun psikis bagi kebahagiaan anak broken home?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa makna kebahagiaan bagi anak broken home, menganalisa dan mengetahui apa faktor yang memengaruhi kebahagiaan bagi anak bagi anak broken home, mengetahui siapa saja pihak yang telah memberikan dukungan baik dukungan fisik maupun psikis bagi kebahagiaan anak broken home. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Setting penelitian dilaksanakan di Desa Lebak, kecamatan Bringin. Subjek yang diambil berjumlah 3 orang, serta 9 orang informan tambahan yaitu salah satu dari kedua orang tua, teman, dan tetangga. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebahagiaan pada anak broken home yaitu terealisasinya ekspektasi atau harapan dalam lingkup keluarga. Adapun faktor yang memengaruhi kebahagiaan bagi anak broken home meliputi terciptanya hubungan yang positif dengan orang lain, keterlibatan penuh dalam karir dan aktivitas, penemuan makna hidup, optimis dalam menggapai masa depan, serta resiliensi atau kemampuan anak dalam bangkit atas kegagalan yang pernah dicapai. Sosok yang memberikan dukungan penuh terhadap subjek yaitu Ibu, teman dan juga kekasih. Adapun saran yang diberikan oleh peneliti yaitu supaya orang tua tetap memberikan kasih sayang utuh kepada anak, Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang demokratis, Anak tidak menjadikan status broken home untuk melakukan hal menyimpang, serta lingkungan sekitar tidak mendiskriminasi dan tetap menerima anak broken home di lingkungannya.
Dampak Perceraian Terhadap Perilaku Sosial Anak Wardani, Almaida Kusuma; Suhariadi, Fendi; Sugiarti, Rini
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3101

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian terhadap prilaku sosial anak di Desa Lebak Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian maka terdapat beberapa perilaku sosial anak yaitu Rentan mengalami gangguan psikis, membenci kedua orang tuanya, mudah mendapat pengaruh buruk dari lingkungannya, memandang jika hidup adalah sia sia, tidak mudah bergaul dan permasalahan moral. Dari beberapa Dampak Perceraian Terhadap Perilaku Sosial Anak terdapat beberapa perilaku yang sangat menonjol yaitu mudah mendapat pengaruh buruk dari lingkungan dan kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua. Sosok yang memberikan dukungan penuh subjek hanya sahabat. Adapun saran yang diberikan oleh peneliti yaitu supaya orang tua tetap memberikan kasih sayang utuh kepada anak, Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang demokratis, Agar anak tidak merasa kesepian dan anak mendapatkan kasih sayang walaupun kedua orang tua bercerai, serta lingkungan sekitar tidak mendiskriminasi dan tetap menerima walau keluarga sudah tidak memiliki keluarga utuh seperti anak-anak lainya di lingkungannya.Kata Kunci: Dampak Perceraian, Perilaku Sosial, Keluarga AbstractThis study aims to determine the impact of divorce on children's social behavior in Lebak Village, Bringin District, Semarang Regency. This research was conducted using a qualitative method. Data collection techniques used in this study were in the form of observation and interviews. Based on the results of the study, there are several social behaviors of children, namely Vulnerable to psychological disorders, hating their parents, easily getting bad influences from their environment, seeing life as meaningless, not easy to get along with and moral problems. From some of the effects of divorce on children's social behavior, there are several behaviors that are very prominent, namely easy to get bad influences from the environment and lack of love from both parents. The figure who gives full support to the subject is only a friend. The suggestions given by the researcher are that parents continue to give complete love to their children, parents need to apply democratic parenting, so that children do not feel lonely and children get love even though both parents are divorced, and the surrounding environment does not discriminate and remain accept even though the family does not have a complete family like other children in their environment.Keywords: Impact of Divorce, Social Behavior, Family