Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KELAYAKAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI BERFORMAT FOUR TIER UNTUK MENGUNGKAP MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON , JULINASARI; , SUPARDIYONO
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan instrumen tes diagnostik miskonsepsi berformat four-tier yang ditinjau dari aspek validitas dan reliabilitas serta mengungkap miskonsepsi siswa pada materi Hukum Newton. Instrumen tersebut dikembangkan dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) kemudian dilakukan validasi teoritis dan empiris. Validasi teoritis dilakukan oleh 3 dosen ahli sementara validitas empiris melalui uji coba 1. Hasil validasi teoritis menunjukkan bahwa instrumen tergolong sangat valid. Selain itu, instrumen juga diuji cobakan sebanyak dua kali, yaitu uji coba 1 dan uji coba 2. Uji coba 1 dilakukan untuk menganalisis validitas empiris dan reliabilitas instrumen dengan sampel 50 siswa kelas XI-MIPA. Validitas empiris meliputi aspek materi dan konstruk. Validitas empiris materi diperoleh berdasarkan persentase false negatives dan false positives sedangkan validitas empiris konstruk diperoleh dari nilai korelasi product moment (rxy) sebesar 0,478. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka instrumen dinyatakan valid. Indeks reliabilitas instrumen dengan menggunakan persamaan koefisien reliabilitas Alfa Cronbach bernilai 0,847 dan dinyatakan reliabel. Uji coba 2 dilakukan untuk mengungkap profil miskonsepsi siswa kepada 32 siswa kelas X-MIPA. Hasil uji coba 2 menunjukkan bahwa persentase miskonsepsi terbesar yang dialami oleh siswa terdapat pada konsep Hukum II Newton dan Gaya Berat.
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S PADA GEMPABUMI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS-12 NUR AZIZAH QOMARIA; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Gempabumi (earthquake) merupakan bencana alam yang disebabkan oleh guncangan di bumi akibat patahan dan pergerakan dari batuan terluar lempeng tektonik penyusun kerak bumi secara tiba-tiba. Seiring dengan perkembangan teknologi komputasi, perkembangan dalam penentuan parameter gempabumi kini semakin cepat. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan LOTOS-12 (Local Tomography Software-12) yang berfungsi untuk menentukan model kecepatan 3D gelombang P dan gelombang S di bawah permukaan bumi, dengan menggunakan metode tomografi seismik dan pemodelan inversi. Provinsi Jawa Tengah dengan letak astronomis 6°-8° LS dan 108°-111° BT merupakan wilayah yang dipilih dalam peneilitian ini, karena Jawa Tengah terletak pada zona subduksi, yaitu pertemuan dua lempeng tektonik aktif (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia), dan terdapat beberapa sesar aktif yang dapat menyebabkan terjadinya gempabumi, salah satunya yaitu Sesar Lasem. Data input didapat dari katalog BMKG (WebDC3) yang merupakan data gempabumi lokal di Jawa Tengah (kedalaman kurang dari 1.000 km), dengan magnitudo ≥3 SR dalam rentang waktu dari 01 Januari 2008 hingga 01 April 2018. Dalam rentang waktu tersebut tercatat 62 kejadian gempabumi, dan terdapat 7 stasiun seismik. Variabel yang digunakan adalah variabel input dan output. Di mana variabel inputnya terdiri dari model kecepatan awal, travel time, dan koordinat stasiun seismik. Variabel outputnya adalah model kecepatan gelombang seismik (gelombang P dan S). Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah picking gelombang P dan S dengan menggunakan Seisgram2k70, untuk selanjutnya inversi tomografi gempabumi lokal menggunakan LOTOS-12. Hasil output yang didapatkan dari penelitian ini sesuai dengan kondisi geologi bawah permukaan wilayah Jawa Tengah. Anomali kecepatan gelombang positif mengidentifikasikan suatu daerah bersifat lebih padat dan terdapat batuan keras, seperti wilayah Kabupaten Purworejo, dll. Anomali kecepatan gelombang negatif menunjukkan suatu daerah memiliki materi batuan yang lebih cair (berongga) dan adanya patahan yang terbentuk sesuai geologi bawah permukaan Jawa Tengah, seperti wilayah Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, dll.Kata kunci : LOTOS-12, Tomografi seismik, Gempabumi lokal, Wilayah Jawa Tengah.
Analisis Model Kecepatan Body Waves Gempa Bumi Lokal di Wilayah Jawa Barat Menggunakan Local Tomography Software - 12 Tya Febriana; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menganalisis model kecepatan gelombang P dan S gempa bumi lokal menggunakan Local Tomography Software (LOTOS-12) di wilayah Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada laman WebDC3 dengan magnitude ≥ 3 SR. Kemudian mengubah format data event gempa dari SEED menjadi SAC. Seisgram 2K70 digunakan untuk picking data arrival time yang telah diunduh sebelumnya. Selanjutnya memasukkan data input koordinat stasiun pencatat gempa, travel time gelombang P dan S, serta model kecepatan awal 1D pada software LOTOS - 12. Setelah di running pada software tersebut maka akan keluar hasil model kecepatan 3D gelombang P dan S. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai rasio kecepatan Vp/Vs minimum 1,6 Km/s mengidentifikasikan adanya batuan – batuan sedimen. Sedangkan untuk nilai rasio Vp/Vs maksimum 1,888 Km/s mengindikasikan bahwa daerah tersebut memiliki materi fluida lebih tinggi. Adanya materi fluida yang lebih cair dari daerah disekelilingnya maka dapat diprediksi daerah tersebut terdapat hiposenter. Persebaran hiposenter tersebutlah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya gempa bumi di wilayah Jawa Barat. Sebagaimana teori yang menyebutkan bahwa tomografi di wilayah Jawa Barat terdapat banyak patahan dan sesar aktif, di antaranya Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri. Kata Kunci: model kecepatan, anomali, travel time, LOTOS – 12.
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S GEMPA BUMI LOKAL DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN LOTOS-12 NOFI AMBARSARI; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk menganalisis model kecepatan 3D gelombang P dan S gempa bumi lokal di Jawa Timur menggunakan LOTOS-12. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laman webdc3. Data yang digunakan adalah data gempa bumi di Jawa Timur dengan magnitudo ³3 SR pada tanggal 01 Januari 2008 – 23 Maret 2018 dengan letak astronomi antara 111° BT sampai 114,4° BT dan -6,6° LS sampai -8,6° LS. Hasil penelitian ini, anomali kecepatan gelombang P negatif mengidentifikasikan daerah tersebut adanya patahan yang sesuai dengan keadaan geologi permukaan bawah sedangkan anomali kecepatan gelombang P positif menjelaskan daerah tersebut adanya batuan keras di atas kerak yang tidak terderformasi oleh stress regional. Namun, jika anomali kecepatan gelombang S rendah menunjukkan terjadinya gempa pada area tersebut. Area anomali rasio Vp/Vs minimum (1,6 km/s) mengidentifikasi adanya batuan sedimen sedangkan pada area dengan anomali rasio Vp/Vs maksimum (1,888 km/s) mengartikan pada area tersebut terdapat batuan yang mengandung fluida lebih tinggi sehingga pada temperatur tinggi batuan tersebut mengalami perubahan tekanan yang dapat mengakibatkan terjadinya gempa bumi. Gempa yang terjadi di Jawa Timur disebabkan adanya sesar Kendeng dan sesar-sesar lokal yaitu sesar Pasuruan dan sesar Probolinggo. Kata Kunci : anomali kecepatan gelombang P dan S, anomali rasio Vp/Vs, gempa bumi.
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D PADA GEMPA BUMI DI SELAT SUNDA MENGGUNAKAN LOTOS-12 (LOCAL EARTHQUAKE TOMOGRAPHY SOFTWARE) KHOIROTUL ROHMAINAH; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

Selat Sunda berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia atau zona subduksi serta jalur patahan antar Sumatra dan Jawa seingga menyebabkan daerah ini sering mengalami gempa bumi. Studi tomografi di Selat Sunda jarang dilakukan oleh karena itu, perlu adanya penelitian yang dapat memberikan data waktu tiba serta distribusi anomali kecepatan gelombang P dan S yang selanjutnya dapat digunakan untuk memperoleh citra tomografi di Selat Sunda menggunakan metode inversi tomografi Local Earthquake Tomography Software (LOTOS-12). Penelitian ini menggunakan data sekunder dimana data yang digunakan sebagai input menyesuaikan dengan variabel yang dibutuhkan oleh program. Data gempa diunduh dari katalog WebDC3 di BMKG dalam rentang waktu tujuh tahun yaitu dari 01 Januari 2012 sampai 14 Februari 2019. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa anomali negatif deviasi kecepatan dalam bidang irisan horizontal menyebar di Selat Sunda bagian barat. Daerah ini adalah daerah disekitar Pulau Krakatau dan Pulau Sertung serta daerah yang dekat dengan zona subduksi dan patahan yaitu di sekitar Laut Hindia. Pada bagian kerak atas Vp sekitar 5.846 km/s dan Vs sekitar 3.141 km/s, pada bagian kerak bawah Vp sekitar 6.423 km/s danVs sekitar 3.846 km/s sehingga dapat diperkirakan tomografi Selat Sunda memiliki beberapa lapisan batuan yaitu kerak atas di kedalaman sekitar 0 km sampai 20 km, kemudian kerak bawah pada kedalaman sekitar 20 km sampai 40 km dan mantel atas pada kedalaman lebih dari 40 km. Kata Kunci: gempa bumi, seismik tomografi, anomali kecepatan gelombang P dan S, Vp/Vs ratio
ABSTRAK ANALISIS MODEL KECEPATAN TOMOGRAFI 3D BODY WAVES PADA GEMPA BUMI DI WILAYAH SULAWESI TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS¬-12 AWIT JUWITARINI; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

ABSTRAKANALISIS MODEL KECEPATAN TOMOGRAFI 3D BODY WAVES PADA GEMPA BUMI DI WILAYAH SULAWESI TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS­-12Awit Juwitarini), Supardiyono2)1) Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Negeri Surabaya, email: awitjuwitarini@mhs.unesa.ac.id2) Dosen Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, email: supardiyono@unesa.ac.id Abstrak Penelitian skripsi ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis tomografi lokal di daerah Palu Sulawesi Tengah menggunakan LOTOS-12 (Lotos Tomography Software-12) dan menganalisis data distribusi anomali kecepatan gelombang P dan S yang dihasilkan pada daerah Palu Sulawesi Tengah. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder di sekitar Sulawesi Tengah tahun 2008-2018 yang diunduh dari WebDC3 at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/). Dengan koordinat 2022 LU dan 3048 LS, serta 119022 BT dan 124022 BT dengan magnitudo ≥ 3 SR, dari rentang tahun 2008-2018. Diperoleh data kejadian gempa sebanyak 201 event gempa dan 7 stasiun seismik yang merekam kejadian gempa tersebut. Mekanisme pengoperasian perangkat lunak ini digunakan model kecepatan awal untuk daerah Sesar Palu Koro, selanjutnya akan dilakukan pengolahan dengan menggunakan inversi tomografi dengan software LOTOS-12 dalam mode 3D. Hasil dari penelitian ini diperkirakan wilayah Sulawesi Tengah memiliki beberapa lapisan kerak diperoleh nilai Vp 5,961 km/s dan nilai Vs 3,589 km/s, pada kerak bawah nilai Vp >6,423 km/s dan nilai Vs 3,816 km/s, pada mantel nilai Vp sekitar 6,423 km/s dan nilai Vs 3,816 km/s. Diperoleh nilai anomali rasio Vp/Vs maksimum sekitar 1,6, sedangkan nilai anomali rasio Vp/Vs maksimum sekitar 1,888. Anomali negatif deviasi kecepatan dalam bidang irisan horizontal menyebar di wilayah Palu Sulawesi Tengah dengan deviasi kecepatan maksimum yang teresolusi dengan baik untuk gelombang P dan S. Daerah tersebut adalah daerah yang terdapat patahan aktif yaitu Sesar Palu Koro. Sesar Palu Koro memotong Sulawesi bagian barat dan tengah, menerus ke bagian utara sampai Palung Sulawesi Utara yang merupakan batas tepi benua di Laut Sulawesi. Sesar Palu Koro juga memanjang dari Palu ke arah Selatan dan Tenggara melalui Sulawesi Selatan bagian Utara menuju ke Selatan Bone sampai di laut Banda. Patahan Palu Koro memanjang dari utara (Palu) ke selatan (Malili) hingga teluk Bone sepanjang  240 km. Bersifat sinistral dan aktif dengan kecepatan sekitar 25-30 mm/tahun. Patahan palu Koro berhubungan dengan patahan Matano Sorong dan Lawanoppo Kendari, sedang di ujung utara melalui selat Makassar berpotongan dengan zona subduksi lempeng laut Sulawesi.Kata kunci : anomali gelombang, latitude, local earthquake, longitude, tomografi seismik Abstract Thesis research was conducted aiming to analyze local tomography in Central Sulawesi Palu area using LOTOS-12 (Lotos Tomography Software-12) and analyze the data distribution and P wave velocity anomaly S produced in region of Central Sulawesi Palu. The source of the data used in this research is secondary data around Central Sulawesi years 2008-2018 downloaded from WebDC3 at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/). With coordinates 2022 LU and 3048 LS, as well as 119022 BT and 124022 BT magnitude ≥ 3 SR., of 2008-2018 year range. Earthquake occurrence data obtained as many as 201 event earthquake seismic station and 7 recorded the earthquake occurrence. The mechanism of operation of this software is used for the initial speed model Fault Palu Koro, further processing will be done by using tomography inversion with software LOTOS-12 in 3D mode. The results of this study estimated the region of Central Sulawesi have several layers of crust retrieved values Vp 5.961 km/s and the value Vs. 3.589 km/s, on the crust below the value of Vp > 6.423 km/s and the value Vs. km/s, 3.816 on mantle values Vp about 6.423 km/s and value Vs. 3.816 km/s. Retrieved value anomaly Vp/Vs ratio maximum of about 1.6, while the value of the anomalous ratio Vp/Vs maximum around 1.888. Negative anomalies deviations in the areas of horizontal slices speed spread in the region of Central Sulawesi Palu with maximum speed deviation teresolusi for P and S wave. The area is the area contained an active fault line that is fault Palu Koro. Fault Palu Koro Koro cut Western and Central Sulawesi, continuously to the North to the North Sulawesi Trench which is the border of the continent in the Celebes Sea. Fault Palu Koro also extends from the Hammer to the South and South-East through the northern part of South Sulawesi, head South to the Bone in the Banda Sea. The Ridge extends from North of Koro Palu (Palu) to South (Malili) to the Bay of Bone along ± 240 km. Are sinistral and is active at speeds of about 25-30 mm/year. The Palu Koro-related faulting Matano Slide and Lawanoppo Kendari, being at the northern end through the Makassar Strait intersect with the Celebes Sea plate subduction zone. Keywords: wave anomalies, latitude, longitude, local earthquake, seismic tomography
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG SEISMIK DI DAERAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN LOTOS-12 IRMA SAFITRI YANUARSI; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG SEISMIK DI DAERAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN LOTOS-12 Irma Safitri Yanuarsi), Supardiyono2) 1) Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Negeri Surabaya, email: irmayanuarsi@mhs.unesa.ac.id 2) Dosen Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, email: supardiyono@unesa.ac.id Abstrak Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menganalisis tomografi 3D dan mengetahui anomali kecepatan gelombang P dan S di daerah Sumatera Barat dengan menggunakan LOTOS-12. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari katalog WebDC3 at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/), dengan koordinat -1.77 LS – 0.83 LS dan 99.00 BT – 101.78 BT dan nilai magnitudo ≥ 3 SR, dari rentang tahun 2008-2018, diperoleh data sebanyak 149 event gempa dan 6 stasiun seismik yang mencatat kejadian gempa tersebut. Mekanisme pengoperasian software ini membutuhkan input model kecepatan 1D yaitu model referensi struktur kecepatan bumi Madlazim-Santosa di Wilayah Sumatera Barat. Selain itu, penentuan distribusi kecepatan 3D terdiri dari menentukan lokasi dalam model 3D menggunakan metode algoritma ray tracing, parameterisasi grid dan inversi menggunakan metode LSQR (Least Square), selanjutnya akan dilakukan pengolahan dengan menggunakan inversi tomografi Local Earthquake Tomography LOTOS-12 dalam model 3D. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada lapisan kerak atas diperoleh nilai Vp sekitar 6.192 km/s dan Vs sekitar 3.717 km/s, pada lapisan kerak bawah diperoleh nilai Vp sekitar 7.083 km/s danVs sekitar 3.964 km/s dan pada lapisan mantel atas diperoleh nilai Vp sekitar 8.217 km/s dan Vs 4.679 km/s. Nilai rasio Vp/Vs rendah pada bidang vertikal diperoleh pada kedalaman sekitar 30 km hingga 60 km dan pada kedalaman sekitar 80 km hingga 120 km, sedangkan rasio Vp/Vs tinggi diperoleh pada kedalaman 10 km hingga 30 km. Distribusi kecepatan 3-D anomali Vp dan Vs di bagian barat Sumatera lebih dominan pada anomali negatif yang ditandai adanya deviasi kecepatan negatif maksimum yang teresolusi dengan baik untuk gelombang P dan S terdapat pada daerah Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai dan Padang, dikarenakan pada daerah tersebut terdapat beberapa jenis segmen patahan diantaranya adalah Patahan Mentawai, Patahan Barumun, Patahan Sumpur, Patahan Sianok dan Patahan Sumani. Kata Kunci: gempa bumi, tomografi seismik, rasio Vp/Vs Abstract This thesis is intended to analyze 3D tomography and recognizing P and S wave anomalies in Western Sumatera by using LOTOS-12. These research data came up with a secondary data acquired from the catalog WebDC at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/) with coordinate -1.77 LS – 0.83 LS dan 99.00 BT – 101.78 BT and magnitudo value ≥ 3 SR, from 2008-2018 got 149 quake events and 6 seismic stations registering the seismic events. The operating mechanism of this software required the 1D speed mode input, which the reference model for the speed structure of the Madlazim-Santosa earth speed model in the Western Sumatera region. In addition, determining 3D speed distribution consists of determining locations in 3D models using the ray tracing algorithm method, grid parameterization and invertion use LSQR (Least Square) method, further proccessing will be done using the local earthquake tomography style and inversion tomography LOTOS-12 in 3D model. Data proccessing shows that in the top layer of the crust there got Vp value at arround 6.192 km/s and Vs arround 3.717 km/s, in the lower layer of crust there is the value of Vp is about 7.083 km/s, and the Vs about 7.964 km/s and in the upper crust there is the value of Vp about 8.217 km/s and Vs about 4.679 km/s. The low Vp/Vs ratio on vertical areas is obtained at a depth of approximately 30 km to 60 km and at a depth of approximately 80 km to 120 km, whereas the higher Vp/Vs ratios are acquired at a depth of 10 km to 30 km. Distribution 3D anomaly Vp and Vs in West Sumatera dominates the negative anomaly highlighted in negative maximum speed deviation known well for the waves of P and S is found in the Nias Island, Mentawai and Padang. Because there are several types of fault segments among which are the The Mentawai Fault, The Barumun Fault, The Sumpur Fault, The Sianok Fault and The Sumani Fault. Keywords: earthquake, seismic tomography, ratio Vp/Vs