Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keragaan Agronomi Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) IPB di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan Evriani Mareza; Karlin Agustina; Yursida; Muhamad Syukur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.997 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36005

Abstract

Penggunaan cabai keriting sebagai bahan makanan terus meningkat. Dibutuhkan peningkatan produksi melalui penggunaan varietas unggul dengan memanfaatkan lahan pasang surut yang banyak terdapat di Sumatera Selatan. Penelitian bertujuan mendapatkan genotipe cabai keriting IPB yang memiliki keragaan agronomi yang unggul dan berpotensi untuk dikembangkan di lahan pasang surut Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2020 sampai Januari 2021 di lahan pasang surut sulfat masam potensial dengan luapan tipe C menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Genotipe yang diuji adalah enam cabai keriting IPB F10-120005-141-16-35-3-2B, F10-120005-141-16-35-1-4-3B, F10-120005-141-16-35-7-1-3B, F10-120005-241-2-9-4-4-1-1B, F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B, F11-0005-9-6, dan empat genotipe pembanding SSP, Laris, Caman, F1-PM999. Data dianalisis ragam dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur. Hubungan antar peubah dianalisis korelasi Pearson. Genotipe uji F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B memiliki batang tinggi dan menghasilan bobot per buah lebih tinggi dari genotipe pembanding, karena didukung oleh tebal daging buah tertinggi, buah yang panjang, dan diameter buah terbesar. Genotipe IPB F10-120005-141-16-35-1-4-3B, F10-120005-141-16-35-7-1-3B, F10-120005-241-2-9-4-4-1-1B, F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B berpotensi untuk dikembangkan sebagai varietas unggul di lahan pasang surut sulfat masam potensial Sumatera Selatan, dengan produktivitas 11.38 ton ha-1 sampai 12.92 ton ha-1. Genotipe cabai keriting mempunyai kemampuan tumbuh yang berbeda di lahan pasang surut, tergantung kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan tumbuh sesuai dengan sifat genetik yang dimiliki. Kata kunci: genotipe adaptif, genotipe pembanding, genotipe uji, lahan suboptimal
Peran Mikoriza Vesikular Arbuskular dan Pupuk Fosfat Terhadap Akar dan Hasil Edamame Irfansyah; Karlin Agustina; Husna, Nurul
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi pemberian Mikoriza (MVA) dan pupuk fosfat pada akar dan hasil Edamame (Glycine max L. Merrill. var. Biomax1) serta pengaruh masing-masing perlakuan pada akar dan hasil Edamame. Penelitian dilaksanakan dalam polybag di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas IBA pada bulan Januari sampai Mei 2025. Rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian MVA terdiri dari 4 taraf, M0 : 0 g.tan-1, M1 : 5 g.tan-1, M2 : 10 g.tan-1, M3 : 15 g.t-1. Faktor kedua pemberian pupuk fosfat terdiri dari 3 taraf, P1 : 50 kg.h-1 (0.25 g.tan-1), P2 : 100 kg.h-1 (0.5 g.tan-1), M3 : 150 kg.h-1 (0.75 g.tan-1). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 36 satuan percobaan yang terdiri dari 4 unit tanaman, sehingga diperoleh 144 tanaman. Data dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% apabila berpengaruh signifikan. Hasil menunjukkan interaksi pemberian MVA dan pupuk fosfat berpengaruh signifikan pada semua peubah. Perlakuan terbaik pada interaksi perlakuan M3P3 = Mikoriza (MVA) M3 : 15 g.t-1 dan pupuk fosfat P3 : 150 kg.h-1 (0.75 g.tan-1).