Penelitian ini menguji pengaruh salah satu bagian dari ESG yaitu efek environment risk terhadap nilai perusahaan pada industri ekstraktif di Indonesia, dengan fokus komparatif pada dua sub-sektor yaitu batubara (coal) dan logam diversifikasi (diversified metals). Objek penelitian menggunakan data panel 12 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024, dengan environment risk diukur melalui skor pilar Environment dari Sustainalytics, dan nilai perusahaan diukur dengan Tobin's Q. Metode analisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) yang memasukkan dummy sub-sektor dan term interaksi untuk menguji efek moderasi. Dilakukan juga uji Chow untuk menguji perbedaan struktur regresi antar sub-sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa environment risk berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan pada sub-sektor diversified metals, namun tidak signifikan pada sub-sektor batubara. Term interaksi environment risk dengan dummy sub-sektor batubara bertanda positif signifikan, menunjukkan struktur regresi yang berbeda secara nyata antar subsektor. Temuan ini berarti bahwa pasar telah memberlakukan diskon struktural pada subsektor batubara sehingga perubahan skor environment risk pada perusahaan batubara tidak lagi menjadi faktor utama dalam penilaian pasar. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan profil lingkungan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan valuasi perusahaan pada subsektor diversified metals dibandingkan sub-sektor batubara.