Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, LINGKUNGAN SOSIAL DAN SUMBER INFORMASI TERHADAP PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 PAREPARE Nur Qalbi; Ramlan; Henni Kumaladewi Hengky
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v4i3.392

Abstract

Remaja Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern, yang mengubah norma-norma , nilai-nila dan gaya hidup mereka. Perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja dapat menimbulkan permasalahan yang dapat mengganggu perkembangan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, lingkungan sosial, dan sumber informasi terhadap penyakit menular seksual pada remaja di SMA Negeri 3 Parepare. Metode penelitian menggunakan metode survei analitik, pendekatan cross sectional. Penarikan sampel sistematik random sampling, didapatkan 101 sampel. Pengumpulan data penelitian melalui pengisian kuesioner, data dianalisis menggunakan SPSS versi 24. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan tingkat pengetahuan (p=0,010), sumber informasi (p=0,003) terhadap pengetahuan penyakit menular seksual pada remaja, dan tidak ada hubungan lingkungan sosial terhadap pengetahuan penyakit menular seksual pada remaja (p=0,710) di SMA Negeri 3 Parepare. Saran, untuk instansi terkait khususnya sekolah untuk terus memberikan informasi melalui penyuluhan atau seminar serta mengadakan perbaikan kebijakan guna meningkatkan pengetahuan penyakit menular seksual pada remaja.
Integrating Gamification Strategy to Stimulate Students' Interest and Motivation on English Lesson at SMP Negeri 26 Makassar Putri, Anindia; Nur Qalbi; Awalia Azis
Journal of Computer Interaction in Education Vol. 5 No. 2 (2022): JCIE:Journal of Computer Interaction in Education
Publisher : FKIP Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jcie.v5i2.518

Abstract

The goal of this research is to clearly identify more about the problem of the gamification learning approach by using teaching materials based on gamification achievement in face-to-face learning and how Android applications used as a way of mobile learning to overcome these problems. This study aims to examine the application of gamification to stimulate students' interest and motivation in the concept of mobile learning by using a learning resource named Lima Sahabat for learning among seventh graders of junior high school. A Quasi-experimental study design was used (non-equivalent control group Pre-Test and Post-Test designs). The population in this study were all the seventh grade students (224 students) and the samples were class VII.2 (31 students) and VII.3 (31 students). The result for interest there was an increase of 1,9 points for the control class (72,74 – 70,84), while in the experimental class there was an increase of 14,52 points (78,23 – 63,71) and the result of motivation there was an increase of 1,03 points for the control class, while in the experimental class there was an increase of 18,87 points. The significance value of 0.000 for the learning interest variable and 0.001 for the learning motivation variable is less than 0.05 (5%), the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. By accepting the alternative hypothesis (H1), it can be concluded that gamification effects the interest and learning motivation of class VII students at SMP Negeri 26 Makassar in English Lesson.  
Translanguaging Practices in English Language Teaching: (A Sociolinguistic Study of Language Choice and Classroom Interaction) Fahria Musa’ad; Wahyu Andini; St. Mutiah Nurul Ilmidarajatih; Saiful; Nur Qalbi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4468

Abstract

English language teaching in multilingual contexts is deeply intertwined with language choice and learners' linguistic identities. This study examines translanguaging practices from a sociolinguistic perspective at SDI 100 Kepulauan Selayar, Indonesia, to address the gap in primary school EFL research. The study aims to investigate the patterns of English-Indonesian use, identify emerging forms of translanguaging, and analyze its sociolinguistic functions in classroom interaction. This research employed a qualitative descriptive design with data collected through non-participant observations, audio recordings, and semi-structured interviews. The findings indicate that English and Indonesian were used systematically; English served formal instruction, while Indonesian was used for clarification and affective support. Various forms of translanguaging, including teacher-initiated and peer interaction, functioned as instructional scaffolding that validated students' multilingual identities and reduced anxiety. This study concludes that translanguaging is an effective pedagogical practice that supports comprehension and engagement, suggesting that context-sensitive approaches are essential for multilingual primary education.
Parental Strategies in Shaping Early Childhood Politeness Perception to Maintain Eastern Cultural Values Nurul Faizah; Riska Amaliah; Sri Hardiyanti; Wildan Hidayat; Saiful; Nur Qalbi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4469

Abstract

Globalisasi dan perluasan media digital telah mengubah pola interaksi sosial secara signifikan, sehingga diperlukan fokus pada bagaimana kesantunan anak usia dini dipertahankan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana orang tua membentuk persepsi kesantunan anak melalui interaksi sehari-hari dan menguji bagaimana praktik tersebut berkontribusi pada pemahaman mereka tentang komunikasi yang sesuai secara budaya. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif-interpretatif, data dikumpulkan dari dua belas orang tua di Sulawesi Selatan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan terhadap rutinitas harian, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keteladanan orang tua merupakan strategi utama dalam menanamkan kesantunan, yang mencakup ekspresi verbal maupun perilaku nonverbal seperti isyarat hormat dan istilah sapaan. Selain itu, orang tua menggunakan bimbingan verbal, koreksi perilaku, dan penguatan positif untuk menginternalisasi kesantunan sebagai nilai moral dan budaya. Temuan ini juga menyoroti bahwa orang tua secara aktif membingkai kesantunan untuk menangkal pengaruh eksternal dari teman sebaya dan media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi orang tua yang konsisten sangat menentukan dalam menginternalisasi kesantunan sebagai praktik sosial berbasis budaya yang menjaga nilai-nilai Timur seperti adab, hormat, dan siri’.