Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PERLAKUAN TEMPERATUR PEMANASAN PADA HASIL PENGELASAN METODE SMAW TERHADAP HARDNESS LOGAM INDUK DAN LOGAM LAS Helanianto
CYBER-TECHN Vol. 12 No. 01 (2018): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu unsur penting dalam dunia konstruksi modern yang berkaitan dengan penyambungan dua part logam atau lebih, sehingga satu dan mempunyai kekuatan setara logam induknya. Dan dengan metode-metode yang dilakukan, perlakuan pada logam tersebut memberikan dampak pada kekuatan. Kekuatan inilah yang menjadi tujuan utama setiap pengguna ataupun konsumen, agar konstruksi yang mereka bangun bisa bertahan lama dari pengaruh fenomena alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fisis logam, yakni heattreatment pada proses pengelasan logam terhadap kekerasan yang terbentuk. Dan untuk mencapai target penelitian maka dilakukan eksperimen pada material dengan metode pengelasan SMAW dan heattreatment pasca pengelasan. Hasil penelitian ini di validasi dengan dukungan metode uji material hardness test. Hasil penelitian ini menunjukkan kekerasan raw material uji sebesar 51.4 HRB, heattreatment logam las pada temperatur 900˚C memiliki nilai kekerasan 54.3 HRB dan HAZ 52.7 HRB, pada temperatur heattreatment 800˚C kekerasan logam las 52.6 HRB dan HAZ 52 HRB, sedangkan pada heattreatment 700˚C kekerasan logam las 48.2 HRB dan HAZ 51.4 HRB. Dengan demikian, hasil ini menunjukan bahwa peningkatan temperatur heattreatment menyebabkan perbedaan temperatur pada proses pendinginan semakin besar sehingga yang terjadi adalah kecenderungan pendinginan cepat; pendinginan cepat tersebut menyebabkan kekerasan material semakin meningkat.
PENGARUH VARIASI ISOLATOR PANAS PADA HASIL PENGELASAN METODE SMAW TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LOGAM YANG DIHASILKAN Helanianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penyambungan logam merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia konstruksi saat ini dan yang akan datang. Dan dengan pengetahuan manusia tentang teknologi yang semakin bertambah maju dan modern, teknik penyambungan itu semakin kompleks dipelajari untuk menemukan solusi perbaikan terhadap kekuatannya guna menghasilkan suatu konstruksi yang layak demi keselamatan dalam penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan/kekuatan logam sambungan pada proses pengelasan SMAW dengan menggunakan metode isolator panas (serbuk kapur dan gips) sebagai pengatur laju pendinginan logam. Dimana nilai konduktivitas termal kapur sebesar 3.897 W/mºC, gipsum memiliki nilai konduktivitas termal sebesar 1.39 W/mºC. Dari eksperimen yang dilakukan, nilai kekerasan dalam skala Rockwel untuk Raw material baja karbon yang digunakan adalah sebesar 51.4 HRB, dengan nilai kekerasan logam las yang dihasilkan tanpa perlakuan 46.8 HRB, kekerasan logam las dengan perlakuan kapur sebesar 48.2 HRB, perlakuan gipsum sebesar 46.5 HRB. Untuk nilai kekerasan pada bagian HAZ; perlakuan kapur sebesar 46.1 HRB, perlakuan gipsum sebesar 49.1 HRB dan HAZ raw material tanpa perlakuan sebesar 50.4 HRB. Hasil diatas menunjukan bahwa semakin tinggi konduktivitas termal isolator maka proses pendinginan menjadi semakin cepat, yang berdampak pada semakin tingginya nilai kekerasan logam las pada sambungan. Sedangkan pada HAZ pengaruh konduktivitas termal kapur dan gips sebagai isolator memberikan pengaruh sebaliknya, dan cenderung lebih rendah bila dibanding pengelasan tanpa perlakuan.
PENGARUH PERLAKUAN TEMPERATUR PEMANASAN PADA HASIL PENGELASAN METODE SMAW TERHADAP HARDNESS LOGAM INDUK DAN LOGAM LAS Helanianto
CYBER-TECHN Vol. 12 No. 01 (2018): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu unsur penting dalam dunia konstruksi modern yang berkaitan dengan penyambungan dua part logam atau lebih, sehingga satu dan mempunyai kekuatan setara logam induknya. Dan dengan metode-metode yang dilakukan, perlakuan pada logam tersebut memberikan dampak pada kekuatan. Kekuatan inilah yang menjadi tujuan utama setiap pengguna ataupun konsumen, agar konstruksi yang mereka bangun bisa bertahan lama dari pengaruh fenomena alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fisis logam, yakni heattreatment pada proses pengelasan logam terhadap kekerasan yang terbentuk. Dan untuk mencapai target penelitian maka dilakukan eksperimen pada material dengan metode pengelasan SMAW dan heattreatment pasca pengelasan. Hasil penelitian ini di validasi dengan dukungan metode uji material hardness test. Hasil penelitian ini menunjukkan kekerasan raw material uji sebesar 51.4 HRB, heattreatment logam las pada temperatur 900˚C memiliki nilai kekerasan 54.3 HRB dan HAZ 52.7 HRB, pada temperatur heattreatment 800˚C kekerasan logam las 52.6 HRB dan HAZ 52 HRB, sedangkan pada heattreatment 700˚C kekerasan logam las 48.2 HRB dan HAZ 51.4 HRB. Dengan demikian, hasil ini menunjukan bahwa peningkatan temperatur heattreatment menyebabkan perbedaan temperatur pada proses pendinginan semakin besar sehingga yang terjadi adalah kecenderungan pendinginan cepat; pendinginan cepat tersebut menyebabkan kekerasan material semakin meningkat.
PENGARUH VARIASI ISOLATOR PANAS PADA HASIL PENGELASAN METODE SMAW TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LOGAM YANG DIHASILKAN Helanianto
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 02 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik penyambungan logam merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia konstruksi saat ini dan yang akan datang. Dan dengan pengetahuan manusia tentang teknologi yang semakin bertambah maju dan modern, teknik penyambungan itu semakin kompleks dipelajari untuk menemukan solusi perbaikan terhadap kekuatannya guna menghasilkan suatu konstruksi yang layak demi keselamatan dalam penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan/kekuatan logam sambungan pada proses pengelasan SMAW dengan menggunakan metode isolator panas (serbuk kapur dan gips) sebagai pengatur laju pendinginan logam. Dimana nilai konduktivitas termal kapur sebesar 3.897 W/mºC, gipsum memiliki nilai konduktivitas termal sebesar 1.39 W/mºC. Dari eksperimen yang dilakukan, nilai kekerasan dalam skala Rockwel untuk Raw material baja karbon yang digunakan adalah sebesar 51.4 HRB, dengan nilai kekerasan logam las yang dihasilkan tanpa perlakuan 46.8 HRB, kekerasan logam las dengan perlakuan kapur sebesar 48.2 HRB, perlakuan gipsum sebesar 46.5 HRB. Untuk nilai kekerasan pada bagian HAZ; perlakuan kapur sebesar 46.1 HRB, perlakuan gipsum sebesar 49.1 HRB dan HAZ raw material tanpa perlakuan sebesar 50.4 HRB. Hasil diatas menunjukan bahwa semakin tinggi konduktivitas termal isolator maka proses pendinginan menjadi semakin cepat, yang berdampak pada semakin tingginya nilai kekerasan logam las pada sambungan. Sedangkan pada HAZ pengaruh konduktivitas termal kapur dan gips sebagai isolator memberikan pengaruh sebaliknya, dan cenderung lebih rendah bila dibanding pengelasan tanpa perlakuan.