Deddi Fasmadhy Satiadharmanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

a KRIMINALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN KELUARGA OLEH EMPIRISME PIHAK KETIGA DI BUKITTINGGI Deddi Fasmadhy Satiadharmanto
AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum Vol 3 No 2 (2022): Acces to Justice
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/alwasath.v3i2.544

Abstract

Keluarga terkadang tidak memahami kondisi anak anaknya terlahir sehat baik secara fisik maupun mentalnya. Kondisi Kesehatan mental atas dua anak usia 7 dan 8 tahun di Kota Bukittinggi ini baru ketahuan terganggu Kesehatan mental ketika kedua anak ini bersama keluarga mendapatkan masalah oleh pihak ketiga dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilaporkan pihak ketiga. Setelah dilakukan beberapa tes psikologi oleh Psikolog ternyata kedua anak ini mengalami kesehatan mental atau berkebutuhan khusus terganggu sejak lahir. Pada kenyataannya kedua anak berkebutuhan khusus ini bersama keluarganya oleh pihak ketiga dengan alasan kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) anak dieksploitasi demi kepentingan pihak ketiga dengan mempidanakan anggota keluarga oleh pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan merumuskan hak atas hukum bagi anak berkebutuhan khusus dengan keluarganya dapat dipenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tidak serta merta menjadi tanggung jawab orang tua, tapi lingkungan serta pemerintah harus dapat digerakkan dalam memenuhi hak anak berkebutuhan khusus dan keluarganya dalam persoalan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, sifat penelitian secara spesifikasi adalah deskriptif analisis, Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, wawancara keluarga, anak berkebutuhan khusus. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak atas hukum anak berkebutuhan khusus dan keluarganya harus diwujudkan melalui program kegiatan khusus tentang perlindungan bagi anak berkebutuhan khusus dan keluarganya berupa perlindungan hukum dari krimininalisasi demi kepentingan kelompok, golongan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pihak ketiga pada keluarga dari anak berkebutuhan khusus ini. Peranan pemerintah dalam mewujudkan program pelayanan hukum anak berkebutuhan khusus dan keluarga. Pihak ketiga pada masalah anak berkebutuhan khusus dan keluarga ini tidak akan mewujudkan hak hak dan harmonisasi kehidupan anak berkebutuhan khusus dan keluarga. Pihak ketiga hanya memanfaatkan anak berkebutuhan khusus dan keluarga demi propaganda kepentingan kelompok dan golongan.
Persepsi Siswa Terhadap Keberagaman: Studi Kualitatif di SMA Negeri 1 Patianrowo Maslachah; Deddi Fasmadhy Satiadharmanto
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.7847

Abstract

Keberagaman budaya dan agama di Indonesia menciptakan tantangan dan peluang dalam pendidikan, terutama di sekolah-sekolah dengan latar belakang siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap keberagaman di SMA Negeri 1 Patianrowo dan bagaimana mereka berinteraksi dengan teman-teman dari latar belakang yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran yang cukup tinggi mengenai pentingnya keberagaman, meskipun masih terdapat prasangka dan stereotip yang perlu diatasi. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa interaksi dengan teman dari latar belakang yang berbeda memberikan pengalaman positif dan memperkaya pemahaman mereka tentang toleransi. Simpulan dari penelitian ini menekankan perlunya program pendidikan yang lebih inklusif untuk mendukung pengembangan sikap toleran di kalangan siswa.
KERANGKA HUKUM KONTRAK TAMBANG BATUBARA DI INDONESIA: STUDI KASUS WANPRESTASI PERJANJIAN KERJASAMA TAMBANG BATUBARA PIHAK SWASTA PADA PEMDA KABUPATEN KOTA BARU, KALSEL Sendi - Sanjaya; Hasrifin - Hasrifin; Naufal Ilham Ramadhan; Deddi Fasmadhy Satiadharmanto
Marwah Hukum Vol 2, No 2 (2024): MARWA HUKUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/mh.v2i2.8489

Abstract

Abstrak. Studi ini mengkaji kerangka hukum yang mengatur kontrak tambang batubara di Indonesia, dengan fokus pada studi kasus pelanggaran perjanjian kerjasama oleh entitas swasta dengan pemerintah daerah Kota Baru, Kalimantan Selatan, untuk eksploitasi tambang batubara. Isu utama yang diidentifikasi meliputi pelanggaran kontrak terkait pembagian hasil, ketidakpatuhan terhadap standar operasional yang disepakati, dan kurangnya transparansi dalam pelaporan keuangan.[1] Isu hukum yang dibahas mencakup tantangan seperti penegakan keputusan arbitrase yang diatur dalam kontrak, yang sering kali memerlukan intervensi hukum lebih lanjut. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya perjanjian yang jelas dan kokoh serta pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan dan mencegah pelanggaran.[2] Rekomendasi perbaikan termasuk reformasi regulasi untuk menyelaraskan peraturan pusat dan daerah, memperkuat kerangka hukum untuk mencakup aspek penting dari perjanjian kerjasama tambang, dan meningkatkan kemampuan pengawasan pemerintah. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjamin pelaporan keuangan yang transparan dan akurat melalui audit independen, sekaligus memperkuat kapasitas penegakan hukum melalui pelatihan peradilan dan arbitrase yang ditingkatkan. Secara kesimpulan, meskipun kerangka hukum yang ada sudah komprehensif, kelemahan yang diidentifikasi memerlukan reformasi untuk mengantisipasi dan menyelesaikan sengketa dalam kontrak kerjasama tambang batubara, sehingga mendukung keberlanjutan industri tambang batubara di Indonesia.Keywords: Kontrak Tambang Batubara, Kerangka Hukum, Pelanggaran Perjanjian, Pemerintah Daerah, Kota Baru, Pembagian HasilAbstract. This study examines the legal framework governing coal mining contracts in Indonesia, focusing on a case study involving breach of cooperation agreement by the private entity  with the local government of Kota Baru, South Kalimantan, for coal mining exploitation. Key issues identified include contract violations related to profit sharing, non-compliance with agreed operational standards, and lack of transparency in financial reporting. Legal issues discussed involve challenges such as the enforcement of arbitration decisions stipulated within the contract, often necessitating further legal intervention. The implications underscore the necessity of clear and robust agreements and effective oversight to ensure compliance and prevent breaches. Recommendations for improvement include regulatory reforms to harmonize central and local regulations, strengthening the legal framework to encompass crucial aspects of mining cooperation agreements, and enhancing governmental oversight capabilities. These measures aim to ensure transparent and accurate financial reporting through independent audits, alongside bolstering legal enforcement capacities through enhanced judicial and arbitration training. In conclusion, while the existing legal framework is comprehensive, identified weaknesses necessitate reforms to anticipate and effectively resolve disputes within coal mining cooperation contracts, thereby supporting the sustainability of Indonesia's coal mining industry.Keywords: Coal Mining Contracts, Legal Framework, Breach of Agreement, Local GovernmentKota Baru, Profit Sharing[1] https://ppid.rokanhulukab.go.id/po-content/uploads/lkpd_audited_2022_(1).pdf[2] https://inspektoratdaerah.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pengertian-pengawasan-82