This Author published in this journals
All Journal de-lite
Mauleti, Eston Kamelang
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Ulang Identitas Visual Brand Jesejosh Creative Melini, Ellis; Madeleine, Josephine; Mauleti, Eston Kamelang
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i2.9513

Abstract

Jesejosh Creative (JJC) merupakan sebuah tempat kursus seni bagi anak usia 2–12 tahun. Entitas ini diangkat melihat pentingnya seni dalam proses perkembangan dan pembelajaran anak sebagai sarana untuk melatih kreatifitas, memicu rasa ingin tahu dan mendorong ekspresi diri. Proses perancangan sistem identitas visual JJC dilandasi metodologi yang dipaparkan oleh Alina Wheeler dalam bukunya Designing Brand Identity, yang mencakup lima tahapan: conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints dan managing assets. Dalam penerapannya, hasil data dan analisa menunjukkan bahwa ditemukan permasalahan 'pada ketiga aspek: form, form-content, dan form-context sehingga gagal untuk membangun identitas visual yang konsisten, representatif dan berbeda dari kompetitor. Hasil perancangan ulang ini didasari tiga kata kunci: imaginative, educative dan buoyant. Ketiga kata kunci dapat direpresentasikan secara visual sebagai cat, yang merupakan sebuah media ekspresi paling umum digunakan dalam seni. Cat juga bersifat cair dan fleksibel sehingga secara visual menawarkan tampilan yang dinamis, ramah dan penuh semangat. Cat yang bersifat fluid dapat dihadirkan dalam bentuk percikan pada logo, maupun genangan pada elemen grafisnya. Koherensi identitas visual dalam setiap brand touchpoints dijaga melalui sistem pengaturan warna, tipografi, dan gambar yang ditetapkan dalam Graphic Standards Manual (GSM).
Perancangan Ulang Identitas Visual Brand Jesejosh Creative Melini, Ellis; Madeleine, Josephine; Mauleti, Eston Kamelang
de-lite Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i2.9513

Abstract

Jesejosh Creative (JJC) merupakan sebuah tempat kursus seni bagi anak usia 2–12 tahun. Entitas ini diangkat melihat pentingnya seni dalam proses perkembangan dan pembelajaran anak sebagai sarana untuk melatih kreatifitas, memicu rasa ingin tahu dan mendorong ekspresi diri. Proses perancangan sistem identitas visual JJC dilandasi metodologi yang dipaparkan oleh Alina Wheeler dalam bukunya Designing Brand Identity, yang mencakup lima tahapan: conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints dan managing assets. Dalam penerapannya, hasil data dan analisa menunjukkan bahwa ditemukan permasalahan 'pada ketiga aspek: form, form-content, dan form-context sehingga gagal untuk membangun identitas visual yang konsisten, representatif dan berbeda dari kompetitor. Hasil perancangan ulang ini didasari tiga kata kunci: imaginative, educative dan buoyant. Ketiga kata kunci dapat direpresentasikan secara visual sebagai cat, yang merupakan sebuah media ekspresi paling umum digunakan dalam seni. Cat juga bersifat cair dan fleksibel sehingga secara visual menawarkan tampilan yang dinamis, ramah dan penuh semangat. Cat yang bersifat fluid dapat dihadirkan dalam bentuk percikan pada logo, maupun genangan pada elemen grafisnya. Koherensi identitas visual dalam setiap brand touchpoints dijaga melalui sistem pengaturan warna, tipografi, dan gambar yang ditetapkan dalam Graphic Standards Manual (GSM).
Magic Realism pada Karya Ilustrasi Berjudul "Perjalanan" Mauleti, Eston Kamelang
de-lite Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v5i2.10362

Abstract

Sebagai cabang seni, ilustrasi berfungsi menerangkan, teks disertai ilustrasi memungkinkan pemahaman makna secara menyeluruh. Dalam perkembangannya dua basis besar ilustrasi, traditional illustration dan digital illustration berjasa merepresentasikan teks, konsep ataupun ide. Pada bulan April-Mei 2024 International Illustration Network mengadakan Pameran Ilustrasi Internasional "Everything for Children 2024", di Illustration Gallery, Building B 301, Universitas Pelita Harapan, menampilkan 60 karya ilustrasi dari 23 negara. Penulis ikut berpartisipasi dalam pameran ini, karya ilustrasi yang diikutsertakan berjudul “Perjalanan”. Perjalanan adalah sebuah karya ilustrasi yang menggabungkan gaya realis dan surreal yang dikenal dengan istilah Magic realism. Istilah Magic Realism merupakan metode penciptaan karya ilustasi yang pertama kali muncul awal pada 1925 di Jerman oleh Frans Roh fotografer, kritikus seni dan sejarawan asal Jerman, yaitu menggabungkan unsur realis dengan hal-hal yang fantastis, mengusik perasaan, mitologis, dan seperti mimpi. Dua tokoh ilustrasi yang menerapkan aliran ini dalam karya buku ilustrasi mereka adalah Shaun Tan (The Lost Thing, 2000) dan Chris Van Allsburg (The Polar Express, 1985) yang membangkitkan imajinasi dan kreatifitas anak melalui karya ilustrasi, hingga kini karya mereka masih relevan untuk dinikmati