Kasmita, Yusri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat Meningkatkan Hasil Belajar Kimia di Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kampar Kasmita, Yusri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.543 KB)

Abstract

Kurang aktifnya siswa dalam mengerjakan tugas mandiri atau kelompok yang diberikan guru, kebanyakan siswa malu bertanya apabila kurang memahami pelajaran. Selain itu kurangnya interaksi sesama siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan kurangnua memiliki keberanian mengemukakan pendapat atau ide. Akibat dari problem tersebut menyebabkan tujuan pembelajaran tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Melihat gejala di atas perlu adanya pembaharuan dan perbaikan dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang memungkinkan untuk mengantisipasi kelemahan model pembelajaran konvensional adalah dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh bahwa frekuensi ketercapaian KKM siswa sebelum tindakan sebanyak 8 siswa dari 20 siswa sedangkan setelah tindakan pada siklus I sebanyak 12 orang siswa dan pada siklus II sebanyak 17 siswa. Ini menunjukan bahwa frekuensi ketercapaian KKM siswa meningkat setelah tindakan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dapat Meningkatkan Hasil Belajar Kimia di Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kampar Kasmita, Yusri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2071

Abstract

Kurang aktifnya siswa dalam mengerjakan tugas mandiri atau kelompok yang diberikan guru, kebanyakan siswa malu bertanya apabila kurang memahami pelajaran. Selain itu kurangnya interaksi sesama siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan kurangnua memiliki keberanian mengemukakan pendapat atau ide. Akibat dari problem tersebut menyebabkan tujuan pembelajaran tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Melihat gejala di atas perlu adanya pembaharuan dan perbaikan dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang memungkinkan untuk mengantisipasi kelemahan model pembelajaran konvensional adalah dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh bahwa frekuensi ketercapaian KKM siswa sebelum tindakan sebanyak 8 siswa dari 20 siswa sedangkan setelah tindakan pada siklus I sebanyak 12 orang siswa dan pada siklus II sebanyak 17 siswa. Ini menunjukan bahwa frekuensi ketercapaian KKM siswa meningkat setelah tindakan