Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Representasi Tokoh Pewayangan Purwa Pandawa Gagrag Surakarta Penina Inten Maharani; Birmanti Setia Utami; Jasson Prestiliano
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1378.437 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v3i2.14385

Abstract

The trend of initiating art design carrying wayang as the theme, is an attempt initiated by young generation that is worth-appreciated. However, the process of at design-making itself mostly does not genuinely pay attention to the essentials that each wayang figure has. Omitting or replacing one of the elements of Wayang Purwa could possibly change the values of wayang itself. This study is conducted to arrange a representative figure of Wayang Purwa, which is, Pandawa gagrak Surakarta as the principle of the design making without excluding the meanings and identities of the character. The method used in this study is qualitative, obtained from various references, such as; books, articles, and journals related to the Pandawa gagrak Surakarta figure, and interview with Bambang Suwarno, as a puppeteer as well as a leather wayang crafter. The result of this research is a reference of the Pandawa Lima and Gatotkaca figures design, as mostly used in various media.
Perancangan Video Motion Graphics Sosialisasi Stunting Bagi Remaja Usia 15-19 Tahun Di Kabupaten Manokwari Ester Setiabudi; Michael Bezaleel Wenas; Penina Inten Maharani; Jasson Prestilano
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 7 No 2 (2024): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v7i2.9626

Abstract

The high stunting rate in Manokwari makes Manokwari Regency the district with the highest stunting rate in West Papua Province. One of the factors causing the high stunting is the high rate of early marriage. This is due to the difficulty of understanding stunting. The government has made various efforts to reduce stunting but people still feel that they do not understand the material presented in socialization activities, moreover the material cannot be accessed repeatedly, especially for adolescents aged 15-19 years. Video motion graphics can be a solution to convey stunting information to the public. The research aims to design videos of less than one minute that contain illustration, animation, text and backsound, so that information can be conveyed in a more interesting way. The research method used is descriptive qualitative the result of this research is that motion graphics videos can be a medium for delivering socialization about stunting, especially early marriage, which can increase the information of the target audience who watch the video, especially for adolescents aged 15-19 years in Manokwari Regency. Keyboards : Stunting, Early Age Marriage, Motion graphics
Kampanye pencegahan stunting menggunakan media video motion graphic di kecamatan Sumowono Nataliyani, Suci Erika; Bezaleel, Michael; Maharani, Penina Inten; Prestiliano, Jasson
Jurnal Desain Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i1.23442

Abstract

KEARIFAN LOKAL SEBAGAI DASAR IDENTITAS VISUAL BATIK TULIS SENDANG PENGILON SALATIGA Maharani, Penina Inten
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.4647

Abstract

Meningkatnya kekhawatiran akan bahaya sampah kemasan, khususnya sampah plastik, membuat penggunaan kemasan ramah lingkungan  menjadi suatu keharusan. Batik Sendang Pengilon merupakan produk batik tulis dari Desa Pengilon di Salatiga. Batik tulis ini merupakan produk dengan pendekatan ramah lingkungan, yang tercermin dari bahan dan pewarna yang digunakan dalam produk. Hingga saat ini, Batik Sendang Pengilon telah menggunakan plastik OPP untuk mengemas dan menjual produknya. Batik Sendang Pengilon membutuhkan kemasan yang dapat mendukung kegiatan ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan visi misi yang dimiliki. Salah satu bahan ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai bahan pengemas adalah eceng gondok dari Rawa Pening. Selain menjadikan eceng gondok sebagai kemasan produk yang ramah lingkungan, juga dapat menjadi alternatif untuk mencegah terjadinya pendangkalan pada air pada rawa. Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan kemasan diharapkan dapat menstabilkan pertumbuhan eceng gondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Langkah-langkah spesifiknya adalah: (1) Eksplorasi, yaitu mencari data pustaka, data visual, dan data material, mencari sumber ide baru dari berbagai kerajinan eceng gondok, dan menggunakan hasilnya  sebagai dasar perancangan. (2) Perancangan desain, yaitu visualisasi gagasan dalam bentuk rancangan atau gambar konstruksi. (3) Perwujudan, yaitu realisasi desain menjadi suatu karya nyata dengan menggunakan bahan utama eceng gondok. Hasil dari penelitian ini adalah eceng gondok dapat menjadi alternatif solusi kemasan ramah lingkungan terhadap permasalahan merek Sendang Pengilon.
Buku Aktivitas Anak tentang Pendidikan Karakter dengan Tokoh Wayang Punakawan untuk Kelas 2 SD Rosarineysa, Maria Agnes Diandra; Setia Utami, Birmanti; Inten Maharani, Penina
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 (2023) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v5i2.148

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek krusial yang harus diterapkan sejak dini, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD). Masa ini adalah fase perkembangan peserta didik yang membutuhkan pendidikan moral yang mampu menginternalisasi prinsip-prinsip abstrak tentang benar dan salah. Tujuan utama pendidikan karakter pada tahap ini adalah agar peserta didik dapat memiliki sikap preventif dalam menghadapi permasalahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, perlu dikembangkan media alternatif yang dapat menjadi kontribusi positif dan edukatif dalam pembentukan karakter anak. Salah satu bentuk media tersebut adalah buku aktivitas khusus untuk anak-anak. Buku aktivitas ini dirancang tidak hanya sebagai alat pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang mendukung perkembangan positif anak-anak dalam aspek moral dan karakter. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif untuk memahami dan menjelaskan fenomena yang terkait dengan penerapan buku aktivitas karakter pada peserta didik. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis secara mendalam untuk memberikan gambaran yang detail dan komprehensif terhadap hasil penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas buku aktivitas sebagai media pendidikan karakter pada tingkat Sekolah Dasar. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan metode pendidikan karakter, tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk perancangan media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak pada tingkat pendidikan dasar.
Local Wisdom as the Basis of Visual Identity in Handwritten Batik from Sendang Pengilon Salatiga Utami, Birmanti Setia; Maharani, Penina Inten
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i2.57569

Abstract

Handwritten Batik from Sendang Pengilon is an enterprise managed by women in Pengilon Village, Salatiga. During the COVID-19 pandemic, this batik enterprise experienced setbacks in terms of sales, leading to a halt in production. After the COVID-19 pandemic ends, the batik business will resume operations with a new visual branding. The objective of this research is to identify various local assets of Pengilon Village that can be processed into the foundation for creating a visual identity. Utilizing local wisdom as the basis for creating a visual identity can provide uniqueness and differentiate Handwritten Batik from Sendang Pengilon among its competitors. A qualitative approach with data analysis using SWOT was employed in this research. The natural resources that constitute the richness of Salatiga, such as the Rejasa flower as a flora of Salatiga and the legendary story of Sendang Pengilon as one of Salatiga's local wisdom, serve as the basis for designing the identity of Batik Sendang Pengilon. This research resulted in a visual identity including a logo, typography, color variations, supergraphics, guidelines for consistent use of visual identity, and examples of visual identity application in various media. The outcomes of this research have been accepted and utilized by Batik Sendang Pengilon. Further development of the visual identity research for Batik Sendang Pengilon can be implemented across various media such as packaging and promotional materials. It is hoped that research on the visual identity of Batik Sendang Pengilon will continue to evolve and provide greater benefits for the specific development of the Batik Sendang Pengilon business and the economic empowerment of the Salatiga community in general.
Perancangan Desain Visual Ruang Bermain Ramah Lingkungan Pada Pemukiman Turusan Salatiga Maharani, Penina Inten
Titik Imaji Vol 8, No 2 (2025): JURNAL TITIK IMAJI
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/.v8i2.9146

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perancangan ruang bermain anak ramah lingkungan di kawasan permukiman padat dan kumuh Desa Turusan, Salatiga. Tujuan utama penelitian adalah menciptakan ruang bermain yang tidak hanya aman, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran lingkungan bagi masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan perancangan (design approach) berbasis studi kasus. Metode ini memungkinkan peneliti memahami kondisi eksisting kawasan, perilaku sosial masyarakat, serta kebutuhan ruang bermain yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta peluang penerapan desain berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip eco interior dan Eco design Strategy Wheel mampu mendukung efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta peningkatan kualitas lingkungan dalam skala mikro. Rancangan ruang bermain ini mengintegrasikan tujuh aspek utama, yaitu organisasi ruang, pemilihan material ramah lingkungan, sistem pencahayaan dan penghawaan alami, sanitasi air, pengelolaan sampah, serta pengendalian polusi dalam ruang. Konsep zonasi aktif–tenang diterapkan untuk menyeimbangkan intensitas aktivitas anak dan menciptakan suasana bermain yang adaptif terhadap kebutuhan berbeda. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan desain ekologis dapat diterapkan secara efektif di kawasan permukiman kumuh dengan keterbatasan ruang, sekaligus menjadi model perancangan ruang publik edukatif yang berkontribusi terhadap kesadaran lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.