Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGGUNAAN Lemna sp SEBAGAI PAKAN DALAM BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gourami Lac.) DI KABUPATEN PANGANDARAN Andriani, Yuli -; -, Iskandar; zidni, Irfan
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.424 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14656

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan unggulan Jawa Barat yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu kelompok yang melakukan pembudidayaan ikan gurame adalah Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Selain sebagai mata pencaharian melalui budidaya ikan secara umum, kelompok ini bermaksud mengembangkan ikan gurame sebagai komoditas unggulan daerah. Salah satu alternatif penyediaan pakan hijauan untuk ikan gurame adalah Lemna sp. Lemna sp adalah tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung di atas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan protein berkisar 10–45 %, serat 7-14%, karbohidrat 35%, lemak 3-7%, dan kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam kondisi optimal jenis tumbuhan ini dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari.  Produksi Lemna sp. dapat mencapai hingga 30 ton berat kering/ha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilam para petani ikan tentang cara membudidayakan Lemna sp sebagai sumber pakan hijauan sehingga diharapkan dan meningkatkan produksi ikan gurame di Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TREATMENT SUCCESS RATE PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS LAROMPONG -, Iskandar; -, Awaluddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genetic Relationship of the Transgenic and Non-Transgenic Mutiara Catfish with their Hybrids Sangkuriang Catfish Iskarimah Yolanisa; Ibnu Dwi Buwono; Yuniar Mulyani; Iskandar Iskandar
Jurnal Biodjati Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v4i2.4741

Abstract

The male broodstock of Transgenic Mutiara catfish (P) (containing Clarias gariepinus Growth Hormone, CgGH) is a fish who show fast growth. Propagation of the Transgenic Mutiara catfish F1 and F2 progeny involves the crossing of broodstock P with Non Transgenic Mutiara catfish. New genetic variations (polymorphisms) can be generated from crosses broodstock P and F1 which lead to the fast growth inheritance of transgenic fish. Phylogenetic relationship analysis showed distance and genetic variation in broodstock P, F1, F2 and Sangkuriang catfish (as controls) using the RAPD-PCR method (Random Amplified Polymorphic DNA-Polymerase Chain Reaction) as the research purposes. The results showed that OPA-03 (5'-AGTCAGCCAC-3 ') primer was selective for determining phylogenetic among catfish samples. The closest genetic similarity index originates from the female broodstock of Non Transgenic Mutiara catfish (P) (93%), while the farthest originates from the male broodstock of Mutiara Transgenic catfish (P) (51%) with F1 dan F2. Closely related broodstock catfish is not recommended to be crossed.
CORRELATION ANALYSIS BETWEEN SEAWATER INTRUSION AND MANGROVE GREENBELT Endang Hilmi; Cecep Kusmana; Endang Suhendang; Iskandar Iskandar
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 4, No 2 (2017): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Agency for Standardization of Environment and Forestry Instruments

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.474 KB) | DOI: 10.20886/ijfr.2017.4.2.151-168

Abstract

Seawater intrusion is an entry process of  seawater to land. Many factors have caused seawater intrusion from freshwater exploitation until mangrove degradation.  Mangrove ecosystem is a type of  forest ecosystem which has an ability to reduce seawater intrusion. This paper analyzes the estimation  and prediction of  seawater intrusion and correlation between widths of  mangrove with seawater intrusion.   The relation analysis between the width of  mangrove greenbelt with seawater intrusion used an equation model to predict seawater intrusion. The research method used sampling technique, system analysis with powersim software, correlation analysis and mathematical method with trend line analysis. Results show that (1) the mangrove density in the coastal area is approximately 50 – 109 trees/ha. (2) Simulation results showed seawater intrusion rate was about 0.20 km year (with mangrove as a component system), but reached 0.3 – 0.4 km/year (without mangrove as a component system). (3) The simulation result also showed that freshwater salinity was estimated to increase from 1.92 ppt to 4.86 ppt. (4) The relation model between seawater intrusion and mangrove greenbelt showed that correlation coefficient was 0.97 with  the equation  seawater intrusion (m) = 2264.9 * exp (-0.009 * the width of  mangrove greenbelt (m)), the correlation of  mangrove width with seawater intrusion was 0.97. (5) Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora styllosa, Sonneratia alba and Sonneratia caseolaris were the mangrove species that had the best ability to reduce seawater intrusion.
Kualitas Warna Benih Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Oranda Pada Berbagai Tingkat Pemberian Tepung Spirulina platensis Yuli Andriani; Tia Rostiana Siti Maesaroh; Ayi Yustiati; Iskandar Iskandar; Irfan Zidni
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.477 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.16341

Abstract

Warna yang cemerlang merupakan salah satu parameter kualitas dan nilai jual pada ikan koki Oranda (Carassius auratus). Karotenoid merupakan komponen alami dalam pembentuk pigmen warna yang memberikan pengaruh cukup baik terhadap warna orange pada ikan koki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian tepung Spirulina platensis terhadap kecerahan warna benih ikan mas koki. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2017 di Laboratorium Akuakultur Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Keenam perlakauan tersebut adalah pemberian tepung S. platensis sebanyak 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, 9%. Parameter yang diamati adalah nilai warna. Data hasil pengamatan warna dianalisis menggunakan analisis Kruskal-Wallis, jika terdapat perbedaan nyata dilakukan uji Z. Uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter, jika terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung S. platensis sebanyak 9% memberikan pengaruh terhadap peningkatan warna terbaik pada ikan mas koki Oranda.
Pengaruh Penggunaan Daun Apu-Apu (Pistia stratiotes) Fermentasi Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Harian dan Rasio Konversi Pakan Benih Ikan Nilem Sagita - Yudhitstira; Iskandar - -; Yuli - Andriani
Jurnal Akuatika Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 2/September 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.591 KB)

Abstract

Penelitian pakan diarahkan pada penciptaan pakan alternatif salah satunya tumbuhan air apu-apu fermentasi yang mampu memberikan pertumbuhan yang baik pada ikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase terbaik penggunaan daun apu-apu fermentasi Aspergillus niger dalam pakan buatan terhadap laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan benih ikan nilem. Ikan yang diuji adalah benih nilem berukuran 3,62 g ± 0,5 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Pakan diformulasikan pada persentase penggunaan 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Parameter utama yang diamati yaitu laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun apu-apu fermentasi berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan. Pada penggunaan 30% daun apu-apu fermentasi memberikan laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan terbaik 1,22% dan 4,51%. Kata kunci: Apu-apu, Benih Nilem, Fermentasi, Konversi Pakan, Pertumbuhan
Pemanfaatan Teknologi Aerasi Berbasis Energi Surya Untuk Memperbaiki Kualitas Air dan Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Nila Di KJA Waduk Cirata Zahidah Hasan; Masjamir -; Iskandar -
Jurnal Akuatika Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuatika Vol. VI. No. 1/Maret 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.96 KB)

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memecahkan salah satu masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA), yaitu rendahnya konsentrasi oksigen terlarut, yang secara langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan yang dibudidayakan termasuk ikan nila yang saat ini semakin banyak dibudidayakan di Waduk Cirata.  Rendahnya oksigen terlarut akan menyebabkan rendahnya laju pertumbuhan yang tentunya akan menurunkan produktivitas KJA. Dalam penelitian ini diujicobakan pemberian aerasi dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi.  Aplikasi teknologi aerasi dilakukan mengingat beberapa hasil penelitian menunjukkan konsentrasi oksigen pada petak-petak KJA terutama pada malam hari relatif rendah (di bawah konsentrasi optimal).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solar cell dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk menggerakan aerator sebagai pemasok oksigen pada lokasi-lokasi KJA dalam meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan pertumbuhan ikan nila yang dibudidayakan. Teknologi aerasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari bisnis budidaya ikan dalam KJA dan mendukung ketahanan pangan berbasis protein ikan di Jawa Barat.  Konsentrasi oksigen terlarut pada KJA yang diaerasi berkisar antara 5,3-7,3 mg/L sedangkan di KJA yang tidak diaerasi berkisar antara 5,2-6,1 mg/L.  Pertumbuhan ikan nila pada KJA yang diberi aerasi tumbuh 495 %, sedangkan yang tidak diberi aerasi sebesar 130 %.   Kata kunci: KJA, aerasi, tenaga surya, ikan nila, Waduk Cirata  
PENGARUH EKSTRAK TEPUNG TESTIS SAPI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KEBERHASILAN MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Irmasari -; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penggunaan Ekstrak Tepung Testis Sapi (ETTS) pada proses maskulinisasi ikan nila merah (Oreochromis sp.), telah dilakukan pada bulan Maret – Mei 2012, yang bertempat di Hatchery FPIK UNPAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Ekstrak Tepung Testis Sapi terhadap keberhasilan maskulinisasi larva ikan nila merah. Pada penelitian ini ETTS diberikan dengan cara perendaman terhadap larva ikan nila merah yang berumur 4 hari (fase diferensiasi sex) selama 8 jam. Konsentrasi ETTS yang digunakan yaitu perbandingan volume antara  ETTS dan Air. Perlakuan yang diberikan yaitu 0 ml/L, 1,5 ml/L, 3 ml/L, 4,5 ml/L dan 6 ml/L. Perendaman larva dilakukan pada stoples volume 5 liter dengan kepadatan 10 ekor/liter. Larva yang telah direndam ETTS dipelihara pada wadah akuarium  berukuran 40 x 30 x 30 cm3 dengan kepadatan awal 1ekor/liter, kemudian setelah 15 hari umur pemeliharaan larva kepadatan menjadi 2 ekor/liter. Hasil pengamatan menunjukan larva ikan nila merah berumur 4 hari dengan ekstrak tepung testis sapi (ETTS) sebanyak 3 ml/L menghasilkan ikan nila merah berkelamin jantan sebesar 69,07%.
SOSIALISASI BUDIDAYA IKAN LELE MUTIARA PADJADJARAN DI KELOMPOK PETERNAK LELE CILEUNYI Ibnu Dwi Buwono; Iskandar Iskandar; Roffi Grandiosa
Dharmakarya Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i4.35331

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan keunggulan lele mutiara Padjadjaran untuk memperbaiki pertumbuhan benih dan peningkatan produksi  ikan lele yang terdapat pada kelompok peternak ikan lele Cileunyi (KPLC) di kecamatan Cileunyi Kelurahan Cimekar Kabupaten Bandung. Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih terjamin terutama pada musim kemarau. Metode penyuluhan menggunakan pelatihan teori dan praktek lapang agar terjadi interaksi  intensif antara peserta dengan fasilitator untuk kegiatan fisik di lokasi. Kegiatan pengabdian difokuskan kepada evaluasi pertumbuhan benih ikan lele mutiara Padjadjaran (lele transgenik G4) dan ikan lele mutiara non-transgenik sebagai kontrol yang dipelihara pada kolam hapa KPLC (out door) dan akuarium di hatchery (in door). Hasil pelatihan ini berhasil menarik minat pembudidaya lele KPLC untuk mengganti teknologi konvensional beralih ke teknologi baru yang diperkenalkan. Indikator keberhasilan ini ditunjukkan oleh meningkatnya pengetahuan, keinginan bekerja sama dan minat untuk membudidayakan ikan lele mutiara Padjadjaran. Pembesaran benih ikan lele mutiara Padjadjaran oleh pembudidaya menghasilkan pertumbuhan 87-100% lebih tinggi dibandingkan ikan lele biasa (non-transgenik). Produk ikan lele unggulan ini  layak dan menguntungkan untuk dijadikan model percontohan pengembangan budidaya ikan lele  pada masyarakat untuk menambah pendapatan sebagai usaha sampingan.
Penilaian Kuantitatif Risiko Wisata di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran Raihan Dikara; Ankiq Taofiqurohman; Iskandar iskandar
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 1 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i1.34095

Abstract

Pantai Pangandaran merupakan salah satu objek wisata pesisir yang terletak di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat dan merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Provinsi Jawa Barat. Tetapi wisata di Pantai Pangandaran memiliki potensi bahaya fisik dan dalam beberapa kasus menimbulkan korban jiwa. Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya fisik pantai bagi keselamatan pengunjung, menilai tingkatan risiko dari potensi bahaya fisik pantai bagi keselamatan pengunjung, dan menentukan penyebab tingginya risiko wisata di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran. Metode yang digunakan riset ini adalah metode assessment. Data yang digunakan pada assessment tingkat risiko pantai yaitu: jumlah pengunjung, jumlah lifeguard, panjang pantai, jumlah rambu, penggunaan lifejacket, kecelakaan wisatawan, tipe pantai, dan tinggi gelombang. Hasil riset menunjukkan Kawasan Wisata Pantai Pangandaran termasuk kedalam tipe pantai longshore bar and trough. Kawasan Wisata Pantai Pangandaran termasuk kedalam kategori multiple fatalities dengan nilai R (tingkat risiko) lebih dari 200 di semua pantai pada periode low season ataupun high season. Khusus Pantai Barat pada periode high season kategori menurun menjadi fatal. Terdapat perbedaan nilai R yang signifikan pada kedua periode. Perbedaan nilai R menunjukan Kawasan Wisata Pantai Pangandaran relatif lebih aman pada periode high season. Penyebab utama dari tingginya tingkat risiko wisata di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran adalah jumlah personil lifeguard dan rambu-rambu peringatan yang tidak mencukupi. Pangandaran Beach is one of the coastal tourism objects located in Pangandaran Regency, West Java Province and it is one of the leading tourism object in West Java Province. Tourism in Pangandaran has beach-physical potential hazard and some case of it creating casualties. This research aims to identify the potential physical hazards of the beach for the safety of visitors, assess the risk level of beach-physical potential hazard for the safety of visitors, and determine the cause of the high number of tourism risk in the Pangandaran Beach Tourism Area. The method used in this research is the assessment method. The data used in the assessment of the level of beach risk are:  number of visitors, number of lifeguards, beach length, number of signages, lifejacket usage, tourist accident, beach type, and wave height. Research results show that Pangandaran Beach Tourism Area belonged to longshore bar and trough beach type. Pangandaran Beach Tourism Area is belonged to multiple fatalities category with an R value (risk level) more than 200 on all beaches either on low season or high season. At high season period on West Beach the category shift to fatal. There is a significant difference in R value between two periods. The difference in value of R shows that Pangandaran Beach Tourism Area is relatively safer during the high season period. The main cause of the high number of tourism risk in the Pangandaran Beach Tourism Area are the insufficient number of lifeguard and warning signs.