Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Tidur terhadap Kapasitas Memori Kerja pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran UKRIDA Angkatan 2019 Leonardo, Andreas Felix; Sakasasmita, Steven; Oktavina, Reni; Hon, Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i1.2702

Abstract

Tidur pada dasarnya dibutuhkan oleh setiap individu. Namun, banyak mahasiswa kedokteran yang sulit memperoleh tidur yang baik. Sehingga kualitas tidur setiap mahasiswa akan terpengaruh. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi kapasitas memori kerja. Memori kerja adalah memori jangka pendek yang kompleks dan digunakan dalam menyimpan informasi secara sementara dan memproses informasi tersebut secara cepat untuk penalaran, perencanaan, dan pengambilan sebuah keputusan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kualitas tidur dan pengaruh kualitas tidur terhadap kapasitas memori kerja pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Kami berhasil merekrut 50 mahasiswa dalam penelitian ini. Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk menilai kualitas tidur. Sedangkan, Reading Span Task (R-SPAN) untuk mengukur kapasitas memori kerja mahasiswa. Hasil penelitian ditemukan korelasi antara kualitas tidur dengan memori kerja pada mahasiswa program studi kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) Angkatan 19 berdasarkan pengujian pearson correlation nilai p adalah 0,000 (p < 0,05) dengan nilai r adalah 0,896. Simpulan penelitian terdapat korelasi yang kuat antara kualitas tidur terhadap kapasitas memori kerja pada mahasiswa program studi kedokteran UKRIDA Angkatan 2019.
Efek Latihan Aerobik pada Hasil Pemeriksaan Elektrodiagnostik dan Kualitas Hidup Pasien Neuropati Diabetikum Sakasasmita, Steven; Julian, Tanri; Winata, Handy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2786

Abstract

Neuropati diabetikum merupakan penyakit neuropati paling sering di dunia. Neuropati diabetikum merupakan penyakit yang seiring dengan progresivitas penyakitnya, maka gejala, hasil pemeriksaan elektrodiagnostik, dan kualitas hidupnya akan semakin memburuk. Beberapa studi menyatakan bahwa salah satu terapi yang dapat digunakan untuk memperlambat progresivitas penyakit neuropati diabetikum adalah latihan aerobik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek dari latihan aerobik terhadap hasil pemeriksaan elektrodiagnostik dan kualitas hidup pasien neuropati diabetikum. Metode yang digunakan pada studi ini dengan cara pencarian artikel ilmiah berbasis data daring menggunakan Google Scholar, Science Direct, Proquest, dan Pubmed. Ditemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi untuk dikaji pada literature review ini. Sebagian besar studi menyatakan bahwa latihan aerobik selama 8-12 minggu memiliki efek yang akan memperbaiki nilai hasil elektrodiagnostik dan perbaikan pada kualitas hidup pasien neuropati diabetikum. Latihan aerobik berdampak baik pada metabolik dan vaskular pasien yang akan mengontrol kadar glikemik pasien dan mengurangi keparahan neuropati diabetikum.
INSIDENSI NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT INDONESIA : Tinjauan Pustaka Tan, Ashley Juan; Sakasasmita, Steven; Febrian, Reynard
Jurnal MedScientiae Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscientiae.v4i3.3979

Abstract

Low Back Pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal complaints among healthcare workers, potentially reducing productivity and the quality of hospital services. In Indonesia, data regarding the incidence of LBP among healthcare workers remains limited.This study is a systematic literature review following the PRISMA 2020 guidelines. Articles were retrieved from Google Scholar and Garuda databases, focusing on publications from 2016 to 2025. Inclusion criteria consisted of studies discussing LBP among healthcare workers in Indonesian hospitals. Case reports, cohort studies, meta-analyses, and narrative reviews were excluded. A total of 1,110 articles was identified, and after the selection process, 10 articles met the criteria. The majority of studies used a cross-sectional method and questionnaire instruments to measure the incidence and risk factors of low back pain (LBP). The average incidence of LBP among healthcare workers, particularly nurses, identified the main risk factors as age, gender, years of service, working hours, and working posture. It was estimated around 37,3% to 86,6% case of LBP incidence among healthcare workers in Indonesia. Preventive measures, such as ergonomic education and workplace modifications, are recommended to reduce the risk and negative impacts of LBP in hospital settings.