Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT PISANG MULI SEBAGAI BAHAN AGAR-AGAR Hendra Pratama, Muhammad Ridho
Jurnal Kelitbangan Bappeda Pringsewu Vol 4 No 1 (2019): JURNAL KELITBANGAN PENGEMBANGAN DAN INOVASI IPTEK KABUPATEN PRINGSEWU
Publisher : Bappeda Kabupaten Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Lampung kaya akan hasil alamnya, terutama pisang. Menurut Maverdi CH, pegawai Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lampung Selatan, produksi pisang pada tahun 2009 sebanyak 36.334 ton sedangkan tahun 2010 mencapai 247.382 ton. Jenis pisang yang ditanam oleh masyarakat Lampung cukup beragam, diantaranya pisang muli atau pisang Lampung, pisang kepok, pisang ambon, pisang raja dan pisang tanduk. Beberapa manfaat pisang terkait kesehatan manusia adalah melancarkan peredaan darah, membantu pencernaan pada usus, menjaga kesehatan mata, menormalkan fungsi jantung, dan buah pisang juga bagus untuk ibu hamil karena mengandung 85-100 kalori yang bagus untuk pembentukan sel-sel baru pada janin. Beberapa olahan berbahan pisang yaitu kolak pisang, pie pisang, kripik pisang, bolu pisang, pancake pisang, es pisang hijau dan pisang goreng. Banyaknya variasi olahan berbahan pisang menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap buah tersebut. Berbagai olahan berbahan pisang hanya memanfaatkan buah kemudian membuang kulit pisang. Padahal kulit pisang juga mengandung banyak manfaat apabila kita mengolahnya dengan baik. Minat masyarakat yang tinggi terhadap olahan berbahan pisang membuat peluang usaha terbuka lebar untuk mengkomersialisasikan kulit pisang. Oleh karena itu peneliti membuat inovasi dari kulit pisang muli dengan judul Pemanfaatan Kulit Pisang Muli sebagai Bahan Agar-agar.
PENGOLAHAN WORTEL MENJADI KERIPIK LEZAT KAYA MANFAAT Hendra Pratama, Muhammad Ridho
Jurnal Kelitbangan Bappeda Pringsewu Vol 4 No 2 (2019): JURNAL KELITBANGAN PENGEMBANGAN DAN INOVASI IPTEK KABUPATEN PRINGSEWU
Publisher : Bappeda Kabupaten Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara garis besar, para ahli botani mengelompokkan wortel ke dalam dua kategori, yaitu wortel timur dan wortel barat. Wortel timur dibudidayakan pertama kali di Afganistan pada abad ke 10 Masehi. Warna wortel ini ungu. Sementara wortel barat dibudidayakan pertama kali di Belanda, sekitar abad ke-15 . Warna wortelnya oranye (jingga).Berdasarkan catatan FAO (Food and Agriculture Organization) Cina merupakan penghasil terbesar wortel di dunia, disusul oleh Rusia dan Amerika Serikat . Sepertiga wortel dunia dihasilkan di Cina. Kandungan gizi dalam wortel sangatlah kaya. Ia mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, Vitamin A, Vitamin C, dan Vitamin E. Wortel adalah salah satu makanan detoksifikasi yang mempunyai kemampuan untuk mengatur ketidakseimbangan dalam tubuh. Wortel merupakan komoditas sayuran yang banyak mengandung beta karoten yang merupakan prekusor vitamin A.Oleh sebab itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A setiap hari, misalnya Wortel. Melihat begitu kayanya wortel akan manfaat, maka penulis mencoba mengolah wortel menjadi makanan yang mengundang selera namun bergizi tinggi.