Kusmana -
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Adaptasi Klon Kentang Hasil Persilangan Varietas Atlantik sebagai Bahan Baku Keripik Kentang di Dataran Tinggi Pangalengan -, Kusmana
Jurnal Hortikultura Vol 22, No 4 (2012): Desember
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri besar yang mengolah keripik kentang masih sangat jarang karena terbatasnya bahan baku. Keterbatasan bahan baku tidak hanya terjadi pada industri besar dan menengah, namun industri kecil pun kesulitan untuk mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan keinginan pengolah. Tujuan penelitian ialah mendapatkan klon kentang yang sesuai untuk bahan baku keripik dan berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kampung Cibunian, Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung dengan ketinggian tempat 1300 m dpl., dari Bulan September sampai dengan Desember 2011. Penelitian ditata dalam rancangan acak kelompok dengan 20 perlakuan dan tiga ulangan. Jumlah tanaman per plot 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotip CV 9 menampilkan hasil tertinggi (31,9 t/ha) diikuti CV 2, (29,2 t/ha), CV 6 (25 t/ha), dan CV 14 (24,4 t/ha) nyata lebih tinggi daripada varietas pembanding Atlantik (9,8 t/ha). Untuk olahan keripik terbaik ialah genotip  CV 4, CV 14, CV 12, CV 9, dan CV 13 menampilkan hasil gorengan sebanding dengan varietas Atlantik. Genotip CV 9 dan CV 14 selain berpotensi hasil tinggi, juga cocok digunakan sebagai bahan baku olahan keripik. Hasil dari penelitian ini diharapkan diperoleh klon baru yang menjadi komponen industri pengolahan kentang, baik skala besar maupun skala rumah tangga. Potato seeds required for chipping industry still imported lacks of the seeds caused chipping industry in Indonesia not well developed. The objective of this research was to find out potato clones which suitable for chipping industries. The research was conducted to test potato clones derived from crossing using  Atlantic as female parents in highland agroecosystem of Pangalengan 1300 m asl., Bandung District, from  September to December 2011. Experiment design used was a randomized complete block design with three replications consisted of 20 hills/plot. The  results  showed that high yielding of genotypes obtained from genotypes CV 9 (31.9 t/ha) followed by CV 2 (29.2 t/ha), CV 6 (25 t/ha), and CV 14 (24.4 t/ha). There were  significantly different to Atlantic (9.8 t/ha). The  excellent chipping quality was obtained from genotypes CV 4, CV 14, CV 12, CV 9, and CV 13 which comparable to cv. Atlantic. Besides high yielding genotypes of CV 9 and CV 14 were  also suitable for chipping quality. The impact of this research is that these both clones obtained from this study suitable for development chipping industries in Indonesia.
Evaluasi Beberapa Klon Kentang Asal Stek Batang untuk Uji Ketahanan terhadap Phytophthora infestans -, Kusmana
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung 1.400 m dpl mulai bulan No- vember 2000 sampai dengan Maret 2001. Rancangan percobaan yang digunakan adalah petak terpisah dengan dua ulangan. Petak utama adalah perlakuan  proteksi  dan non-proteksi  sedangkan sebagai anak petak adalah  21 klon kentang. Setiap petak perlakuan terdiri dari  10 tanaman. Tujuan penelitian adalah  untuk mendapatkan  klon  yang resisten terhadap serangan penyakit busuk daun.   Dihasilkan   12 klon kentang yang resisten terhadap serangan penyakit busuk daun, yaitu ingabire, Lbr-2, Lbr-40, Lbr-18, cruza -148, idiaf 92, I-1085, MF-I, MF-II, biota, denva, dan klon 20 dengan nilai rataan area under diseases progress curve (AUDPC) untuk masing-masing klon berkisar antara  49-581,  sedangkan nilai AUDPC untuk kultivar pembanding (granola) adalah 1873. Rataan potensi hasil tertinggi  berturut-turut dicapai oleh klon ingabire, Lbr-18, I-1085, idiaf-92, LBr-40, MF-II, biota,  klon 20, dan cruza-148 yang berbeda nyata dengan kultivar pembanding (granola). Kata kunci :  Kentang; Resistensi; Klon; Busuk daun ABSTRACT. The experiment was conducted at Cibodas Lembang, Bandung district 1,400 m asl from No- vember  2000  until March 2001. The experimental design used was split  plot  with  two replications. Spray and nonspray were the main plot and 21 potato clones were the subplot. Each treatment plot consisted of 10 plants . The objective of the research was to observe the resistant and high yielding clones.  The results indicated that 12 clones were resistance to late blight they were ingabire, Lbr-2, Lbr-40, Lbr-18, cruza -148, idiaf 92, I-1085, MF-I, MF-II, biota, denva, and clone 20. The area under diseases progress curve (AUDPC) scores for those clones ranged from 49 to 581, whereas, the AUDPC score of granola variety was 1873. The highest yielding clones were obtained from ingabire followed by clones, Lbr-18, I-1085, idiaf-92, LBr-40, MF-II , biota, clone 20, and  cruza-148 were higher than variety control (granola).
Evaluasi Beberapa Klon Kentang Asal Stek Batang untuk Uji Ketahanan terhadap Phytophthora infestans Kusmana -
Jurnal Hortikultura Vol 13, No 4 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v13n4.2003.p220-228

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung 1.400 m dpl mulai bulan No- vember 2000 sampai dengan Maret 2001. Rancangan percobaan yang digunakan adalah petak terpisah dengan dua ulangan. Petak utama adalah perlakuan  proteksi  dan non-proteksi  sedangkan sebagai anak petak adalah  21 klon kentang. Setiap petak perlakuan terdiri dari  10 tanaman. Tujuan penelitian adalah  untuk mendapatkan  klon  yang resisten terhadap serangan penyakit busuk daun.   Dihasilkan   12 klon kentang yang resisten terhadap serangan penyakit busuk daun, yaitu ingabire, Lbr-2, Lbr-40, Lbr-18, cruza -148, idiaf 92, I-1085, MF-I, MF-II, biota, denva, dan klon 20 dengan nilai rataan area under diseases progress curve (AUDPC) untuk masing-masing klon berkisar antara  49-581,  sedangkan nilai AUDPC untuk kultivar pembanding (granola) adalah 1873. Rataan potensi hasil tertinggi  berturut-turut dicapai oleh klon ingabire, Lbr-18, I-1085, idiaf-92, LBr-40, MF-II, biota,  klon 20, dan cruza-148 yang berbeda nyata dengan kultivar pembanding (granola). Kata kunci :  Kentang; Resistensi; Klon; Busuk daun ABSTRACT. The experiment was conducted at Cibodas Lembang, Bandung district 1,400 m asl from No- vember  2000  until March 2001. The experimental design used was split  plot  with  two replications. Spray and nonspray were the main plot and 21 potato clones were the subplot. Each treatment plot consisted of 10 plants . The objective of the research was to observe the resistant and high yielding clones.  The results indicated that 12 clones were resistance to late blight they were ingabire, Lbr-2, Lbr-40, Lbr-18, cruza -148, idiaf 92, I-1085, MF-I, MF-II, biota, denva, and clone 20. The area under diseases progress curve (AUDPC) scores for those clones ranged from 49 to 581, whereas, the AUDPC score of granola variety was 1873. The highest yielding clones were obtained from ingabire followed by clones, Lbr-18, I-1085, idiaf-92, LBr-40, MF-II , biota, clone 20, and  cruza-148 were higher than variety control (granola).