Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) di PAUD KB Al-Ikhlas Astria, Astria; Apriyansyah, Chandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.174 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang akan selalu beriringan. Pertumbuhan merupakan suatu perubahan fisik yang dapat diukur, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Sedangkan perkembangan lebih ditujukan pada kematangan fungsi alat-alat tubuh. Pentingnya Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) di PAUD, untuk mendeteksi apakah ada keterlambatan atau tidak pada perkembangan anak-anak. Program ini dapat membantu para guru untuk mendeteksi dan memberikan stimulasi yang tepat untuk para peserta didik, selain itu DDTK akan membantu orang tua memantau sampai sejauh mana perkembangan anaknya, jika di temukan keterlambatan perkembangan, guru dan orang tua akan mencari solusi yang dapat membantu menstimulasi keterlambatan tersebut dengan penanganan yang tepat. Di PAUD KB AL-IKHLAS telah melaksanakan Pogram DDTK yang dilakukan pada awal tahun pembelajaran
Implementasi Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) di PAUD KB Al-Ikhlas Astria, Astria; Apriyansyah, Chandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2049

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang akan selalu beriringan. Pertumbuhan merupakan suatu perubahan fisik yang dapat diukur, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Sedangkan perkembangan lebih ditujukan pada kematangan fungsi alat-alat tubuh. Pentingnya Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) di PAUD, untuk mendeteksi apakah ada keterlambatan atau tidak pada perkembangan anak-anak. Program ini dapat membantu para guru untuk mendeteksi dan memberikan stimulasi yang tepat untuk para peserta didik, selain itu DDTK akan membantu orang tua memantau sampai sejauh mana perkembangan anaknya, jika di temukan keterlambatan perkembangan, guru dan orang tua akan mencari solusi yang dapat membantu menstimulasi keterlambatan tersebut dengan penanganan yang tepat. Di PAUD KB AL-IKHLAS telah melaksanakan Pogram DDTK yang dilakukan pada awal tahun pembelajaran
SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA SASTRA LISAN LAMPUNG SESIKUN BUMBANG AJI APPENG LABUHAN RATU LAMPUNG TIMUR Astria, Astria; Enjelita, Aulia
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.959

Abstract

One of the elements that enriches Lampung's culture is literary works conveyed orally. Literature is an inseparable element of social life. Its existence reflects the creativity and work of a community. Based on its method of delivery, literature can be divided into two types: oral literature and written literature. This study examines the oral literature Sesikun Bumbang Aji Appeng from the Lampung Timur community by applying the semiotic theory developed by Ferdinand de Saussure, which focuses on the interaction between the signifier and the signified. The purpose of this research is to identify the symbolic meanings and cultural values embedded in the oral literary work. The study employs a qualitative descriptive method with an interpretative approach to analyze the meanings of linguistic signs within the cultural context of the Lampung people. The analysis reveals that each signifier in Sesikun corresponds to a signified that reflects traditional and social values, such as respect for social boundaries symbolized by the selendang (shawl), a spirit of togetherness, courage, openness, and the importance of maintaining relationships and communication. Therefore, Sesikun Bumbang Aji Appeng functions not only as a form of oral literature but also as a cultural sign system that embodies the identity, morality, and life philosophy of the Lampung Timur community.
The Impact of Environmental Stress on Plant Cell Structure and Function Astria, Astria; Yofran, Yuliani Putri; Ngama, Yulita Erlina; Bhaghi, Emaliano Jonsimus Lea; Wae, Veronika P. Sinta Mbia
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10981

Abstract

Environmental stress is an external factor that affects the strength and function of plant cells, such as salt levels, extreme temperatures, heavy metals, and radiation. This can cause significant changes at the molecular level, including cell structure and chemical processes within plants. This article is a systematic summary of 30 scientific studies published in the last ten years, aiming to identify common patterns in how plant cells respond to non-living stressors. Studies have shown that environmental stressors can lead to the accumulation of free radicals (ROS). This can damage membranes, cause lipid oxidation, damage chloroplasts, and disrupt the activity of enzymes essential for photosynthesis and respiration. At the molecular level, adaptive responses occur by activating hormone signaling pathways, particularly abscisic acid (ABA) and ethylene. This also involves increased expression of genes related to water regulation and protection from oxidation, as well as activation of autophagy, a mechanism that destroys damaged cell parts. Changes in cellular components such as the vacuole, mitochondria, and cell wall indicate how cells work to maintain salt balance and basic body processes. This summary of various studies shows that environmental stress can cause complex problems, such as disruptions in metabolic processes, instability of internal organs, and changes in gene expression. Therefore, understanding how plant cells work and their structure is crucial for developing plant varieties that are resilient to climate change stress.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN BODY SHAMING PADA SISWA DI SMA NEGERI 6 PALU Astria, Astria; Kurniawan, Bayu Eka; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55074

Abstract

Siswa tidak terlepas dari pengaruh tren gaya hidup yang dapat memicu perilaku negatif, salah satunya body shaming yang sering berkaitan dengan tampilan fisik. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terbentuknya perilaku tersebut. Bagian kesiswaan SMA Negeri 6 Palu melaporkan adanya kasus ejekan terkait warna kulit dan bentuk tubuh pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan body shaming pada siswa SMA Negeri 6 Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah siswa kelas X dan XI berjumlah 562 orang, dengan sampel 85 responden yang dipilih menggunakan cluster sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mendapatkan pola asuh authoritative (80,0%) dan memiliki body shaming kategori positif (55,3%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,033 (<0,05). Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan body shaming pada siswa SMA Negeri 6 Palu. Sekolah diharapkan menyelenggarakan edukasi terkait body shaming dan penguatan mental remaja serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.