Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SELF-EFFICACY DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI UJIAN PRAKTIK LABORATORIUM Sanger, Ailine Yoan; Bernic, Yesnat
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.1066

Abstract

Ujian praktikum laboratorium merupakan hal yang sering menimbulkan perasaan tidak tenang berupa kecemasan bahkan dapat mempengaruhi pola tidur/istirahat mahasiswa karena dihadapkan dengan tuntutan untuk melakukan berbagai prosedur medis. Adapun self-efficacy didapati mampu menekan kecemasan, karena self-efficacy merupakan keyakinan diri yang tinggi akan kemampuan seseorang dalam mengatasi sesuatu yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan dalam menghadapi ujian praktik laboratorium pada mahasiswa keperawatan tingkat satu semester satu di Universitas Klabat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan rumus frekuensi, persentasi serta analisis Pearson Correlation. Terdapat 68 mahasiswa fakultas keperawatan berpartisipasi dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan data convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas 50 (73.5%) mahasiswa memiliki self efficacy yang tinggi dan mayoritas 35 (51.5%) mahasiswa berada pada kategori kecemasan sedang. Terdapat p-value = 0.000 < nilai signifikansi α = 0.05 dan r = -0.506 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara self-efficacy dengan kecemasan dalam menghadapi ujian praktik laboratorium dengan tingkat korelasi yang sedang. Artinya, semakin tinggi self-efficacy maka semakin rendah tingkat kecemasan begitu pun sebaliknya. Rekomendasi diberikan bagi mahasiswa agar dapat melatih pola pikir optimis terhadap kemampuan diri dalam menghadapi ujian praktik laboratorium dengan tenang dan percaya diri. Bagi penelitian selanjutnya juga disarankan untuk menyusun studi yang lebih terperinci terkait dengan pengembangan self-efficacy sebagai strategi proaktif dalam mengingkatkan kesejahteraan mental, dalam mengatasi kecemasan dengan menggunakan metode serta teknik dan lokasi yang berbeda. Laboratory practical exams are things that often cause feelings of unease in the form of anxiety and can even affect students’ sleep/ rest patterns because they are faced with demands to carry out various medical procedures. Self-efficacy was found to be able to suppress anxiety. It defines as high self-confidence in one’s ability to overcome something difficult. This study aims to identify the relationship between self-efficacy and anxiety in facing laboratory practical exams among level one nursing students. This research used a correlative descriptive design. The data collected was processed using frequency formulas, percentages and Pearson Correlation analysis. There were 68 level one nursing students participated in this research with the use of convenience sampling data collection techniques. The research results showed majority of 50 (73.5%) nursing students had high self-efficacy and the majority of 35 (51.5%) students were in moderate anxiety category. There was a significant relationship in a negative direction between self-efficacy and anxiety in facing laboratory practical exams with the p value = 0.000 < significance value α = 0.05 and r = -0.506. This means that the higher the self-efficacy, the lower the level of anxiety and vice versa. For further research, it is recommended to prepare a more detailed study related to self-efficacy involving mental well-being in overcoming anxiety, using different methods, techniques and locations. KEYWORDS: Anxiety, Laboratory practical exams, Nursing Students, Self-efficacy
STRES AKADEMIK DAN POLA MAKAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR Sanger, Ailine Yoan; Mamuko, Anjellina
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1376

Abstract

Eating pattern is an important component in maintaining body balance, improving immunity, preventing various diseases, and supporting the academic performance of students in facing various academic pressures. Lack of education causes many people to be unaware of the adverse effects of an imbalanced diet. This study aims to analyze the relationship between academic stress and eating patterns among final-year nursing students at Klabat University. The research method used is a descriptive correlational approach through a cross-sectional design with total sampling technique of 98 respondents. The two instruments—academic stress, measured using the Perceived Academic Stress Scale (PASS), and eating patterns—were adapted from previous questionnaires, which had been validated and tested for reliability with Cronbach's Alpha of 0.83 for academic stress and 0.70 for eating patterns. Data analysis using Pearson’s correlation test revealed a significant and negative correlation between academic stress and eating patterns (r = -0.329; p = 0.001). This means that higher levels of academic stress are associated with poorer eating patterns among students. These findings highlight the importance of stress management strategies and nutrition education as part of promotive-preventive efforts to enhance student well-being. Recommendations for future researchers include exploring other factors that may mediate the relationship between academic stress and eating patterns, such as coping mechanisms, sleep quality, and social support, as well as implementing interventions based on mindfulness, nutrition counseling, and the use of health companion apps to sustainably improve students' eating patterns. Pola makan merupakan komponen penting dalam menjaga keseimbangan dan meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah berbagai penyakit kronis serta mendukung performa akademik mahasiswa dalam menghadapi berbagai tekanan akademik. Kurangnya edukasi menyebabkan banyak orang tidak menyadari dampak buruk dari pola makan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres akademik dengan pola makan pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir Universitas Klabat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional dengan teknik Total Sampling pada 98 responden. Kedua instrumen yaitu stress akademik yaitu Perceived Academic Stress Scale (PASS) dan pola makan, diadaptasi dari kuesioner sebelumnya, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,83 untuk stress akademik dan 0,70 unutk pola makan. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara stres akademik dan pola makan (r = -0,329; p = 0,001). Artinya, semakin tinggi tingkat stres akademik, maka semakin buruk pola makan mahasiswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi manajemen stres dan edukasi gizi sebagai bagian dari upaya promotif-preventif dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memediasi hubungan antara stres akademik dan pola makan, seperti mekanisme koping, kualitas tidur, dukungan sosial, serta melakukan intervensi berbasis mindfulness, konseling gizi, dan penggunaan aplikasi pendamping kesehatan untuk memperbaiki pola makan mahasiswa secara berkelanjutan.
Dukungan Keluarga dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa di Universitas Klabat Sanger, Ailine Yoan; Sigar, Dira
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1184

Abstract

Academic resilience is the ability of students to withstand academic pressure. One of the factors that can influence academic resilience is family support. The purpose of this research is to determine the relationship between family support and academic resilience among nursing students at Klabat University. The method used is cross-sectional, with Pearson correlation statistical testing. This research uses purposive sampling techniques with Slovin's formula with a sample size of 109 respondents. The result showed that the majority of 39 (35.8%) respondents had moderate family support. Academic resilience was found to be predominantly at a moderate level with 49 (45.0%) respondents. The p-value result = 0.000 (< 0.05) with a correlation coefficient r = 0.600 indicates that there is a significant relationship between family support and academic resilience among nursing students at Klabat University, with a strong positive correlation. The higher the family support, the higher the resilience of the students will be. Recommendations are made for students to enhance their academic resilience by utilizing the support from their families, enabling them to be more resilient and persistent in facing academic challenges. Keywords: Academic resilience, family support, students
ANALISIS RISIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PETANI KELAPA DI DESA X Sanger, Ailine Yoan; Paat, Putri
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1527

Abstract

Musculoskeletal complaints are disorders affecting the muscles, bones, ligaments, tendons, joints, and other supporting tissues. Persistent complaints can interfere with daily routines, impacting workers’ productivity and quality of life. The objective of this study was to determine significant differences in MSD complaints among coconut farmers based on age, gender, length of service, and work duration. This study employed a quantitative method using a descriptive analytical design with a cross-sectional approach.  The instrument used in this study is the Nordic Body Map (NBM) to measure MSDs.  The results revealed significant differences in MSD complaints by gender; there were significant differences in MSD complaints based on age group; and significant differences in MSD complaints based on length of service; however, no significant differences were found in MSD complaints based on work duration. Recommendations were made to provide ergonomics education to agricultural workers, particularly for women, who have lower muscle strength than men. Stretching during work breaks is also important, especially for older workers, to help reduce MSD complaints. Keluhan muskuloskeletal merupakan gangguan yang terjadi pada otot, tulang, ligamen, tendon, persendian maupun jaringan pendukung lainnya yang.  Keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kegiatan rutinitas sehari-hari, berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup pekerja.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keluhan MSDs pada petani kelapa berdasarkan usia, jenis kelamin, masa kerja dan durasi kerja.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional.  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM).  Hasil penelitian ini didapati perbedaan yang signifikan pada keluhan MSDs dalam jenis kelamin, terdapat perbedaan keluhan MSDs yang signifikan berdasarkan kelompok usia, terdapat perbedaan yang signifikan pada keluhan MSDs ditinjau dari masa kerja, namun tidak didapati perbedaan yang signifikan dalam keluhan MSDs berdasarkan durasi kerja. Rekomendasi diberikan agar edukasi ergonomi dapat diberikan kepada pekerja petani apalagi untuk jenis kelamin wanita dengan masa otot yang lebih rendah daripada laki-laki.  Peregangan disela-sela pekerjaan juga penting apalagi bagi pekerja dengna usia yang lebih tua, untuk membantu mengurangi keluhan MSDs.
Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Melalui PemeriksaanDan Konseling Kesehatan Di Manado Town Square Lea Shintya; Ailine Yoan Sanger
Servitium Smart Journal Vol 4 No 2 (2026): Servitium Smart Journal
Publisher : Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/servitium.v4i2.51

Abstract

 on-communicable diseases (NCDs) are a major public health problem causing high morbidity and mortality rates worldwide. According to the World Health Organization, NCDs kill 41 million people every year, accounting for 71% of all global deaths. In Indonesia, NCDs contribute to 73% of deaths with 26% occurring in adulthood. This study aims to increase community awareness about the importance of NCD prevention through health screening and counseling. The method used was a community service activity in the form of health screening involving 65 participants (37% male, 63% female) from Manado Town Square visitors aged ≥19 years. Examinations included blood pressure, random blood glucose, total cholesterol, uric acid, and anthropometry, followed by health counseling based on examination results. The results showed that 65% of participants had suboptimal blood pressure, 8% had abnormal blood glucose (pre-diabetes and diabetes), 42% had borderline high or high cholesterol, and 22% had high uric acid. These findings indicate high prevalence of NCD risk factors in the community, necessitating continued efforts in health education, early detection, and health promotion to prevent increased NCD cases in North Sulawesi.