Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pengeringan Menggunakan Low-Cost Solar Dryer terhadap Kandungan Vitamin C Jambu Kristal Taufiqurrahman, Asa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v9i2.25299

Abstract

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari pengembangan teknologi low-cost solar dryer yang telah dirancang untuk proses pengeringan jambu kristal (Psidium guajava L.) secara efisien dan higienis. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi kadar vitamin C sebagai salah satu indikator utama mutu produk hasil pengeringan. Analisis kadar vitamin C dilakukan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan asam askorbat sebagai standar kalibrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada jambu kristal yang dikeringkan menggunakan solar dryer mencapai 504,23 mg/100 g, sedangkan pada pengeringan langsung di bawah sinar matahari hanya sebesar 370 mg/100 g. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penggunaan solar dryer mampu mempertahankan kandungan vitamin C lebih baik, karena proses pengeringan berlangsung pada suhu terkontrol (40–60 °C), kelembapan terjaga, serta tanpa paparan langsung sinar ultraviolet. Dengan demikian, low-cost solar dryer berpotensi sebagai teknologi tepat guna yang dapat membantu petani dan pelaku usaha kecil dalam menghasilkan produk kering berkualitas tinggi serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.
Pengaruh Pengeringan Menggunakan Low-Cost Solar Dryer terhadap Kandungan Vitamin C Jambu Kristal Taufiqurrahman, Asa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v9i2.25299

Abstract

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari pengembangan teknologi low-cost solar dryer yang telah dirancang untuk proses pengeringan jambu kristal (Psidium guajava L.) secara efisien dan higienis. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi kadar vitamin C sebagai salah satu indikator utama mutu produk hasil pengeringan. Analisis kadar vitamin C dilakukan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan asam askorbat sebagai standar kalibrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada jambu kristal yang dikeringkan menggunakan solar dryer mencapai 504,23 mg/100 g, sedangkan pada pengeringan langsung di bawah sinar matahari hanya sebesar 370 mg/100 g. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penggunaan solar dryer mampu mempertahankan kandungan vitamin C lebih baik, karena proses pengeringan berlangsung pada suhu terkontrol (40–60 °C), kelembapan terjaga, serta tanpa paparan langsung sinar ultraviolet. Dengan demikian, low-cost solar dryer berpotensi sebagai teknologi tepat guna yang dapat membantu petani dan pelaku usaha kecil dalam menghasilkan produk kering berkualitas tinggi serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.