Kurang aktifnya siswa dalam mengerjakan tugas mandiri atau kelompok yang diberikan guru, kebanyakan siswa malu bertanya apabila kurang memahami pelajaran. Selain itu kurangnya interaksi sesama siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan kurangnua memiliki keberanian mengemukakan pendapat atau ide. Akibat dari problem tersebut menyebabkan tujuan pembelajaran tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Melihat gejala di atas perlu adanya pembaharuan dan perbaikan dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang memungkinkan untuk mengantisipasi kelemahan model pembelajaran konvensional adalah dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh bahwa frekuensi ketercapaian KKM siswa sebelum tindakan sebanyak 8 siswa dari 20 siswa sedangkan setelah tindakan pada siklus I sebanyak 12 orang siswa dan pada siklus II sebanyak 17 siswa. Ini menunjukan bahwa frekuensi ketercapaian KKM siswa meningkat setelah tindakan
Copyrights © 2021