Wahid, Farah Kholida
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Pemilihan Pendanaan Pendidikan Tinggi Pascasarjana dan Variabel Sosial Ekonomi Wahid, Farah Kholida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan mempunyai peran penting dalam peningkatan sumber daya manusia. Ketersediaan sumber daya manusia yang bermutu merupakan salah satu syarat bagi peningkatan dan keberlanjutan sektor industri di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan dan pilihan pendanaan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawiaya. Data yang digunakan merupakan data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara. Dengan jumlah populasi sebesar 768 orang, jumlah responden dalam penelitian adalah sebanyak 89  mahasiswa. Pengolahan data  menggunakan software SPSS for Windows 20.00 serta teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk melanjutkan  pendidikan tinggi  dan  analisis  regresi  logistik  untuk  mengetahui  pemilihan pendanaan pendidikan tinggi dengan variabel dependen yaitu kecenderungan mahasiswa memilih (1)  pendanaan  mandiri  (2) pendanaan  lainnya.  Hasil  penelitian  untuk  menjawab  rumusan masalah pertama menunjukkan bahwa nilai perguruan tinggi, kegelaran dan persepsi teman, informasi perguruan tinggi, biaya  pendidikan, aspek  lingkungan perguruan tinggi, pengaruh dosen/guru/supervisor, pengaruh rekan dan relasi, kualitas anggota fakultas, sumber daya pendukung kegiatan belajar, dan persyaratan pendaftaran merupakan faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Sedangkan hasil penelitian kedua adalah semakin tinggi biaya pendidikan yang dibebankan kepada mahasiswa, orang tua dengan latar belakang pendidikan berstatus perguruan tinggi akan cenderung mempengaruhi anak untuk memilih pendanaan pendidikan tinggi lainnya.Kata kunci :  human  capital,  pendidikan  tinggi,  pascasarjana,  pendanaan  pendidikan,  investasi pendidikan, faktor sosial ekonomi.
Negotiating Islamic Hegemony: A Case Study of Muslim LGBT in East Java, Indonesia Wijianto, Agung; Wahid, Farah Kholida
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 13 No. 2 (2022): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v13i2.7631

Abstract

The research set out to investigate how Islamic hegemonic processes disseminate in society. It also tried to examine how LGBT individuals negotiate the tension and navigate their behaviors of being Muslim and LGBT. In Indonesia, being a Muslim and LGBT was viewed as irreconcilable by the general public. Despite that, some people identified as both Muslim and LGBT. This posed a tension that needed to be addressed. The research distributed online forms across several social media to find willing participants. The online forms yielded seven different responses from people who identified as Muslims and LGBT, three of whom were willing to participate in follow-up interviews. The willing participants were then personally interviewed in informal settings using Zoom video calls due to the COVID-19 pandemic. The interviews were semi-structured, and they were carried out over the course of four weeks. The research drew on concepts such as cultural hegemony and ideological state apparatuses as conceptual frameworks to guide the research and the interviews. The findings suggest that family and education are the two most influential hegemonic instruments in instilling Islamic hegemonic values in the participants. The research also finds that the respondents perform unique distinct negotiation strategies according to their personal beliefs and values on social and spiritual levels.