Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

PERBEDAAN TINGKAT PERFUSI PERIFER ULKUS KAKI DIABETIK SEBELUM DAN SESUDAH OLAHRAGA PERNAFASAN DALAM DI RUANG WIJAYA KUSUMA RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU Arwani -; Puji Siswanto; Ramelan Sugijana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.064 KB)

Abstract

Latar Belakang  - Pengelolaan ulkus kaki diabetik dapat dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Latihan jasmani seperti senam kaki diabetik sebagai salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis dilakukan  untuk mengaktivasi pembuluh darah agar sirkulasi darah ke area luka meningkat sehingga mempercepat proses penyembuhan luka kaki diabetik. Selain sirkulasi  darah yang baik, proses penyembuhan  luka juga membutuhkan  oksigenasi yang adekuat. Olahraga  pernafasan  dalam  merupakan  gabungan  dari  latihan  fisik  dan  nafas  dalam  yang  bermanfaat  untuk meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi sehingga perfusi jaringan luka meningkat.Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat perfusi jaringan perifer ulkus kaki diabetik sebelum dan sesudah olahraga pernafasan dalam di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. R. Soeprapto Cepu. Metoda   -  Desain  penelitian  menggunakanquasy eksperimen  dengan  rancangan  pretest  –  posttest  menggunakan kelompok kontrol. Indikator yang dipakai untuk menilai status perfusi jaringan adalah skor ABI (Ankle Brachial Index) yang diukur dengan sphygmomanometer. Sampel terdiri dari 32 responden terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Hasil–Hasil penelitian menunjukkan bahwaskor ABI posttestpada kelompok intervensi memiliki nilai rerata lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yaitu 0.92 berbanding 0.85 dan secara statistik bermakna (p = 0,001). Simpulan - Disimpulkan bahwa olahraga pernafasan dalam dapat meningkatkan status perfusi jaringan perifer ulkus kaki diabetik. Disarankan olahraga pernafasan dalam dapat menjadi pilihan untuk memberikan intervensi keperawatan kepada penderita ulkus kaki diabetik sebagai sarana membantu mempercepat proses penyembuhan luka.
The Difference of Anxiety Level on Hemodyalisis Patient Applied Health Education Using Leaflet and Audiovisual Aids Nurhidajah -; Shobirun -; Arwani -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.404 KB)

Abstract

Background - End stage renal disesase (ESRD) or chronic kidney disease is a life treatening condition. One of treatment conducted to replace renal function is hemodyalis. Among several patients, hemodyalisis can be a stressor for the patients so that anxiety is a condition that often experienced by the patients. In several cases, anxiety causes the patient fall in deteriorating condition at the time hemodyalisis done. Researches show that the quality of life of renal failure patients depend on the ability to face a steessor. In General Hospital Kota Semarang, health promotion has been developed. However, the implementation has not been conducted through audiovisual or leaflet media so that it may be contributed to low level knowledge. As a result, anxiety may increase. Objective - This study aimed to analise the difference of enxiety level of patient who having health education through audiovisual and leaflet media in Renal Unit General Hospital Kota Semarang. Method - Thirty nine respondent were partisipated in this study. Pre-test post-test design was applied to identify anxiety level of the patients. Independent t Test was used to analised the differences between two groups. Result - The result showed that there was significant difference when the patients having audiovisual (p=0.007) and when having leaflet (p=0.000). Meanwhile, there was no significant difference between both use of leaflet and audiovisual media (p=0.713). Recommendation - This study recommended the importance of using both leaflet and also audiovisual media. Key words - End Stage Renal Disesase (ESRD), I-Iemodyalisis Anxiety, Leaflet Audiovisual Medi
Kualitas Hidup Penderita Strok Fase Rehabilitasi Di Kota Semarang Arwani -; Shobirun -; Heri Wibowo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.869 KB)

Abstract

Latarbelakang&tujuan - Diperkirakan saat ini di Indonesia ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Pada kondisi yang seperti ini pengukuran kualitas hidup pada pasien strok fase rehabilitasi menjadi sangat penting diperhatikan. Metoda - Penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan crossesctional dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas hidup (quality of life) dari penderita strok fase rehabilitasi di kota Semarang, dan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pendidikan dengan kualitas hidup pasien strok fase rehabilitasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita strok fase rehabilitasi yang ada di kota Semarang. Sebanyak 65 penderita stroke fase rehabilitasi yang tinggal di kota Semarang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini (lotal sampling);- Analisa yang digunkan adalah dengan analisa univariat untuk menggambarkan kualitas hidup penderita strok fase rehabilitasi dengan distribusi frekuensi. dan prosentase, dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pendidikan dengan kualitas hidup penderita strok fase rehabilitasi menggunakal uji rank Spearman. Hasil - Kualitas hidup penderita strok fase rehabilitasi di kota Semarang sebagian besar mengalami gangguan pada aspek energy, peran, mobilitas, kepribadian, peran sosial, dan fungsi anggota gerak atas. Sedangkan aspek yang tidak mengalami kesulitan ataugangguan adalah aspek bahasa, suasana hati, perawatan dini, berpikir, penglihatan, pekerjaan/ produktifitas, dan spiritual. Dukungan keluarga yang diberikan lebih banyak pada dukungan instrumental dan informasi. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan antara dukungan leluarga dengan kualitas hidup pasien strok fase rehabilitasi (p =0,728) demikian halnya dengan pendidikan dengan kualitas hidup pasien strok fase rehabilitasi di kota Sernarang (p= 0,751). Simpulan & Saran - Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih mendalam mencakup jumlah sampel yang lebih besai, cakupan wilayah yang lebih luas, dan perlunya penyediaan buku panduan (buku saku) tentang kualitas hidup bagi penderita strok dan keluarganya. Kata Kunci: Strok fase rehabilitasi, dukungan keluarga, pendidikan, kualitas hidup