Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Overview of serum glutamic pyruvic transaminase and serum glutamic oxaloacetic transaminase levels in covid-19 patients Sunaidi, Yanti; Thaslifa; Fitriana; Alwiyah B, Siti
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v11i1.8661

Abstract

Covid-19 is an infectious disease that infects the respiratory tract, causing multi-organ damage. Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) and Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) are enzymes produced in the liver whose presence in the blood is a sign of impaired liver function. One of the damage parameters that can be caused by Covid-19 is an increase in SGPT and SGOT levels. The purpose of this study was to determine the description of SGPT and SGOT levels in Covid-19 patients. This study used observational research with a cross-sectional approach. The results showed that from 100 subjects, SGPT and SGOT levels were increased  13 (13%) subjects, which occurred more in the male sex group as many as 9 (9%) subjects, the age group 46-76 years as many as 12 (12%) subjects and the group with comorbid diseases were 9 (9%) subjects. The conclusion of this study, there was more increase in SGPT and SGOT levels in Covid-19 strains with the category of male sex, age 46-76 years, and having comorbid diseases.
Identifikasi Keberadaan Antibodi IgG/IgM Dengue Sebagai Tanda Pertahanan Infeksi Penyakit Demam Berdarah Pada Anak Kelas 5 Di SD Inpres Banta-bantaeng I Makassar Thaslifa
Jurnal Mitra Masyarakat (JMM) Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MITRA MASYARAKAT
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmm.v7i1.244

Abstract

Vaksinasi anak diindikasikan untuk mencegah berbagai infeksi mikroorganisme serta gejala yang lebih berat. IDAI telah merekomendasikan jadwal vaksinasi yang harus didapatkan oleh anak sejak usia 0-18 tahun. Vaksin yang diperoleh pada usia yang tepat akan meningkatkan efektivitas vaksin tersebut dalam menstimulasi sistem pertahanan tubuh sehingga dapat menghasilkan antibodi sebagai sistem pertahanan tubuh jangka panjang. Siswa(i) SD Inpres Banta-bantaeng secara rutin mendapatkan kunjungan dari pihak puskesmas setempat salah satunya adalah melakukan vaksinasi untuk siswa(i) kelas 1, 5, dan 6. Namun, pemeriksaan pasca vaksinasi belum pernah dilakukan sehingga tujuan dari pemberian vaksinasi dalam pembentukan antibodi sebagai sistem pertahanan tubuh belum diketahui. Deteksi antibodi dilakukan dengan cara mengambil sampel darah anak dan diperiksa menggunakan alat RDT. Hasil pemeriksaan pada 10 siswa yang berpartisipasi, menunjukkan sembilan orang (90%) telah memiliki antibodi dan satu orang (10%) belum memiliki antibodi IgG dengue. Diharapkan bahwa siswa yang belum terdeteksi antibodi dengue di dalam tubuhnya dapat segera mengunjungi pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi.